Kategori: daerah

  • Kalah Cepat dari LSM! Noval Yulianto, Bendahara LIRA, Lebih Gesit dari Pemkab soal Sengketa Aset Desa Tanjungsari

    Kalah Cepat dari LSM! Noval Yulianto, Bendahara LIRA, Lebih Gesit dari Pemkab soal Sengketa Aset Desa Tanjungsari

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Setelah bertahun-tahun dikuasai ahli waris pemilik tanah, Kantor Desa Tanjungsari, Kecamatan Krejengan, akhirnya kembali ke tangan pemerintah desa secara persuasif dan kekeluargaan.

    Kembalinya aset desa itu difasilitasi oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Probolinggo. Ketua tim investigasi sekaligus Bendahara LIRA, Noval Yulianto, mengonfirmasi keberhasilan itu saat dikonfirmasi pada Jum’at (12/4).

    “Alhamdulillah, LSM LIRA berhasil membantu Pemdes Tanjungsari untuk mencari kata mufakat dengan pihak ahli waris. Kini kantor desa yang lama bisa digunakan kembali,” ujarnya lewat pesan WhatsApp.

    Sebelumnya, sengketa lahan ini bahkan sempat ditangani langsung oleh Pj Bupati Probolinggo kala itu, Ugas Irwanto. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga akhirnya pendekatan kekeluargaan membuahkan kesepakatan damai.

    Pada momen simbolis kemarin, Yono, Kepala Desa Tanjungsari, bersama Noval Yulianto, Bendahara LSM LIRA, membuka gerbang kantor desa lama. Seluruh perangkat desa langsung melakukan kerja bakti dan membersihkan area. Barang-barang milik ahli waris pun dipindahkan tanpa merepotkan pihak keluarga.

  • Probolinggo Masih Kekurangan Fasilitas dan Event Besar, tapi Lomba Kicau Jalan Terus

    Probolinggo Masih Kekurangan Fasilitas dan Event Besar, tapi Lomba Kicau Jalan Terus

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Ratusan kicau mania dari berbagai daerah memadati arena gantangan Gajah Mada Bird Community di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Minggu (13/4). Lomba kicau burung yang digelar tim Ambulans Probolinggo SF ini sukses menyedot antusias peserta maupun penonton.

    Event tahunan yang sudah berjalan selama tiga tahun ini tak hanya menjadi ajang kompetisi antar burung berkualitas, tapi juga wadah silaturahmi para pecinta burung se-Nusantara. “Alhamdulillah tahun ini acaranya berjalan lancar. Cuaca cerah, peserta ramai, dan semuanya guyub. Tujuan kami memang lebih ke silaturahmi antar tim,” ujar Mr. Pepen, perwakilan tim Ambulans Probolinggo SF.

    Dalam lomba tersebut, panitia menghadirkan juri dari RI (Radjawali Indonesia) yang dinilai independen dan berkompeten. Penilaian lomba mengacu pada sejumlah aspek teknis seperti volume suara, irama, dan variasi isian burung. Kelas yang dilombakan pun beragam, mulai dari kenari, cucak ijo, murai batu, cendet, lovebird, dan lainnya.

    Salah satu peserta dari Pasuruan, Dendi Wahyu Adyasa alias Saprol, mengaku puas dengan sistem penjurian. “Juri terbuka, nggak ada yang ditutup-tutupi. Penilaian fair, papan skor ditampilkan langsung. Burung kerja atau nggak kelihatan, dan juara memang layak,” ungkapnya. Ia sendiri menurunkan tiga burung kenari dalam lomba tersebut.

    Sementara itu, Mas Bro dari tim ASF Asembagus, Kraksaan, menyebut kegiatan ini sebagai momentum mempererat persaudaraan antar penghobi burung. “Silaturahmi jalan, pedagang juga laris. Dampaknya positif buat semuanya,” katanya sambil menunjukkan burung cucak ijo miliknya yang sudah enam tahun malang melintang di berbagai gantangan.

    Pepen berharap, ke depan Probolinggo bisa memiliki ikon perlombaan seperti di kota-kota besar. “Kita ingin seperti event prasasti di Malang dan Surabaya, tapi memang fasilitas masih terbatas. Semoga ke depan bisa lebih berkembang,” pungkasnya.

  • Perangkat Desa Tamansari Arogan, Akses Jalan Diblokade Batu, Ban Mobil Warga Sampai Rusak

    Perangkat Desa Tamansari Arogan, Akses Jalan Diblokade Batu, Ban Mobil Warga Sampai Rusak

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Akses jalan umum di Dusun Krajan RT 01 RW 01, Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan, ditutup sepihak oleh salah satu perangkat desa setempat. Aksi itu dilakukan Rifai, yang juga tengah membangun rumah di tepi jalan tersebut.

    Warga setempat mengaku geram karena jalan yang biasanya bisa dilalui mobil, kini menjadi sempit dan bahkan sempat ditutup dengan batu besar di tengah jalan. Penutupan jalan itu sudah berlangsung sejak pembangunan rumah Rifai dimulai, lantaran pondasi tembok rumahnya memakan badan jalan sekitar setengah meter.

    “Batu itu pernah bikin ban mobil saya rusak. Saya singkirkan diam-diam karena kalau ngomong baik-baik, pasti tidak dibolehkan,” ujar Ir, salah satu warga yang kesal atas sikap Rifai yang dinilai arogan.

    Saat batu disingkirkan, justru istri Rifai memarahi warga dengan nada tinggi. Ia bersikeras bahwa jalan yang sudah digunakan masyarakat puluhan tahun itu separuh adalah miliknya.

    “Mobil tidak boleh lewat sini!” teriaknya, seperti ditirukan warga.

    Sumber gambar: Dokumentasi Hosni, Kepala Desa Tamansari

    Peristiwa itu pun sudah beberapa kali dilaporkan ke Kepala Desa Tamansari, Hosni. Sang kades sempat turun tangan dan berjanji akan menangani. Bahkan sempat dilakukan pengukuran jalan oleh perangkat desa lainnya dan ditemukan bahwa benar pondasi rumah Rifai memakan badan jalan.

    “Ini sudah jadi tanggung jawab kepala desa. Kalau dibiarkan terus, warga bisa tambah resah,” tegas Ir.

    Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada (13/4), Hosni, Kepala Desa Tamansari, menjawab: “Waalaikumsalam,, sdh sy tangani ms, 2 orang yg bersih2.”

  • Duit Jadi Jalan Masuk Honorer? Ketua BEM Probolinggo Raya Angkat Bicara

    Duit Jadi Jalan Masuk Honorer? Ketua BEM Probolinggo Raya Angkat Bicara

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Dugaan praktik suap dalam proses pengangkatan pegawai honorer di lingkungan Pemkab Probolinggo kembali disorot. Hal ini mencuat setelah seorang pejabat mengaku dalam sidang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Hasan–Tantri bahwa dirinya memberikan sejumlah uang agar anaknya diterima sebagai honorer.

    Merespons isu tersebut, media KabarBromo66.com mencoba meminta tanggapan dari Ketua BEM Probolinggo Raya, Dendi Junaidi. Permohonan wawancara disampaikan melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (12/4) pukul 18.15 WIB.

    Dalam permohonan wawancara itu, jurnalis menanyakan dua hal. Pertama, bagaimana tanggapan Dendi sebagai aktivis dan pemerhati politik atas pengakuan suap tersebut. Kedua, apakah Inspektorat perlu turun tangan memeriksa dugaan pelanggaran disiplin oleh pejabat yang bersangkutan.

    Saat dikonfirmasi, Dendi merespons singkat, “Wa alaikum salam,” tulisnya.

  • Tanggul Dam Jebol, Swadaya Warga Tak Cukup, Kepala Desa Krampilan Minta PUPR Turun Tangan

    Tanggul Dam Jebol, Swadaya Warga Tak Cukup, Kepala Desa Krampilan Minta PUPR Turun Tangan

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Tanggul di Dam Matekan jebol dan menyebabkan aliran air ke sejumlah desa terputus. Dampaknya dirasakan oleh warga di empat kecamatan, yakni Besuk, Kraksaan, Paiton, dan sebagian wilayah di Krampilan.

    Kepala Desa Krampilan, H. Ismail (Sampores), mengatakan tanggul yang jebol itu merupakan sumber utama irigasi bagi wilayah pertanian di beberapa desa. “Subuh tadi malam ada lima orang yang lapor ke saya. Air dari Dam Matekan itu vital, bukan hanya untuk Krampilan, tapi juga Kandang Jati, Alassumur Kulon, sampai Sindetlami,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Sabtu (12/4).

    H. Ismail (Sampores) Kepala Desa Krampilan Kecamatan Besuk

    H. Ismail menyesalkan tidak adanya tindak lanjut dari pihak pemerintah, terutama Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo. “Kenapa kok sudah tahu tanggul jebol tapi belum ada satu pun dari PUPR yang datang ke lokasi. Sampai sekarang masyarakat harus swadaya sendiri. Ini sudah berjalan alot, tidak selesai-selesai,” sesalnya.

    Ia berharap pemerintah segera turun tangan dan membangun ulang tanggul yang rusak agar aliran air bisa kembali normal. “Saya mohon kepada pemerintah Kabupaten Probolinggo, khususnya PUPR, untuk meninjau dan segera melakukan perbaikan. Ini demi kelangsungan perekonomian petani,” pungkasnya.

  • Polisi Masuk Sekolah, Begini Cara Satlantas Polres Probolinggo Didik Pelajar soal Rambu dan Etika Berkendara

    Polisi Masuk Sekolah, Begini Cara Satlantas Polres Probolinggo Didik Pelajar soal Rambu dan Etika Berkendara

    PROBOLINGGO, KabarBromo66.com – Upaya menekan keselamatan lalu lintas di kalangan pelajar terus digencarkan Satlantas Polres Probolinggo. Salah satunya melalui sosialisasi keselamatan berlalu lintas yang digelar secara rutin setiap tahun, kepada siswa-siswi mulai jenjang pendidikan SD, SLTP dan SLTA di sejumlah titik di Kabupaten Probolinggo.

    Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Safiq Jundhira Z., S.Tr.K., S.I.K., M.Si., melalui Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Probolinggo, Aiptu Ery Kusuma, menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin tahunan.

    “Kegiatan ini memang rutin setiap tahun, Mas,” ujarnya saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp, Jumat (11/4/2025).

    Setiap tahun, Satlantas mengirimkan surat kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo terkait sosialisasi tertib berlalu lintas, pengenalan rambu-rambu, serta materi Polisi Cilik (Pocil) di tingkat sekolah dasar.

    Pihaknya juga mencari bibit dan melakukan seleksi Pocil ke sekolah-sekolah. Untuk tahun ini, dari tujuh SDN, baru satu SDN yang terpilih untuk mewakili lomba Pocil 2025 di tingkat Polda Jatim.

    “Satu SDN ini akan diumumkan di akhir bulan April. Masih rahasia, untuk kejutan,” ujar Aiptu Ery.

    “Untuk ke Dinas Pendidikan Provinsi (SLTA) juga sama. Kami sosialisasikan pentingnya tertib berlalu lintas dan mematuhi aturan guna menekan angka kecelakaan,” terangnya.

    Selain itu, pihaknya juga rutin menggelar seleksi Duta Lalu Lintas setiap tahun.

    “Duta Lantas bisa berasal dari mahasiswa, dengan usia maksimal 22 tahun dan minimal 17 tahun,” jelasnya.

    Tak hanya itu, Satlantas juga melaksanakan pemasangan banner imbauan bertuliskan Stop Kecelakaan dan Jaga Keselamatan Saat Berkendara di Jalur Pantura, tepatnya di Jalan Raya Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari aksi preemtif guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Probolinggo.

    “Selama bulan puasa menjelang Lebaran, kami lakukan berbagai upaya pencegahan kecelakaan di jalur selatan, jalur Pantura, dan jalur wisata Bromo. Sudah berdiri lebih dari 110 banner, baik berbahan kerangka besi maupun kayu, dalam rangkaian giat mudik tahun ini,” pungkasnya.

  • Kades Baginda Purnomo: Sholawat dan Doa Haul KH. Hasan Genggong Jadi Nafas Spiritual Desa Patemon

    Kades Baginda Purnomo: Sholawat dan Doa Haul KH. Hasan Genggong Jadi Nafas Spiritual Desa Patemon

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati Madrasah Kholafiyah, Blok Krasak, Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Kamis malam Jumat (10/4/2025). Mereka hadir dalam acara “Patemon Bersholawat” yang digelar untuk memperingati Haul Hadratussyekh Almarhum Al-‘Arifbillah KH. Mohammad Hasan Genggong bin Syamsuddin bin Qoiduddin.

    Kegiatan religius yang digelar selepas salat Isya itu dikemas dalam Majelis Hasbana Genggong, di bawah asuhan KH. Ahsan Qomaruzzaman. Acara turut menghadirkan penceramah, Al Habib Hasan Brani, dan disiarkan secara langsung melalui platform Hasbana TV dan Hasbana Media, menjangkau ribuan pemirsa daring dari berbagai wilayah.

    Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, menyampaikan bahwa haul ini bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga bentuk nyata kecintaan dan penghormatan warga terhadap perjuangan para ulama, Hadratussyekh Almarhum Al-‘Arifbillah KH. Mohammad Hasan Genggong

    “Beliau adalah suluh penerang masyarakat. Ilmunya terus menjadi pedoman dan teladan bagi warga hingga kini,” ujar Baginda saat ditemui, Selasa malam (8/4).

    Menurutnya, kegiatan sholawat dan haul menjadi bagian dari napas spiritual masyarakat Patemon. Selain memperkuat nilai keagamaan, acara ini juga menjadi momentum mempererat solidaritas sosial antarwarga.

    “Patemon bukan hanya mandiri secara pelayanan administrasi, tetapi juga tangguh dalam menjaga nilai spiritualitas. Semangat kebersamaan ini yang terus kami jaga,” tegasnya.

    Pemerintah desa, lanjut Baginda, memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya haul, mulai dari penyediaan sarana prasarana, pengamanan, hingga koordinasi lintas tokoh masyarakat.

    Sebagai informasi, Majelis Hasbana Genggong secara rutin mengawali dan menutup kegiatan tahunannya di Desa Patemon. Hal ini menjadikan desa tersebut sebagai titik penting dalam agenda keagamaan wilayah setempat.

    Selain pembacaan sholawat, kegiatan juga diisi dengan doa bersama dan tausiyah dari KH. Ahsan Qomaruzzaman dan Al Habib Hasan Brani.

    “Semoga haul ini menjadi washilah kebaikan bagi desa kami, dan menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai serta meneladani perjuangan para ulama,” pungkas Baginda Purnomo.

  • Eks Kadis DLH Kab. Probolinggo Dwijoko Mengaku Pernah Setor Rp.40 Juta demi Anaknya Jadi Honorer, Bungkam Saat Dikonfirmasi

    Eks Kadis DLH Kab. Probolinggo Dwijoko Mengaku Pernah Setor Rp.40 Juta demi Anaknya Jadi Honorer, Bungkam Saat Dikonfirmasi

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi, didalam keterangannya didepan sidang perkara tindak pidana korupsi No.42/Pid.Sus-TPK/2024/PN.Sby menerangkan telah memberikan uang sebesar Rp.40 Juta kepada Hasan Aminuddin, eks Bupati Probolinggo sekaligus eks anggota DPR RI Komisi VII yang kini berstatus terdakwa korupsi. Pemberian uang tersebut terkait upaya Dwijoko agar anaknya bisa diterima sebagai tenaga honorer di instansinya.

    Keterangan tersebut tertuang didalam Putusan Pengadilan Negeri Surabaya No.42/Pid.Sus-TPK/2024/PN.Sby pada Hlm.581.

    Media online KabarBromo66.com telah mencoba mengonfirmasi keterangan tersebut kepada Dwijoko Nurjayadi melalui pesan WhatsApp pada Kamis (10/04/2025), namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban.

  • Bantuan Alsintan Tanda Tanya, Pengamat Desak Audit Distan Probolinggo

    Bantuan Alsintan Tanda Tanya, Pengamat Desak Audit Distan Probolinggo

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Dugaan penyimpangan dalam penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Kabupaten Probolinggo mulai disorot. Dinas Pertanian (Distan) setempat diklarifikasi terkait bantuan yang digelontorkan sejak 2017 hingga 2023.

    Klarifikasi itu dilayangkan media ini secara tertulis dan diterima langsung oleh Kepala Distan Probolinggo, Arif Kurniadi, pada Rabu (9/4). Arif memastikan pihaknya akan merespons secara terbuka.

    “Kami akan mempelajari surat yang kami terima dan selanjutnya memberikan tanggapan secara transparan,” kata Arif saat dikonfirmasi.

    Penelusuran media ini menyebutkan, sejumlah bantuan alsintan sudah direalisasikan dalam kurun enam tahun terakhir. Namun, belakangan, keberadaan hingga efektivitas alat-alat tersebut dipertanyakan publik, terutama menyangkut proses pengadaan dan distribusinya.

    Sorotan juga datang dari kalangan pemerhati hukum. Feriyanto, pengamat hukum di Probolinggo, menilai pengawasan dari media menjadi bagian penting dalam upaya mencegah penyimpangan anggaran.

    “Peran serta aktif insan pers sangat dibutuhkan untuk memastikan program pemerintah berjalan bersih, termasuk mendukung visi Bupati dr. Mohammad Haris mewujudkan Probolinggo Bebas Korupsi,” tegasnya.

    Hingga kini, Distan belum memberikan data rinci soal jumlah maupun titik distribusi alsintan yang telah disalurkan. Masyarakat berharap, persoalan ini bisa ditindaklanjuti agar tidak ada potensi kerugian negara di sektor pertanian.

  • Keselamatan Warga Patemon Terancam, Dinas PUPR dan BPBD Probolinggo Didesak Cepat Bergerak

    Keselamatan Warga Patemon Terancam, Dinas PUPR dan BPBD Probolinggo Didesak Cepat Bergerak

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Tanah longsor yang menggerus bahu jalan di jalur utama Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, mengancam keselamatan warga. Meski kondisi ini telah berlangsung selama beberapa minggu, belum ada penanganan konkret dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

    Bahu jalan yang menggantung di atas tebing Sungai Pekalen kini menjadi “jalan maut” bagi pengguna kendaraan, terutama saat hujan deras turun. Pemerintah desa bersama warga hanya bisa mengandalkan pagar bambu dan kayu seadanya sebagai penanda darurat, guna mencegah terjadinya kecelakaan.

    Informasi mengenai longsor tersebut telah beredar di pemberitaan dan berbagai media sosial

    Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, menyebut jalan tersebut merupakan akses vital yang digunakan warga setiap hari untuk bekerja dan beraktivitas. Ia menegaskan, longsor tersebut bukan hanya akibat hujan, melainkan diperparah oleh erosi dari aliran Sungai Pekalen yang terus menggerus tebing di bawah badan jalan.

    “Ini bukan sekadar jalan rusak biasa. Ini sudah masuk kategori darurat. Keselamatan warga jadi taruhannya,” ujar Baginda pada Rabu (9/4).

    Menurutnya, jika dibiarkan, longsor susulan dapat memutus total akses antarwilayah dan melumpuhkan mobilitas warga. Ia berharap agar Dinas PUPR dan BPBD Kabupaten Probolinggo segera mengambil langkah konkret sebelum jatuh korban.

    “Kami berharap dari Dinas PUPR dan BPBD Kabupaten Probolinggo agar memberikan bantuan sesegera mungkin. Jangan tunggu korban baru bertindak,” tegasnya.

    Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, R. Oemar Sjarief, S.T., M.T., menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan asesmen bersama Dinas PUPR beberapa minggu lalu.

    “Hari ini kami lakukan rakor evaluasi kembali terkait penanganan infrastruktur yang terdampak. Mengingat banyaknya infrastruktur yang terdampak dan kemungkinan tidak semuanya bisa ditangani secara langsung, maka akan dikoordinasikan solusi penanganan lanjutan terkait infrastruktur tersebut. Terima kasih,” tulis Oemar.

    Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengky Cahyo Saputra, hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.(Bersambung)

  • “Alaskandang dan Alasumur Kulon Rusak Parah, Jalan Kabupaten Seolah Tak Terurus”

    “Alaskandang dan Alasumur Kulon Rusak Parah, Jalan Kabupaten Seolah Tak Terurus”

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Kondisi jalan berlubang di Desa Alasumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, dan Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk, dikeluhkan warga. Jalan rusak parah itu dinilai membahayakan keselamatan pengguna, terutama pengendara motor, dan telah menyebabkan sejumlah kecelakaan.

    Titik paling rawan berada di pertigaan dekat Indomaret. Lubang-lubang besar di jalur tersebut sudah lama dibiarkan tanpa perbaikan. Sejumlah pengendara bahkan dikabarkan mengalami luka-luka hingga kerusakan kendaraan.

    “Sering sekali ada yang jatuh di sini. Ada yang luka-luka, ada juga yang motornya rusak,” ujar Inot alias Alek, warga setempat yang berprofesi sebagai tukang cukur, saat ditemui, Senin (31/3).

    Menurut Alek, insiden sering kali melibatkan orang tua yang membonceng anak-anak. Kondisi ini membuat warga khawatir setiap melintas, terutama di malam hari saat penerangan juga minim.

    Warga membandingkan dengan daerah lain seperti Kandang Jati, yang sudah lebih dulu mendapat pelebaran jalan. Mereka berharap pemerintah daerah tidak tutup mata terhadap kondisi Alasumur Kulon.

    “Di Kandang Jati sudah dilebarkan kanan-kiri satu meter. Di sini belum ada kejelasan kapan akan diperbaiki,” tambahnya.

    Padahal, ruas jalan tersebut termasuk jalur kabupaten yang menghubungkan area permukiman warga menuju pusat pemerintahan. Karena itu, masyarakat menilai perbaikannya layak menjadi prioritas. Mereka juga berharap kepemimpinan baru di Kabupaten Probolinggo lebih responsif.

    “Sekarang bupati baru, semoga lebih peduli dan bisa segera turun tangan,” harap Alek.

    Menanggapi hal ini, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra, menyampaikan bahwa kerusakan jalan di wilayah Kraksaan hingga Besuk disebabkan dampak pembangunan Jalan Tol Probowangi Paket 2.

    “Ruas jalan tersebut merupakan jalan kabupaten dan merupakan kewenangan Dinas PUPR. Kerusakan terjadi akibat pembangunan tol, dan perbaikannya menjadi tanggung jawab pihak tol,” jelas Hengki dalam keterangan tertulis melalui WhatsApp, Selasa (8/4).

    Ia merinci bahwa ruas yang terdampak antara lain Jalan Jabung–Besuk (R.103), Jalan Besuk–Pasar Senin (R.105), dan Jalan Kandangjati–Kandangsapi (R.114). Perbaikan akan dilakukan berdasarkan perjanjian kerja sama antara Pemkab Probolinggo dan HKI-Acset-NK KSO selaku pelaksana proyek tol.

    Perjanjian tersebut tertuang dalam nota kesepahaman Nomor: 100.3.7.1/0717.5-PKS/426.112/2023 dan Nomor: 022/HKM/HKI-Acset-NK/GS/VIII/2023.

    Hingga saat ini, belum diketahui kapan tepatnya proses perbaikan akan dimulai. Warga berharap langkah konkret segera dilakukan sebelum korban jatuh bertambah.(Bersambung)

  • Pantai Bidara Jadi Harapan Baru Desa Jabung Sisir, Dikelola BUMDes dan Ditopang Dana Pribadi Kades

    Pantai Bidara Jadi Harapan Baru Desa Jabung Sisir, Dikelola BUMDes dan Ditopang Dana Pribadi Kades

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Pemerintah Desa Jabung Sisir, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, tengah membangun destinasi wisata baru bernama Pantai Bidara sejak 2023. Meski belum sepenuhnya rampung, kawasan pantai itu kini mulai ramai dikunjungi warga, khususnya pada sore hari di akhir pekan.

    Kepala Desa Jabung Sisir, Hosen, mengungkapkan bahwa pembangunan Pantai Bidara merupakan bagian dari upaya pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi alam. Proyek ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang masih dalam proses penyempurnaan strukturnya.

    “Dua belas titik, saya rasa cukup untuk membangun desa ini,” ujar Hosen saat ditemui di lokasi wisata, Selasa (8/3). Ia menyebut telah menata sejumlah fasilitas seperti taman, akses jalan, dan kawasan tanaman bakau. Meski belum menarik retribusi dari pengunjung, Pantai Bidara sudah dibuka untuk umum.

    Hosen mengaku pembangunan dilakukan secara bertahap tanpa hambatan berarti. Namun, pengunjung mulai mengusulkan tambahan fasilitas berupa jembatan yang menembus ke area bakau. “Kesulitan ya nggak ada. Tapi pengunjung banyak minta jembatan ke mangrove,” ujarnya.

    Ia menambahkan, pengunjung terbanyak datang saat Jumat sore dan Minggu. Sedangkan Sabtu juga cukup ramai, terutama pada sore hari. “Belum ada karcis, tapi sudah dibuka,” katanya.

    Pembangunan Pantai Bidara didanai dari Dana Desa (DD), bantuan dari pemerintah kabupaten, dan talangan dana pribadi dari kepala desa. Hosen menyebut setidaknya Rp150 juta sudah ia keluarkan dari kantong sendiri untuk mempercepat pembangunan. “Sisanya dari dana pribadi dulu,” ungkapnya.

    Hosen yang kini menjalani periode pertamanya sebagai kepala desa juga mengikuti pelatihan pengembangan wisata desa di Malang dan Bujon. Ia terinspirasi dari desa-desa yang berhasil meraih pendapatan miliaran rupiah per tahun dari sektor wisata. “Kita kepengin seperti itu juga,” katanya.

    Menurutnya, jika dikelola dengan baik, hasil dari Pantai Bidara bisa digunakan untuk kepentingan warga. “Bukan untuk pribadi. Maunya memang untuk warga,” tegasnya. Apalagi, mayoritas warga Jabung Sisir adalah nelayan (80 persen) dan petani (30 persen), yang sangat membutuhkan sumber penghasilan tambahan.

    Hingga kini, progres pembangunan Pantai Bidara baru mencapai sekitar 50 persen. Belum ada peresmian dari pihak kecamatan maupun kunjungan dari bupati. Namun, Hosen berharap suatu saat Pantai Bidara bisa menjadi ikon baru wisata pesisir di Kabupaten Probolinggo. “Masih babat alas, Mas. Tapi ke depan kita ingin lebih maju dan makmur,” ujarnya.