Kategori: daerah

  • Ketua Umum GEMA-HUTBA: Kunjungan ke Mahkamah Konstitusi Bukan Sekadar Wisata Edukasi, Tapi Investasi Kesadaran Hukum

    Ketua Umum GEMA-HUTBA: Kunjungan ke Mahkamah Konstitusi Bukan Sekadar Wisata Edukasi, Tapi Investasi Kesadaran Hukum

    Jakarta, 18 Juni 2025 — Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Hukum dan Aktivis Universitas Terbuka (GEMA-HUTBA) Bandung, Encep Ridwan, menyampaikan pandangannya terkait kunjungan akademik yang dilaksanakan oleh GEMA-HUTBA ke Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK).

    Menurut Encep, kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi merupakan bagian dari upaya membentuk karakter dan kesadaran hukum mahasiswa sejak dini.

    > “Kami merancang kegiatan ini agar mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana lembaga negara menjalankan fungsinya. Ini bukan hanya wisata edukasi, tapi investasi jangka panjang dalam membentuk cara berpikir konstitusional dan bernegara secara sadar,” ujar Encep.

    Ia menambahkan bahwa pengalaman melihat langsung ruang sidang, berinteraksi dengan pejabat MK, serta berdiskusi tentang fungsi Mahkamah Konstitusi memberikan makna tersendiri bagi mahasiswa hukum.

    > “Selama ini kita belajar dari buku, dari video, dari kuliah. Tapi ketika mahasiswa bisa berdiri langsung di ruang sidang Mahkamah Konstitusi dan berdialog dengan analis hukumnya, maka pemahaman itu menjadi nyata dan membekas. Ini yang ingin kami bangun: pengalaman yang mencerdaskan,” katanya.

    Encep juga berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi program rutin dan menjangkau lebih banyak mahasiswa, termasuk dari program studi non-hukum.

    > “Karena memahami konstitusi bukan hanya tugas mahasiswa hukum, tapi semua warga negara. Kami ingin GEMA-HUTBA menjadi jembatan antara dunia akademik dan institusi negara,” tutup Encep Ridwan.

    Kegiatan ini diikuti oleh 100 mahasiswa UT Bandung dan didampingi dua pendamping resmi dari pihak kampus. Selain berdiskusi, peserta juga diajak berkeliling mengenal lebih dekat ruang-ruang kerja Mahkamah Konstitusi, termasuk perpustakaan dan ruang sidang pleno.

    Asep Supriana Nugraha

  • Jaksa Masuk Sekolah, Siswa SMKN 2 Kraksaan Dapat Penyuluhan Hukum Langsung dari Kejari Kabupaten Probolinggo

    Jaksa Masuk Sekolah, Siswa SMKN 2 Kraksaan Dapat Penyuluhan Hukum Langsung dari Kejari Kabupaten Probolinggo

    Probolinggo, KabarBromo.com – Penyuluhan hukum bagi pelajar kembali digelar Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo. Kali ini, giliran SMKN 2 Kraksaan yang menjadi tuan rumah program “Jaksa Masuk Sekolah”, Selasa (17/6/2025).

    Kepala Sub Seksi Intelijen Kejari Kabupaten Probolinggo, Kusuma Hadi Hartawan, memimpin langsung jalannya kegiatan yang diikuti puluhan siswa-siswi. Dalam penyuluhannya, Kusuma menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari agenda nasional Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang bertujuan mendekatkan hukum kepada generasi muda.

    “Melalui program Jaksa Masuk Sekolah, kami berharap pelajar bisa mengenal hukum lebih dini, sehingga mampu membedakan mana yang benar dan mana yang melanggar hukum. Harapannya, mereka bisa menjauhi perilaku yang dapat menjerat mereka pada jerat pidana,” ujar Kusuma di hadapan para siswa.

    Berbagai materi disampaikan dalam kesempatan tersebut. Mulai dari pengenalan lembaga Kejaksaan, bahaya bullying di lingkungan sekolah, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), hingga pentingnya memahami perlindungan bagi kelompok disabilitas.

    Kegiatan ini disambut antusias oleh siswa dan guru SMKN 2 Kraksaan. Mereka menilai penyuluhan hukum seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter pelajar yang sadar hukum sejak dini.

    Kusuma menegaskan bahwa pihaknya akan terus menggelar kegiatan serupa di berbagai sekolah lain di wilayah Kabupaten Probolinggo. “Kami ingin hadir di tengah-tengah pelajar, bukan untuk menakuti, tapi untuk mengedukasi. Karena memahami hukum adalah langkah awal menjauhi hukuman,” tandasnya.

  • Tebing Jalan Desa Petemon Kini Berwarna, Baginda Purnomo Ajak Warga Jaga Keindahan Lingkungan

    Tebing Jalan Desa Petemon Kini Berwarna, Baginda Purnomo Ajak Warga Jaga Keindahan Lingkungan

    Probolinggo, KabarBromo.com – Jumat (13/6/2025), suasana di sepanjang tebing jalan Desa Petemon, Kecamatan Krejengan, tampak berbeda dari biasanya. Warna-warni cat putih biru kini menghiasi dinding tebing yang sebelumnya polos, menghadirkan nuansa baru yang cerah dan ramah lingkungan.

    Pemerintah Desa Petemon tengah menggencarkan upaya mempercantik kawasan strategis desa. Pengecatan tebing menjadi salah satu program penataan ruang publik yang dilakukan secara kolaboratif bersama warga dan perangkat desa.

    Kepala Desa Petemon, Baginda Purnomo, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan sedap dipandang.

    “Ini adalah upaya kami untuk memperindah desa. Tebing yang dulunya polos, sekarang lebih hidup dan menjadi ikon baru desa dengan motif zebra putih biru,” jelasnya.

    Baginda menjelaskan, pengecatan dilakukan secara bertahap di sepanjang jalur utama desa.

    “Selain mempercantik, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan kebanggaan warga terhadap lingkungan tempat tinggalnya,” ujarnya.

    Ia berharap, program pengecatan tebing ini tidak hanya memberi dampak visual semata, melainkan juga dapat memicu semangat gotong royong dan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

    “Ke depan, kami ingin Desa Petemon dikenal tidak hanya sebagai desa yang bersih, tapi juga sebagai desa kreatif dan penuh warna,” tutup Baginda Purnomo.

  • Desa Patemon Bahas Kedisiplinan Aparatur dan Sambut KKN UINSA Selama 40 Hari

    Desa Patemon Bahas Kedisiplinan Aparatur dan Sambut KKN UINSA Selama 40 Hari

    Probolinggo, KabarBromo.com – “Tempat tinggal mahasiswa KKN sudah kami siapkan. InsyaAllah, mereka akan datang tanggal 16 Juni 2025 dan tinggal selama 40 hari di Desa Patemon,” ujar Kepala Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Baginda Purnomo, pada Kamis (12/6/2025).

    Baginda menyampaikan bahwa pemerintah desa saat ini tengah melakukan musyawarah terkait kedisiplinan dan keaktifan aparatur desa, yang sekaligus dikaitkan dengan persiapan menyambut kedatangan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

    Sebanyak 25 mahasiswa, terdiri dari laki-laki dan perempuan, akan menjalankan program pengabdian masyarakat di desa tersebut. Mereka akan tinggal di rumah warga dan berbaur dengan masyarakat selama program berlangsung.

    “Teman-teman mahasiswa masih membahas program utamanya. Belum ada judul pasti, tapi sejauh ini mayoritas usulan berkaitan dengan isu lingkungan dan ketahanan pangan,” jelas Baginda Purnomo.

    Ia berharap keberadaan mahasiswa KKN di Desa Patemon bisa membawa semangat baru dalam pembangunan desa, serta memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat desa.

    “Kami tentu menyambut baik. Semoga kehadiran mereka membawa manfaat bagi semua pihak,” tutup Baginda Purnomo.

  • Ivan, Ketua KADIN Kabupaten Probolinggo, Dukung Investasi Hijau lewat Gaharu Nusantara

    Ivan, Ketua KADIN Kabupaten Probolinggo, Dukung Investasi Hijau lewat Gaharu Nusantara

    Probolinggo, KabarBromo.com – Sebatang bibit gaharu ditanam perlahan oleh Wali Kota Probolinggo, dr. H. Aminuddin, Sp.Og., Subsp.K.Obginsos., M.Kes., di tanah Kampung Gaharu. Tak sekadar seremonial, prosesi itu seolah menjadi simbol terakhir: jika tak segera diselamatkan, hutan bisa benar-benar kehilangan napas.

    Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Probolinggo, Roy Rianto Gunadi. Dengan mengusung tema “Ayo Selamatkan Konservasi Tanam & Rawat Gaharu Nusantara di Kampung Gaharu Probolinggo untuk Keanekaragaman Hayati & Stok Karbon”, agenda pelestarian lingkungan ini digelar pada Selasa (10/6/2025), di jantung Kampung Gaharu, Kota Probolinggo. Suasana berlangsung penuh keprihatinan, namun dibalut semangat kolaborasi lintas elemen.

    Dalam kegiatan tersebut, hadir Ketua Kadin Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya. Kehadiran dua organisasi pengusaha ini memberi sinyal kuat bahwa upaya konservasi lingkungan kini bukan lagi menjadi urusan sepihak.

    “Ini adalah awal dari gerakan yang lebih besar untuk menyelamatkan ekosistem lokal dan memperkuat perekonomian melalui potensi gaharu sebagai komoditas unggulan,” ujar Gede Vandana Wijaya, pria yang akrab disapa Ivan.

    Ia berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus dijaga demi keberlanjutan alam dan kesejahteraan generasi mendatang.

    “Kita harus merawat apa yang telah ditanam hari ini, agar kelak menjadi hutan harapan untuk anak cucu,” tutup Ivan.

  • Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Desa Patemon Tampilkan Kebersamaan ala Baginda Purnomo

    Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Desa Patemon Tampilkan Kebersamaan ala Baginda Purnomo

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Sebuah flayer yang diunggah oleh Kepala Desa Patemon bukan sekadar soal estetika digital. Namun, terselip pesan ketulusan dari sang pemimpin desa menjelang momen sakral Idul Adha 1446 Hijriah yang bertepatan pada hari Jum’at, Juni 2025.

    Kepala Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Baginda Purnomo mengungkapkan bahwa Idul Adha adalah momentum terbaik untuk memperkuat silaturahmi antara pemerintah desa dan warganya.

    “Kami ingin menunjukkan bahwa kami hadir, menyapa, dan mendoakan masyarakat dalam semangat pengorbanan dan ketulusan,” tutur Baginda.

    Di balik desain flayer berlatar senja dan siluet kambing, terdapat pesan religius yang tersirat. Tak sekadar ucapan formal, Baginda Purnomo menjelaskan bahwa tampilan visual tersebut sengaja dipilih untuk merepresentasikan ruh dari makna kurban.

    “Kami berharap setiap tetes darah hewan kurban menjadi penghapus dosa serta pelembut hati, sebagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam pada Hari Raya Idul Adha,” jelasnya.

    Ia juga menyampaikan harapan agar suasana kebersamaan dan semangat berbagi yang dibawa Idul Adha mampu memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat Desa Patemon.

    “Kami, segenap jajaran Pemerintah Desa Patemon, mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H. Semoga berkah dan rahmat Allah senantiasa tercurah untuk kita semua,” tutup Baginda Purnomo.

  • Gebyar Pajak 2025: Desa Klaseman Sabet Penghargaan Desa Lunas PBB

    Gebyar Pajak 2025: Desa Klaseman Sabet Penghargaan Desa Lunas PBB

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Di saat sejumlah desa masih berjibaku mengejar target pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Desa Klaseman, Kecamatan Gending, justru sudah melesat jauh di depan. Lewat koordinasi dan kerja sama kolektif warganya, desa ini menyabet predikat sebagai “Desa Lunas Pajak” dalam gelaran Gebyar Panutan Pajak Daerah 2025, Kamis (5/6/2025) pagi.

    Piagam penghargaan langsung diberikan oleh Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, M.Kes., di hadapan para kepala OPD, ASN, dan undangan lain di Ruang Madakaripura, Lantai V, Kantor Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Kraksaan. Sebuah pencapaian luar biasa.

    “Kerja sama warga adalah kunci. Kami tidak membiarkan satu rumah pun tertinggal dari kewajiban ini,” ungkap Suprijono, Kepala Desa Klaseman.

    Suprijono mengaku, sejak awal pihaknya memberikan sosialisasi tentang kesadaran membayar pajak melalui pendekatan persuasif.

    “Tidak ada paksaan. Kami cuma bangun kesadaran bahwa bayar pajak itu bukan soal kewajiban saja, tapi tentang harga diri desa,” tuturnya.

    Desa Klaseman sudah menyetor penuh di triwulan pertama. Sebuah langkah dan terobosan cepat dalam menangani pajak.

    Gebyar Pajak 2025 kali ini memberi pesan kuat: di tengah tantangan fiskal, kerja nyata dan kesadaran kolektif masih menjadi kunci utama kemajuan desa.

    “Semoga keberhasilan ini bisa jadi semangat baru dan menjadi keberkahan bagi Desa Klaseman,” harap Suprijono, menutup pernyataannya.

  • Suprijono Gerakkan Desa Klaseman Wujudkan Program Ketahanan Pangan Nasional dan Desa Tematik

    Suprijono Gerakkan Desa Klaseman Wujudkan Program Ketahanan Pangan Nasional dan Desa Tematik

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Ada yang berbeda di Desa Klaseman, Kecamatan Gending, pada Selasa pagi itu (3/6/2025). Di tengah mentari yang menyinari pematang sawah dan aroma laut yang samar terbawa angin dari Pantai Desa Klaseman, jajaran pemerintah desa setempat menuju Dusun Krajan. Di tangan mereka, bibit pohon asam dan kelapa bukan sekadar batang pohon, tapi simbol dari gerakan besar: Desa Tematik dan Ketahanan Pangan.

    Kegiatan yang digagas oleh Pemerintah Desa Klaseman ini merupakan bagian dari program Desa Tematik yang digulirkan oleh Bupati Probolinggo, Gus Haris–Lora Fahmi, serta program prioritas Ketahanan Pangan Nasional dari Presiden Prabowo Subianto.

    Dari Akar Sejarah, Klaseman Kembali ke Jati Dirinya

    Nama “Klaseman” sendiri diyakini berasal dari dua kata: kelapa dan asem. Alih-alih hanya menjadi cerita turun-temurun, Kepala Desa Klaseman, Suprijono, ingin menjadikannya identitas pembangunan. Maka, ditanamlah 250 pohon asam jawa, terdiri atas 150 bantuan dari Dinas Pertanian dan 100 bibit hasil swadaya desa, serta 100 pohon kelapa hibrida. Penanaman berlangsung di Dusun Krajan.

    “Ini bagian dari membangun fondasi. Kami tidak ingin nama desa hanya menjadi sejarah. Kami ingin menjadikannya hidup, tumbuh, dan menghasilkan,” kata Suprijono.

    Ia menambahkan bahwa pohon-pohon ini tidak hanya akan menjadi penghijauan, tapi juga bagian dari rencana besar menuju ekowisata berbasis sejarah dan lingkungan.

    Lele: Ketahanan Pangan yang Terintegrasi

    Sementara di Dusun Krajan Blok Pesisir, program ketahanan pangan digencarkan melalui budidaya lele. Sebanyak 50 ribu bibit ikan lele ditebar ke dalam kolam terpal. Terdapat dua kolam tanah dan 30 kolam terpal bundar.

    “Ini adalah bentuk kemandirian pangan desa. Kita ingin warga tidak hanya bergantung pada pasokan luar, tapi mampu memenuhi kebutuhan protein hewani secara mandiri,” jelas Suprijono. Kolam-kolam itu di kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Klaseman.

    Camat Gending: Ini Bukan Sekadar Seremoni

    Camat Gending, Winda Permata Erianti, S.ST.P., M.Si., hadir langsung menyaksikan kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memahami substansi dari program desa tematik.

    “Desa tematik ini bukan sekadar seremoni atau formalitas. Ini soal bagaimana desa mengangkat potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi. Klaseman sudah melakukan itu, dari sejarah nama, lingkungan, sampai sektor perikanan,” tegasnya.

    Ia juga menyebut bahwa langkah ini sejalan dengan mandat dari pemerintah pusat: mengembalikan desa pada ruh-nya, yakni ekonomi lokal dan kearifan budaya.

    Suara Akademisi: Dari Kampus Panca Marga 

    Dukungan juga datang dari kalangan akademisi. Novita Lidiana, S.P., M.M.A., Kaprodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Panca Marga Probolinggo, menyatakan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini.

    “Ini praktik nyata dari keberlanjutan. Kami dari kampus hadir bukan hanya sebagai penonton, tapi ikut serta memberikan ilmu, pendampingan, sekaligus menyiapkan generasi baru pembangunan desa,” katanya.

    Mahasiswa yang terlibat berasal dari Prodi Agribisnis, Agroteknologi, Sospol, Ekonomi, dan PKN. Mereka juga sebagian besar adalah putra-putri Desa Klaseman sendiri.

    Harapan dan Gotong Royong

    Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan makan ketan bersama di Pasar Klasik Klaseman, sebuah lokasi yang kini mulai tumbuh menjadi simpul ekonomi dan budaya desa.

    “Yang penting, semua perangkat, RT-RW, kader, warga ikut gotong royong. Ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Desa lain pun bisa meniru, asalkan konsepnya tidak hanya tempelan. Harus dijalankan dengan hati,” pesan Camat Gending menutup wawancara.

    Langkah Klaseman adalah satu dari sekian bukti bahwa desa tidak hanya bisa menjadi penonton dalam pembangunan nasional. Mereka bisa berdiri, berjalan, bahkan berlari, bersandar pada akar dan menanam harapan dengan sungguh-sungguh.

  • Hari Lahir Pancasila, KADIN Kabupaten Probolinggo Sampaikan Komitmen Kebangsaan

    Hari Lahir Pancasila, KADIN Kabupaten Probolinggo Sampaikan Komitmen Kebangsaan

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya,” menjadi pesan utama yang disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya, dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2025.

    Pernyataan tersebut tertera dalam flayer resmi ucapan selamat dari Kadin Kabupaten Probolinggo, yang turut merayakan momentum bersejarah ini pada Sabtu, 1 Juni 2025. Gede Vandana menyampaikan ajakan untuk terus meneguhkan nilai-nilai kebangsaan dalam semangat gotong royong dan persatuan.

    “Selamat Hari Lahir Pancasila Tahun 1 Juni 1945 – 1 Juni 2025. Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya,” demikian pesan dalam flayer tersebut.

    Ucapan itu tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap ideologi dasar negara, tetapi juga menunjukkan komitmen dunia usaha di daerah untuk berkontribusi dalam menjaga stabilitas nasional melalui penguatan karakter kebangsaan.

    Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni menjadi momen reflektif untuk seluruh elemen masyarakat. Dari sektor pemerintahan hingga dunia usaha, peringatan ini diharapkan mampu mempererat semangat kebangsaan di tengah berbagai tantangan zaman.

  • Hari Lahir Pancasila, Kades Patemon Baginda Purnomo Serukan Penguatan Ideologi Bangsa

    Hari Lahir Pancasila, Kades Patemon Baginda Purnomo Serukan Penguatan Ideologi Bangsa

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Pancasila adalah dasar negara yang menyatukan kita semua,” ujar Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila, Minggu (1/6/2025).

    Ia, mewakili jajaran Pemerintahan Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kembali semangat kebangsaan di lingkungan masyarakat desa. Kegiatan tersebut mengusung tema nasional “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya.”

    Menurut Baginda Purnomo, Pancasila tidak hanya menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga harus tercermin dalam sikap pelayanan publik dan interaksi sosial warga.

    “Dalam kehidupan sehari-hari, nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman, baik dalam pelayanan publik maupun dalam menjaga kerukunan warga,” jelasnya.

    Ia menambahkan, tantangan zaman seperti disrupsi digital dan meningkatnya potensi disintegrasi sosial menuntut semua pihak, termasuk pemerintah desa, untuk kembali meneguhkan jati diri bangsa melalui penguatan ideologi Pancasila.

    “Peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi momentum untuk merefleksikan kembali jati diri bangsa,” tuturnya.

    Pemerintah Desa Patemon bersama perangkat desa turut terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Partisipasi itu disebut sebagai wujud komitmen menjaga semangat gotong royong serta memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di tingkat lokal.

    “Harapan kami, masyarakat Desa Patemon semakin sadar akan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur Pancasila demi Indonesia yang lebih kuat dan bersatu,” pungkas Baginda Purnomo.

  • 79,6% Kepuasan Publik! Ivan, Ketua Kadin: Apresiasi Kinerja 100 Hari Gus Haris dan Lora Fahmi, Bupati Probolinggo

    79,6% Kepuasan Publik! Ivan, Ketua Kadin: Apresiasi Kinerja 100 Hari Gus Haris dan Lora Fahmi, Bupati Probolinggo

    PROBOLINGGO, KabarBromo66.com – “Saya ucapkan selamat kepada Gus Haris dan Lora Fahmi atas prestasi ini. Ini bukan hanya kebanggaan, tapi juga cerminan nyata dari kerja keras Berbenah Menuju SAE membangun Kabupaten Probolinggo,” ujar Gede Vandana Wijaya, Ketua Kadin Kabupaten Probolinggo, Kamis malam (29/5).

    Pernyataan tersebut ia sampaikan menanggapi hasil survei terbaru dari TheRepublic Research & Consulting yang menempatkan Bupati Probolinggo, Gus Haris, dan Wakil Bupati Lora Fahmi sebagai salah satu dari lima kepala daerah dengan tingkat kepuasan publik tertinggi dalam bidang pembangunan desa dan pemberantasan kemiskinan.

    Berdasarkan survei evaluasi kinerja 100 hari kepala daerah se-Jawa Timur, pasangan pimpinan daerah ini meraih 79,6% tingkat kepuasan publik. Angka tersebut mengantarkan Kabupaten Probolinggo berada di posisi ketiga, tepat di bawah Kabupaten Jember (83,1%) dan Kabupaten Ngawi (81,3%).

    Gede Vandana, yang akrab disapa Ivan, menuturkan bahwa pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa kebijakan-kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah daerah sudah menyentuh kebutuhan masyarakat.

    “Warga melihat dan merasakan langsung program-program yang digerakkan Gus Haris dan Lora Fahmi, mulai dari pembangunan hingga bantuan-bantuan sosial yang menyentuh warga secara luas,” ungkap Ivan.

    Ivan berharap capaian ini terus memperkuat kinerja dan konsistensi dalam pelayanan kepada masyarakat.

    “Semoga penghargaan publik ini menjadi pemacu semangat dan dampaknya secara luas Berbenah Menuju SAE,” tutup Ivan.

  • Di Tangan Hafifun Nasir, Desa Besuk Agung Siap Geliatkan Ekonomi Lewat Koperasi Merah Putih

    Di Tangan Hafifun Nasir, Desa Besuk Agung Siap Geliatkan Ekonomi Lewat Koperasi Merah Putih

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Alhamdulillah, karena ini instruksi langsung dari Presiden berkaitan dengan Koperasi Merah Putih, yang kita harapkan bisa memajukan perekonomian desa,” ujar Hafifun Nasir, Kepala Desa Besuk Agung, kepada awak media usai forum Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) pembentukan Koperasi Merah Putih di kantornya, Rabu malam (28/5).

    Kegiatan yang berlangsung di Desa Besuk Agung, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo ini menjadi bagian dari tindak lanjut Instruksi Presiden RI Prabowo Subianto Nomor 9 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekonomi Kelurahan dan Desa. Antusiasme warga cukup tinggi, terlihat dari keterlibatan pelaku UMKM hingga tokoh masyarakat dalam diskusi malam itu.

    “Yang kita genjot nanti utamanya adalah sektor pertanian, mulai dari pupuk, bantuan ke petani hingga hasil panen,” sambung Hafifun Nasir. Ia juga memaparkan struktur pengurus koperasi yang telah disepakati.

    Koperasi Merah Putih Desa Besuk Agung akan dinakhodai oleh Rizki Maulana Husein sebagai Ketua, dengan Ika Wulandari Wakil di bidang usaha, Azura Rahayu sebagai Sekretaris, Rahmat Al-Amin Wakil di bidang keanggotaan, dan Ahmad Sukriyanto sebagai Bendahara. Adapun pengawasan dipercayakan kepada Kepala Desa Hafifun Nasir, H. Ustadz Abu Bakar, dan Yuliati.

    Camat Besuk, Abdul Bari, S.H., M.Si., yang turut hadir, memuji jalannya musyawarah yang berlangsung dinamis dan demokratis. “Saya lihat forum ini hidup, bahkan melibatkan anak-anak muda sebagai pengurus, didampingi oleh pengawas yang sudah berpengalaman di bidang koperasi,” tuturnya.

    Abdul Bari menambahkan bahwa Desa Besuk Agung menjadi desa terakhir di Kecamatan Besuk yang menggelar Musdessus. Target pembentukan badan hukum koperasi ditetapkan selesai pada Juni, dan launching nasional akan dilakukan serentak pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi.

    “Harapannya, Koperasi Merah Putih ini bisa mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, demi kesejahteraan semua warga. Dari anggota, oleh anggota, untuk anggota,” pungkasnya.(Jhon Qudsi)