PROBOLINGGO, kabarbromo.com — Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kesiapan pelaksanaan ibadah haji bagi masyarakat Indonesia. Salah satu langkah konkrit tersebut diwujudkan melalui agenda Sosialisasi Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2027 yang digelar di Aula bin Hasan, Pondok Hati, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Dini Rahmania, S.I.AN., M.M., bersama perwakilan instansi terkait serta jajaran tokoh masyarakat setempat. Acara ini diselenggarakan guna memberikan pembekalan serta pemahaman komprehensif kepada para calon jemaah haji mengenai regulasi, skema pelayanan, hingga kesiapan fisik dan mental menjelang musim haji 2027.
Dalam pemaparannya, Hj. Dini Rahmania menekankan bahwa tata kelola ibadah haji memerlukan perencanaan yang matang dan berkelanjutan, bukan hanya menjelang hari keberangkatan semata. Pembenahan manajemen, pengawasan kuota, hingga pemenuhan standar fasilitas jemaah di Tanah Suci terus menjadi fokus perhatian utama Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Agama.
“Penyelenggaraan ibadah haji merupakan tugas besar negara yang melibatkan keselamatan, kenyamanan, dan kekhusyukan umat. Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi sejak jauh hari seperti ini sangat krusial agar jemaah memiliki kesiapan menyeluruh, baik secara administrasi, kesehatan, maupun pemahaman manasik,” tegas Dini di hadapan para peserta, Rabu (5/8/2026).
Suasana di Aula Pondok Hati tampak khidmat dan dipenuhi antusiasme dari puluhan peserta yang hadir. Sejumlah calon jemaah haji serta tokoh masyarakat menyimak dengan cermat setiap pemaparan materi dari para pimpinan dan narasumber yang hadir di meja utama.
Melalui forum ini, Komisi VIII DPR RI juga menyerap berbagai masukan dan aspirasi langsung dari masyarakat daerah. Langkah ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan dasar pengambilan kebijakan dalam rapat-rapat kerja bersama pemerintah, guna memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2027 berjalan transparan, efisien, dan humanis bagi seluruh jemaah Indonesia, khususnya dari wilayah Probolinggo dan sekitarnya. (Redaksi)


Pelatihan strategis ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, serta Inspektur Kabupaten Probolinggo Imron Rosyadi. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan komitmen tinggi Pemkab Probolinggo dalam memperkuat kualitas dan kompetensi sumber daya manusia pengawasan intern.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Inspektorat Kabupaten Probolinggo ini berlangsung selama empat hari, mulai 3 hingga 6 Agustus 2026, sebagai upaya meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kapabilitas APIP dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.





SIDOARJO, Kabarbromo66.com – Kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah kembali mencuat di Kabupaten Sidoarjo. Kali ini, seorang perempuan berinisial FWR menjadi korban tuduhan tanpa bukti yang diduga kuat sengaja disebarkan oleh mantan rekan kerjanya, berinisial IDYA asal Kedungdoro, Tegalsari, Surabaya. Tindakan tidak bertanggung jawab tersebut dinilai telah menyerang kehormatan, menginjak-injak martabat, serta menghancurkan reputasi sosial korban di hadapan publik.


