Kategori: Uncategorized

  • Pemkab Probolinggo Kembali Raih Opini WTP ke-12 Kalinya

    Sidoarjo |kabarbromo.com-            Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo kembali mencetak prestasi membanggakan di bidang tata kelola keuangan. Untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut, Pemkab Probolinggo meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024.

     

    Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dilakukan langsung oleh Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Jawa Timur Yuan Chandra Djaisin kepada Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris dan Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma di Auditorium BPK RI Perwakilan Jawa Timur, Sidoarjo, Kamis (17/4/2025).

     

    Turut mendampingi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Inspektur Kabupaten Probolinggo Imron Rosyadi serta Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kristiana Ruliani.

     

    Kepala Perwakilan BPK RI Jawa Timur Yuan Chandra Djaisin memberikan apresiasi kepada Kabupaten Probolinggo atas ketepatan waktu dalam menyampaikan laporan keuangan unaudited. Ketepatan waktu ini merupakan indikator penting dari keseriusan pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

     

    “Saya mengingatkan agar seluruh temuan dan rekomendasi dari hasil audit bisa segera ditindaklanjuti sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini penting untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah,” ujarnya.

     

    Sementara Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris mengatakan bahwa opini WTP ke-12 ini merupakan bukti nyata dari kerja keras seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Probolinggo. Oleh karena itu, pentingnya menjaga konsistensi dan integritas dalam mengelola keuangan daerah.

     

    “Alhamdulillah, Kabupaten Probolinggo kembali meraih opini WTP dari BPK RI yang ke-12 kalinya. Ini adalah hasil dari kerja keras seluruh tim di BPPKAD, Inspektorat dan seluruh Perangkat Daerah lainnya yang telah bekerja dengan penuh komitmen dan tanggung jawab,” katanya.

     

    Bupati Haris juga berharap agar raihan ini tidak membuat jajarannya terlena, melainkan semakin memacu semangat untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah. “Mudah-mudahan pada tahun mendatang, opini WTP ke-13 bisa kembali diraih,” harapnya.

     

    Sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma menyampaikan ucapan selamat atas raihan WTP ke-12 kalinya. Capaian ini merupakan fondasi yang kuat bagi Pemkab Probolinggo dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program-program pembangunan yang akuntabel dan tepat sasaran.

     

    “Kami berharap capaian ini bisa menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kinerja dan mempercepat tindak lanjut atas rekomendasi BPK. Tahun lalu, persentase tindak lanjut mencapai 93%. Tahun ini, kami menargetkan bisa naik menjadi 95%,” ungkapnya.

  • Diduga Menyalahgunakan APBDes, Kades Widoro Dilaporkan ke Kejari Kab. Probolinggo

    Diduga Menyalahgunakan APBDes, Kades Widoro Dilaporkan ke Kejari Kab. Probolinggo

     

     

    Probolinggo, kabarbromo66.con – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo (AMPP) melaporkan dugaan korupsi dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) di Desa Widoro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, untuk tahun anggaran 2023 s/d 2024.

    Laporan ini telah disampaikan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo pada 14 April 2025.

    Salah satu dugaan penyimpangan terjadi pada proyek pembangunan rabat beton yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Selain itu, LSM AMPP juga mencurigai keterlibatan oknum anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dalam dugaan korupsi ini, khususnya terkait dana pokok pikiran (pokir) yang masuk ke Pemerintah Desa Widoro.

    Ketua AMPP, H. Lutfi Hamid, menyatakan bahwa “laporan ini telah dilengkapi dengan bukti pendukung dan tembusan ke Presiden RI, Sekretariat Kabinet Merah Putih, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo akan memberikan klarifikasi resmi terkait laporan ini”.

    Sementara itu, Kepala Desa Widoro belum berhasil dimintai tanggapannya terkait laporan tersebut.

    Laporan LSM AMPP dinilai menjadi bagian dari upaya masyarakat sipil dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa, agar pembangunan di tingkat akar rumput benar-benar membawa manfaat bagi rakyat. ( bersambung) . Irawan.

  • ASN Diminta Perkuat Kolaborasi dan Sinergi Dalam Pelayanan Publik

    ASN Diminta Perkuat Kolaborasi dan Sinergi Dalam Pelayanan Publik

     

    KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menegaskan pentingnya kolaborasi dan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan pelayanan publik.

    Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi saat memimpin apel pagi bersama yang digelar di lingkungan Kantor Bupati Probolinggo, Senin (14/4/2025) pagi.

     

    Dalam suasana masih hangat pasca Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah, Rozi mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah kepada seluruh peserta apel. “Harapannya ibadah puasa yang telah dilaksanakan dapat diterima oleh Allah SWT dan membawa seluruh umat kembali dalam keadaan suci,” katanya.

    Menurut Rozi, apel pagi kali ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai profesionalisme di lingkungan ASN. Oleh karena itu pentingnya komitmen dan kedisiplinan sebagai bentuk kesiapan ASN dalam melayani masyarakat.

    “Kehadiran dalam apel pagi ini menjadi simbol integritas dan bukti nyata kesiapan kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kita tidak hanya bekerja, tapi melayani,” tegasnya.

    Rozi mengingatkan seluruh ASN untuk memahami dan menjalankan seluruh proses pemerintahan secara menyeluruh mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pelaporan hingga pertanggungjawabannya. Efisiensi anggaran yang terjadi pada APBD Kabupaten Probolinggo tahun 2025 bukanlah hambatan, melainkan tantangan yang harus dihadapi bersama.

    “Efisiensi bukan halangan, tapi tantangan yang mengharuskan kita bekerja lebih sinergi dan kolaboratif. Kita harus meninggalkan ego sektoral dan bergerak bersama, dari level pemerintah daerah, kecamatan hingga desa,” lanjutnya.

    Lebih lanjut Rozi menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai dasar ASN yang tidak hanya dijadikan slogan, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam keseharian sebagai pelayan publik. Oleh karena itu seluruh ASN diajak untuk yakin dan bangga menjalani profesi sebagai abdi masyarakat dan negara.

    “Kita harus yakinkan diri bahwa kita profesional dan berintegritas. Dengan begitu, kita akan mampu memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

    Rozi menegaskan bahwa sinergi antar instansi dan antar tingkatan pemerintahan akan menjadi kunci sukses pembangunan daerah. “Tanpa adanya kerja sama yang solid, berbagai program dan kebijakan tidak akan berjalan optimal,” tegasnya.

    Petugas apel pagi dalam kesempatan tersebut semuanya berasal dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo. Hery

     

  • Usai hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Pemerintah kecamatan Pajarakan Adakan Halal Bihalal.

    Usai hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Pemerintah kecamatan Pajarakan Adakan Halal Bihalal.


    Pemerintah Kecamatan pajarakan probolinggo, menggelar acara Halal bihalal . usai libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah . Bersama seluruh kepala desa Se – kecamatan pajarakan. Komandan koramil ,0820/15 pajarakan , kapolsek , BPD, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Tim Penggerak PKK, Tokoh agama dan tokoh masyarakat, di pendopo kantor kecamatan gading pada hari Senin. 14 /04/2025 .

    Dalam sambutannya camat pajarakan, Sudarmono, ST.MM, menyatakan adanya acara halal bihalal tersebut. Selain untuk bersilaturahim juga mereview target – target kinerja selanjutnya.

    ” Di moment usai Idul Fitri ini dan masih di bulan Syawal . kita bersama seluruh pemerintahan desa di Pajarakan melaksanakan halal bihalal dengan tujuan untuk mempererat tali solaturahim. Dan maaf bermaafan . di kesempatan ini kita juga saling mereview . target-target kinerja Apa yang akan kita capai di triwulan keduanya . dengan harapan apa yang menjadi amanah dari Bapak Pimpinan bisa kita laksanakan dengan baik dan target sasaran bisa tercapai ” Imbuhnya.

    Sementara adanya halal bilhalal tersebut disambut positif oleh Kepala Desa karanggeger. Bawon santoso, dirinya mengungkapkan moment tersebut untuk memperkuat hubungan antar instansi dan antar kepala desa.

    ” Semoga acara halal bilhalal di bawah kepemimpinan Pak Camat pajarakan saat ini . semakin mempererat hubungan antar kepala desa sekeacamtan pajarakan ‘ dalihnya. Dalihnya. Hery.

     

  • Sosialisasi Penggunaan Air Bersih dan Pemasangan Meteran Air di Desa Asembagus Kraksaan

    Sosialisasi Penggunaan Air Bersih dan Pemasangan Meteran Air di Desa Asembagus Kraksaan

     

     

    Pemerintah Desa Asembagus menggelar sosialisasi penggunaan air bersih dan pemasangan meteran air untuk seluruh warga desa. Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Asembagus, Ali Ibang Fansuri, perangkat desa, pengurus BUMDes, serta masyarakat pengguna layanan air bersih. Sabtu, 12/04/2025

    Dalam sambutannya, Kepala Desa Ali Ibang Fansuri menyampaikan pentingnya pengelolaan air bersih yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Asembagus. Ia menegaskan bahwa kualitas air bersih yang disalurkan telah memenuhi standar kelayakan dan layak konsumsi.

    “Saat ini air bersih sudah dikelola dengan baik dan sesuai standar. Kami mendorong masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, membayar retribusi dengan tertib, serta rutin memantau kondisi meteran air masing-masing,” ujar Kades Ali.

    Salah satu langkah utama yang kini dilakukan adalah pemasangan meteran air di setiap rumah warga. Tujuannya adalah agar penggunaan air bisa lebih merata dan adil bagi seluruh masyarakat. Sebelumnya, banyak warga menggunakan air tanpa batas karena tidak adanya meteran, menyebabkan pemborosan dan ketimpangan pemakaian.

    “Dengan meteran, pemakaian bisa lebih terkontrol. Ini juga bentuk keadilan karena semakin tinggi pemakaian, maka tagihan disesuaikan. Kami ingin memastikan semua warga mendapat akses air yang cukup dan setara,” jelas perwakilan BUMDes.

    Harga air ditetapkan sangat terjangkau, yakni Rp1.000 per 1.000 liter, atau Rp1 per liter. Warga diminta segera melaporkan jika tagihan tiba-tiba melonjak agar petugas bisa memeriksa kemungkinan adanya kebocoran pada sambungan.

    Pemasangan meteran disepakati dilakukan di depan rumah warga untuk memudahkan pengecekan dan menjaga transparansi penggunaan.

    Meskipun pemerintah pusat sedang melakukan pengetatan anggaran, Pemdes Asembagus tetap berupaya merealisasikan pembangunan infrastruktur air bersih. Saat ini telah dibangun 4 dari total 7 tandon air yang direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

    Sesi tanya jawab dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai keluhan yang ditanggapi secara langsung dan terbuka oleh pihak desa dan pengelola BUMDes.

    Acara ditutup dengan makan bersama dalam suasana kekeluargaan, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat di bulan Syawal ini.

    Dengan program ini, Desa Asembagus menegaskan komitmennya untuk pengelolaan air bersih yang lebih tertib, merata, dan berkelanjutan. Hery

  • Bupati Haris Hadiri Halal bihalal di Perum Perhutani Probolinggo

    Bupati Haris Hadiri Halal bihalal di Perum Perhutani Probolinggo

     

     

    PROBOLINGGO – Masih di momentum hari raya Idul Fitri 1446 H, Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menghadiri halal bihalal yang digelar oleh Perum Perhutani Probolinggo, Jum’at (11/4/2025) di Aula Kantor KPH Probolinggo.

    Di kesempatan ini pula, Perum Perhutani Probolinggo melaksanakan pelepasan purna tugas lingkup KPH Probolinggo sekaligus melaksanakan tasyakuran Bupati Probolinggo. Kehadiran Bupati Haris disambut oleh Plt Kepala Perum Perhutani KPH Probolinggo Misbakhul Munir beserta stafnya.

    Di momentum ini, dilaksanakan pemotongan tumpeng yang merupakan ungkapan rasa syukur atas terpilihnya Gus dr. Mohammad Haris sebagai Bupati Probolinggo terpilih. Potong tumpeng dilakukan oleh Bupati Haris yang diserahkan kepada Plt Kepala Perum Perhutani KPH Probolinggo Misbakhul Munir.

    Potongan tumpeng selanjutnya diserahkan kepada empat orang yang telah bekerja di Kantor KPH Probolinggo yang kini telah purna tugas. Yakni, Reny, Sutrisno, Hasbulah dan Suharto.

    Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menjelaskan Pemerintah Daerah selalu berkolaborasi dengan lembaga atau lintas sektor yang lainnya untuk menyukseskan pembangunan. “Besar harapan kami, kolaborasi ini terus terjalin dengan baik dan terus kita tingkatkan kedepannya,” katanya.

    Menurut Bupati Haris, Perum Perhutani KPH Probolinggo memiliki peran penting dan melaksanakan tugasnya untuk menjaga kehutanan atau menjaga alam. “Tentunya kami sangat berterima kasih kepada pihak Perhutani yang terus berkontribusi dan berupaya menjaga kelestarian kehutanan khususnya hutan di lingkungan Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

    Bupati Haris menegaskan dengan kebersamaan dan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersama Perhutani KPH Probolinggo ini nantinya akan mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di Kabupaten Probolinggo. “Kolaborasi yang kita jalin ini nantinya dapat membawa manfaat yang besar kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. Hery

     

     

  • Simpang Siur Adanya dugaan tebusan hilangnya motor. Polsek Pajarakan akan selidiki Hingga Tuntas .

    Simpang Siur Adanya dugaan tebusan hilangnya motor. Polsek Pajarakan akan selidiki Hingga Tuntas .

    Polsek Pajarakan, Polres probolinggo, menindaklanjuti informasi simpang siur terkait hilangnya sepeda motor milik seorang warga Dusun Kramat RT 10, Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Motor jenis Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi N 3569 BU tersebut dilaporkan hilang pada 4 April 2025 di area Masjid Baiturrahman, Desa Karanggeger.jumat , 11/04/2025.

     

    Korban berinisial MK, pemilik kendaraan, sebelumnya disebut telah menemukan kembali sepeda motornya dan menebusnya dengan uang sebesar Rp 3 juta. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah, hingga kini korban tidak melaporkan kejadian tersebut baik kepada pemerintah desa maupun Polsek Pajarakan.

    Kapolsek Pajarakan melalui Kanit Reskrim, Aiptu Andik Kurniawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan undangan klarifikasi kepada MK untuk dimintai keterangan terkait informasi yang beredar di tengah masyarakat. “Kami sudah panggil korban pada 11 April 2025 pukul 13.00 WIB untuk memberikan keterangan, namun yang bersangkutan tidak hadir dan tidak memberikan pemberitahuan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

    Menurut Andik, ketidakhadiran MK cukup disayangkan karena informasi dari masyarakat dan kepala desa menyebut bahwa sepeda motor tersebut telah ditebus dari pelaku atau penadah dengan sejumlah uang. “Jika benar demikian, maka penting bagi kami untuk menggali informasi lebih lanjut agar kasus ini terang benderang,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Desa Karanggeger, Bawon Santoso, turut angkat bicara. Ia menyayangkan sikap warganya yang tidak koperatif terhadap proses hukum. “Saya sangat menyayangkan jika korban tidak menghadiri undangan klarifikasi dari pihak kepolisian. Padahal, informasi yang saya dapat dari orang tua korban menyebutkan bahwa motor itu sudah ditebus sebesar Rp 3 juta,” katanya.

    Menurut Bawon, jika korban enggan memberikan penjelasan, maka dikhawatirkan ada indikasi korban justru berupaya melindungi pelaku kejahatan. “Jika ini tidak segera diusut, maka akan menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum di desa kami,” lanjutnya.

    Kanit Reskrim juga menambahkan bahwa pihaknya akan kembali memanggil MK untuk melakukan klarifikasi lanjutan. “Kami akan terus melakukan penyelidikan. Jika informasi soal penebusan itu benar, maka penting untuk mengetahui siapa pelaku atau penadahnya. Untuk itu kami berharap korban bisa koperatif,” ujarnya.

    Ia juga menyebut bahwa kepala desa telah menghubunginya secara langsung untuk menyampaikan kekhawatiran atas informasi yang simpang siur di masyarakat. “Kami mengapresiasi perhatian kepala desa. Tapi tentu saja, penyelidikan akan lebih maksimal jika korban hadir dan memberikan keterangan,” tambahnya.

    Polsek Pajarakan melalui Kanit Reskrim mengimbau masyarakat di wilayah Kecamatan Pajarakan agar tidak ragu melapor ke polisi jika mengalami atau mengetahui tindak pidana. “Kami siap menindaklanjuti setiap laporan agar hukum bisa ditegakkan dan pelaku kejahatan bisa segera diungkap,” pungkasnya. Hery

  • Ribuan Umat Muslim Padati Haul KH. Moh. Hasan Genggong

    PAJARAKAN – Ribuan umat Muslim memadati kawasan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo, Kamis (10/4/2025). Kehadiran mereka tidak lain untuk mengikuti haul ke-72 Almarhum Al Arif Billah KH Moh. Hasan bin Syamsudin bin Qoiduddin atau yang dikenal Kiai Hasan Sepuh.Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun 1839 ini menjadi saksi semangat kebersamaan dan kecintaan umat terhadap sosok KH Moh. Hasan yang dikenal sebagai ulama kharismatik, ahli ilmu serta pemilik banyak karomah.

    Sejak pagi hari, jamaah sudah memadati area Masjid Jami’ Al Barokah dan halaman utama pondok. Jalan raya Pajarakan-Krucil pun tampak tertutup oleh arus peziarah yang datang dari berbagai penjuru.Tradisi haul bukan sekedar peringatan kematian, tetapi momentum memperkuat ikatan rohani antara murid dan guru, umat dan ulama. Dalam haul KH Hasan Genggong, suasana religius terasa kental dengan pembacaan sholawat, tahlil dan khataman Al-Qur’an.

    Tahun ini, kegiatan haul juga diramaikan oleh program “Ngaji untuk Sang Kiai” yang berhasil mencatat khataman Al-Qur’an sebanyak 201 kali, pembacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW sebanyak 5.472.213 kali dan pembacaan Surat Al-Ikhlas sebanyak 1.919.466 kali.

    Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris bersama jajaran Forkopimda, keluarga besar Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong serta para ulama dan habaib dari berbagai wilayah. Penceramah utama yang mengisi tausiyah adalah KH Ahmad Said Asrori selaku Khatib Aam PBNU yang menyampaikan pesan-pesan hikmah dan keteladanan dari sosok KH. Moh. Hasan. Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menekankan pentingnya meneladani akhlak dan perjuangan KH. Moh. Hasan dalam membina umat. “Beliau bukan hanya guru, tapi juga pewaris risalah Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.

    Bupati Haris menjelaskan, KH. Moh. Hasan bin Syamsudin bin Qoiduddin bukan sekedar tokoh lokal, melainkan ulama besar yang sinarnya menembus batas zaman dan ruang. Lahir pada tanggal 27 Rajab 1259 H bertepatan dengan 23 Agustus 1843 di Desa Sentong Kecamatan Krejengan.

    “Beliau tumbuh dalam suasana penuh spiritualitas. Dikenal sebagai pribadi yang memiliki akhlak sempurna, tawadhu dan daya ingat luar biasa, KH. Moh. Hasan sejak muda sudah menunjukkan tanda-tanda kewalian,” jelasnya.

    Lebih lanjut Bupati Haris menegaskan, KH. Moh. Hasan menuntut ilmu dari para ulama besar di Pasuruan, Bangkalan hingga Mekkah al-Mukarramah. Sepulang dari Mekkah, KH. Moh. Hasan menikah dengan Nyai Rowaidah, putri dari KH Zainal Abidin, pendiri utama Pesantren Genggong. “Di bawah bimbingan beliau, pesantren berkembang pesat menjadi pusat dakwah, pendidikan dan spiritualitas,” terangnya. Bupati Haris menerangkan banyak kisah karomah KH. Moh. Hasan yang dikenal luas di kalangan masyarakat. Salah satunya tentang seorang nelayan yang ditolong dari tengah laut oleh sosok misterius yang kemudian diketahui sebagai KH Moh. Hasan.

    “Kisah ini menjadi salah satu dari banyak cerita nyata yang menunjukkan kedekatan beliau dengan Allah SWT. Namun, KH. Moh. Hasan selalu menekankan bahwa inti dari semua karomah adalah keteguhan akhlak dan ketaatan terhadap ajaran Nabi Muhammad SAW,” tegasnya. Menurut Bupati Haris, KH. Moh. Hasan memiliki hubungan erat dengan Nahdlatul Ulama (NU). KH. Moh. Hasan pernah mendapat perintah langsung dari Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari untuk menjadi Syuriah NU pertama di Kraksaan. Kecintaannya kepada NU diwujudkan secara nyata, bahkan hingga membangun struktur organisasi di tingkat pesantren.

    “Beliau tidak hanya membentuk NU secara fisik, tapi juga secara rohani, menjadikannya sebagai gerakan yang penuh kasih sayang, kebersamaan dan keteguhan dalam prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah,” ujarnya.

    KH. Moh. Hasan dikenal dengan gaya hidup yang sangat sederhana. Tidak pernah mengambil daun dari pohon tanpa izin, tidak pernah menyakiti siapapun dan selalu berusaha menebarkan kasih sayang kepada seluruh makhluk.

    “Salah satu kebiasaan beliau yang menjadi pelajaran berharga adalah pentingnya menjaga kesehatan dengan bangun pagi, tidur cukup dan menghindari begadang. Beliau juga sangat menekankan pentingnya dzikir pagi dan sore sebagai bentuk koneksi rohani yang menjaga stabilitas jiwa dan raga,” lanjutnya.

    Bupati Haris menerangkan KH. Moh. Hasan wafat pada malam 11 Syawal 1374 H atau 1 Juni 1955 dalam usia 112 tahun dalam hitungan Masehi. Wafatnya membawa duka mendalam. Ribuan orang dari berbagai wilayah datang untuk mengiringi kepergian beliau ke tempat peristirahatan terakhir. Tangisan dan keharuan mewarnai suasana saat jenazah disemayamkan.

    “Salah satu kisah menyentuh datang dari KH. Moh. Hasan Saifouridzal, putra beliau yang ketika itu masih muda dan merasa sangat berat menerima amanah besar melanjutkan perjuangan pesantren. Tangis dan pelukannya kepada sang ayah menjadi simbol ikatan batin yang dalam antara guru dan murid, ayah dan anak, ulama dan umat,” tambahnya.

    Tidak lupa Bupati Haris menambahkan bahwa Haul KH. Moh. Hasan bukan hanya ajang mengenang masa lalu, tapi momentum untuk menyambung sanad rohani. “Di tengah tantangan zaman, pesan-pesannya tetap relevan seperti hidup dalam ilmu, bersandar pada iman dan berkhidmat kepada umat,” ungkapnya.

    Bupati Haris melanjutkan membangun Kabupaten Probolinggo dan umat secara luas tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan dengan semangat kebersamaan. “Meneladani KH. Moh. Hasan berarti menanamkan nilai kasih sayang, ilmu dan kesungguhan dalam menjalani kehidupan,” pungkasnya. Tim.

     

     

  • Bupati Haris dan Ning Marisa Halal Bihalal Bersama Ribuan ASN dan Non ASN

     

     

    KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memulai hari pertama masuk kerja usai libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah dengan momentum kebersamaan melalui kegiatan halal bihalal bersama ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN, Selasa (8/4/2025).

    Kegiatan yang berlangsung di lantai 1 Kantor Bupati Probolinggo ini dipimpin langsung oleh Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Ugas Irwanto, S.Sos., M.Si, para staf ahli dan asisten.

    Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, para pegawai bersalam-salaman dengan Bupati Haris dan istri. Setelahnya, dilanjutkan dengan menyantap hidangan khas lebaran seperti opor ayam dan soto ayam.

    Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menyampaikan pesan penting terkait silaturahmi, peningkatan etos kerja dan penguatan budaya organisasi. Momentum pasca Idul Fitri harus menjadi titik balik dalam memperbaiki semangat kerja di lingkungan Pemkab Probolinggo.

    “Hari ini adalah kesempatan untuk menyambung kembali silaturahmi, merekatkan hubungan yang sempat renggang dan mengawali kerja dengan semangat baru. Saya ingin kita semua membangun Kabupaten Probolinggo ini bersama-sama,” ujarnya.

    Lebih lanjut Bupati Haris menegaskan bahwa setiap pegawai, baik ASN maupun Non ASN adalah bagian dari satu tubuh besar Pemkab Probolinggo. “Saya tidak menganggap panjenengan sebagai bawahan, tapi bagian dari keluarga besar. Kita semua adalah satu kesatuan kepala, tangan dan kaki yang saling terhubung dan harus saling merasakan,” tambahnya.

    Bupati Haris juga menyoroti pentingnya transisi menuju sistem kerja yang lebih digital dan kolaboratif. Enam bulan ke depan akan dijadikan masa evaluasi bagi para pimpinan unit kerja, terutama dalam hal loyalitas, pelayanan dan pengelolaan data digital satu pintu.

    “Tidak ada lagi alasan untuk mempertahankan pola kerja konvensional. Kita harus satu data, satu aplikasi dan satu semangat. Saya harap kerja sama semua pihak agar transisi ini berjalan maksimal,” tegasnya.

    Tidak lupa Bupati Haris juga mengingatkan bahwa pelayanan publik menjadi prioritas utama. “Rencana besar menuju disterilisasi pelayanan publik berbasis digital akan segera diterapkan di berbagai lini, termasuk pengelolaan pajak dan pelayanan PBB,” lanjutnya.

    Bupati Haris menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin mewakili jajaran Pemerintah Daerah. Sekaligus mengajak seluruh ASN dan Non ASN untuk menempatkan semangat pelayanan sebagai bentuk ibadah dan dedikasi kepada masyarakat. “Mari kita tunjukkan bahwa kita hadir untuk melayani. Saya ingin pemerintahan ini menjadi rumah kedua bagi kita semua,” pungkasnya. Irawan.

     

     

     

     

     

     

  • Cegah Gagal Panen, Diperta Gencarkan Pengendalian Wereng Coklat

     

     

    KOTAANYAR – Sejumlah petani di Kecamatan Kotaanyar, Pakuniran dan Paiton tengah menghadapi ancaman serius gagal panen akibat serangan hama wereng coklat. Hama ini telah menyebabkan kerusakan signifikan pada tanaman padi, mengancam ketahanan pangan dan perekonomian lokal. Jumat, 04/04/2025

    Menyikapi hal ini, Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat untuk mengendalikan penyebaran hama dan melindungi hasil panen petani.

    Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi menyatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah strategis dalam menghadapi serangan wereng coklat ini. “Dua minggu lalu, Dinas Pertanian telah menyalurkan bantuan insektisida ke wilayah Kecamatan Pakuniran dan Kotaanyar sebagai upaya awal pengendalian hama,” katanya.

    Selain itu jelas Arif, pihaknya juga aktif mengedukasi petani melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk meningkatkan kewaspadaan. Mengingat kondisi pertanaman padi yang lembab akibat cuaca, risiko penyebaran wereng semakin tinggi. “Oleh karena itu, pemantauan intensif harus dilakukan agar serangan bisa segera dikendalikan sebelum meluas,” jelasnya.

    Menurut Arif, Diperta telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi para petani guna menekan penyebaran wereng coklat diantaranya segera melakukan panen – Tanaman padi yang telah berumur lebih dari 85 hari sebaiknya segera dipanen untuk menghindari kerusakan lebih lanjut akibat serangan hama serta membakar jerami dan tanaman tersebut agar hama yang masih ada di pertanaman mati dan tidak menyebar ke pertanaman lain (yang lebih muda).

    “Kami akan melakukan surveilance saat masuk pertama (8 April) dan membagikan insektisida serta melakukan gerakan pengendalian secara serentak, terutama agar hama wereng tidak menyebar ke pertanaman sekitarnya yang masih sehat,” terangnya.

    Arif menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo berkomitmen untuk terus membantu petani dalam menghadapi ancaman hama wereng coklat. Melalui program pengendalian hama yang terstruktur, diharapkan produksi padi tetap terjaga dan ketahanan pangan daerah tidak terganggu.

    “Kami menekankan pentingnya deteksi dini dengan mengenali tanda-tanda awal serangan wereng seperti daun padi yang menguning dan mengering serta keberadaan wereng dalam jumlah banyak di batang tanaman. Dengan langkah yang tepat dan kerja sama antara pemerintah dan petani serta ancaman gagal panen akibat wereng coklat dapat diminimalisir,” pungkasnya. Hery

     

     

     

     

     

  • Pemkab Lakukan Penataan PKL di Kawasan Stadion Gelora Merdeka Kraksaan

    KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) melakukan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Stadion Gelora Merdeka Kraksaan, Jum’at (4/4/2025).

     

     

    Penataan PKL ini melibatkan 50 orang personel terdiri dari DKUPP, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub) serta Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo.

    Selain itu, penataan PKL ini juga melibatkan kolaborasi dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan kelancaran proses penataan di lapangan. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman dan nyaman, baik bagi pengunjung maupun para pedagang.

    Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Taufik Alami melalui Kepala Bidang Perdagangan Mehdinsareza Wiriarsa mengatakan kegiatan penataan PKL ini dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan ketertiban, keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung yang datang ke Stadion Gelora Merdeka Kraksaan. “Selain itu, kami juga ingin memberikan kepastian bagi para PKL agar mereka dapat beraktifitas dengan nyaman dan tertib,” ujarnya.

    Menurut Reza, penataan PKL di kawasan Stadion Gelora Merdeka Kraksaan juga akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya penataan yang lebih rapi, pengunjung dapat menikmati suasana yang lebih nyaman dan terorganisir saat mengunjungi area tersebut.

    “Penataan ini juga dilakukan untuk memperbaiki fasilitas umum, seperti pengelolaan parkir dan penyediaan infrastruktur kelistrikan yang akan memudahkan pengelolaan kegiatan di kawasan Stadion Gelora Merdeka,” jelasnya.

    Reza menerangkan bahwa Pemkab Probolinggo berharap agar penataan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kawasan Stadion Gelora Merdeka Kraksaan, baik untuk para pedagang maupun pengunjung. “Dengan adanya pengelolaan yang lebih baik, diharapkan akan tercipta kawasan yang nyaman dan menyenangkan bagi masyarakat,” harapnya.

    Lebih lanjut Reza menegaskan sebagai rencana tindak lanjut dari penataan ini adalah pembangunan infrastruktur kelistrikan dan pengelolaan parkir yang lebih efisien. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan mendukung kenyamanan serta ketertiban bagi semua pihak yang beraktivitas di sekitar stadion Gelora Merdeka Kraksaan.

    “Penataan PKL ini merupakan bentuk komitmen dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk menciptakan lingkungan yang tertib dan teratur. Harapannya, penataan PKL ini bisa meningkatkan kenyamanan dan ketertiban di ruang publik,” pungkasnya. Hery