

Probolinggo – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PENJARA bersama Advokat Cakra memberikan apresiasi terhadap kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh padepokan milik Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang berada di Desa Wangkal, Kabupaten Probolinggo, selama bulan suci Ramadhan. Rabu, 18/03/2026.
Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai agenda bernuansa Islami, seperti pengajian, buka puasa bersama, serta kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat sekitar. Aktivitas ini dinilai mampu memberikan dampak positif dalam memperkuat nilai keagamaan dan mempererat hubungan sosial antarwarga.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh anggota LBH PENJARA, Habib Lutvi Hamid. Ia menyebut bahwa kegiatan yang dilakukan di padepokan tersebut menjadi contoh baik dalam mengisi bulan Ramadhan dengan hal-hal yang bermanfaat.
“Kami mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan di padepokan ini. Selama Ramadhan, mereka mampu menghadirkan suasana religius yang penuh makna serta melibatkan masyarakat dalam kegiatan positif,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya berdampak pada peningkatan spiritual, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Habib Lutvi Hamid juga berharap agar kegiatan bernuansa Islami seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya saat bulan Ramadhan, namun juga di waktu-waktu lainnya.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi tempat lain untuk melakukan hal serupa,” tambahnya.
Dengan adanya dukungan dan apresiasi dari LBH PENJARA dan Advokat Cakra, diharapkan berbagai kegiatan positif yang digelar selama Ramadhan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekitar.
Hery.


Probolinggo – Semangat berbagi kepada sesama terus ditunjukkan oleh tokoh masyarakat di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya datang dari Syahroni, ST.ONE bersama Ibu Nur Hikmah, SE, warga Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, yang menggelar kegiatan sosial dengan membagikan parsel kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan rasa empati terhadap sesama, khususnya bagi warga yang membutuhkan. Dengan penuh keikhlasan, parsel-parsel berisi kebutuhan pokok disalurkan langsung kepada masyarakat sekitar. Rabu, 18 /03/2026 .
Syahroni mengungkapkan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan wujud nyata dari rasa syukur sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Berbagi ini adalah bentuk kepedulian kami kepada sesama. Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ibu Nur Hikmah juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kami ingin mengajak semua pihak untuk terus peduli terhadap lingkungan sekitar. Sekecil apapun bantuan yang diberikan, tentu sangat berarti bagi yang membutuhkan,” katanya.
Warga yang menerima bantuan pun tampak antusias dan mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi pihak lain.
Kegiatan berbagi parsel ini tidak hanya menjadi ajang sosial, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga serta menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan yang semakin kuat di tengah kehidupan bermasyarakat.
Hery

PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan menggelar kegiatan “Buka Bersama” yang menjadi momentum penguatan sinergi antara ulama, umara (pemerintah), dan organisasi kemasyarakatan. Acara yang berlangsung di kawasan Kalikajar, Paiton, Probolinggo pada Selasa (17/3/2026) ini, menegaskan kembali pentingnya kolaborasi lintas elemen dalam menjaga kondusivitas daerah.
Kegiatan yang dipusatkan di bawah naungan Saka Sembilan – Nurul Qadim 3 ini dihadiri oleh jajaran tokoh kunci dari berbagai latar belakang. Hadir di antaranya Ketua PCNU Kraksaan, KH. Chafidzul Hakim Noer, yang dalam sambutannya menekankan bahwa tradisi buka bersama bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan jembatan komunikasi untuk menyamakan persepsi dalam membangun umat.
Sinergi Ulama dan Umara
Nuansa kebersamaan kian kental dengan kehadiran unsur pimpinan daerah. Kapolres Probolinggo, AKBP Dr. M. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., dan Dandim 0820, Letkol Inf Ribut Yudo Apriyantono, tampak membaur di tengah jamaah. Kehadiran dua pucuk pimpinan keamanan ini merepresentasikan soliditas hubungan antara institusi negara dengan basis massa keagamaan di wilayah Probolinggo.
Selain aspek keamanan, dimensi spiritualitas acara diperkuat dengan kehadiran para pakar thoriqoh dan Al-Quran. Tampak hadir Pengurus JATMAN (Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah) Probolinggo, KH. Qusyairi, serta Ketua PC JQHNU Kota Kraksaan, Hb. Anis bin Hamid al Habsyi.
Pesan Inklusivitas
Salah satu poin menarik dalam pertemuan ini adalah kehadiran Dwi Rahmadiyanto selaku perwakilan dari Pengurus Daerah Muhammadiyah Probolinggo. Kehadirannya dipandang sebagai simbol inklusivitas dan ukhuwah islamiyah yang melampaui batas organisasi.
”Pertemuan ini menjadi cermin bahwa koordinasi antara ulama, kepolisian, TNI, hingga sesama organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah, adalah kunci stabilitas sosial,” ujar salah satu penyelenggara di lokasi.
Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama untuk kemaslahatan bangsa, diikuti dengan santap buka puasa yang menjadi puncak kehangatan interaksi antar-tokoh tersebut. (Red)

PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Penutupan sementara 5 (lima) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Probolinggo memicu kritik pedas dari Ketua Laskar Advokasi Siliwangi, Syaiful Bahri. Ia menilai langkah Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Probolinggo yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Ugas Irwanto terlalu lembek dan cenderung “hanya sekadar menyampaikan hasil evaluasi” ke tingkat provinsi tanpa tindakan konkret yang tegas di daerah.
Syaiful menyoroti bahwa berdasarkan Surat Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 869/D.TWS/03/2026, alasan utama pemberhentian operasional sementara SPPG di Jawa Timur adalah pelanggaran syarat formil yang fatal. Pelanggaran tersebut meliputi:
Syaiful menegaskan bahwa kelalaian dalam mengawasi SPPG bukan sekadar masalah teknis, melainkan pengabaian terhadap amanat undang-undang. Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 12 Ayat (1) Huruf b, yang menyatakan dengan tegas: “Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) meliputi: b. kesehatan”.
“Berdasarkan Pasal 12 UU 23/2014 ini, urusan kesehatan adalah mandat wajib bagi pemerintah daerah. Ini bukan soal menu yang ada ulat atau buah busuk semata, tapi soal legalitas dan standar pelayanan dasar kesehatan rakyat yang diabaikan oleh Satgas,” tegas Syaiful.
Sesuai surat dari BGN, berikut adalah unit SPPG di Kabupaten Probolinggo yang resmi ditutup sementara karena tidak memenuhi standar:
Syaiful secara khusus mempertanyakan status sanksi bagi sejumlah SPPG yang telah diadukan oleh pihaknya, termasuk SPPG Pakuniran Sogaan. Ia menilai Bupati Probolinggo atau Sekda sebagai pembantunya harus mengambil langkah Diskresi untuk melindungi warga.
“Seharusnya Bupati atau Sekda mengambil diskresi untuk langsung mencabut SLHS bagi SPPG yang terbukti melanggar. Secara administratif, jika daerah mencabut SLHS-nya, maka secara otomatis SPPG tersebut akan di-suspend oleh BGN pusat. Jangan hanya menunggu bola atau sekadar menjadi perpanjangan tangan administrasi provinsi,” tambahnya.
Menurut Syaiful, mencabut SLHS adalah langkah yang mudah dilakukan secara hukum karena menyangkut pelayanan dasar pemerintah daerah terhadap kesehatan masyarakat. Satgas MBG dituntut untuk bertindak lebih jauh daripada sekadar melaporkan hasil validasi data.
Sebelumnya, Ugas Irwanto menyatakan bahwa langkah tegas diambil untuk memastikan seluruh SPPG mengikuti aturan teknis. Namun, bagi Laskar Advokasi Siliwangi, pembenahan tersebut harus dibuktikan dengan transparansi sanksi dan keberanian eksekusi izin bagi unit yang jelas-jelas melanggar standar keamanan kesehatan sebagaimana diatur dalam UU Pemerintahan Daerah. (Ir)


Probolinggo – Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya yang akrab disapa Ivan atau Koko Ivan GSL, menggelar kegiatan buka puasa bersama pada Minggu (15/03/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh anggota Kadin Kabupaten Probolinggo, perwakilan SPPG Patokan, sejumlah LSM, serta insan media.
Acara yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara dunia usaha, organisasi masyarakat, serta media di Kabupaten Probolinggo, khususnya di bulan suci Ramadhan.
Dalam sambutannya, Ivan menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat kebersamaan dan membangun kolaborasi antar berbagai elemen masyarakat.
“Momentum Ramadhan ini sangat baik untuk mempererat silaturahmi dan membangun sinergi antara Kadin, SPPG, LSM, serta media. Dengan kebersamaan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kemajuan Kabupaten Probolinggo,” ujar Ivan.
Ia juga menegaskan bahwa Kadin sebagai wadah para pelaku usaha memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, komunikasi dan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak sangat diperlukan demi terciptanya iklim usaha yang kondusif.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para peserta terlihat saling berdiskusi, berbagi ide, serta mempererat hubungan antar lembaga yang hadir.
Menariknya, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pihak swasta, yakni PT Alamo yang turut mensuport terselenggaranya acara buka puasa bersama tersebut. Dukungan tersebut menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap kegiatan sosial serta upaya mempererat hubungan antar berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Probolinggo.
Hery.


Probolinggo – Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya yang akrab disapa Ivan atau Koko Ivan GSL, menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan seluruh anggota KADIN, perwakilan SPPG, LSM, serta insan media pada Minggu (15/03/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara dunia usaha, organisasi masyarakat, serta media di Kabupaten Probolinggo, khususnya di bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, Ivan menyampaikan bahwa bulan Ramadan merupakan momen yang tepat untuk memperkuat kebersamaan dan membangun kerja sama yang lebih solid antar berbagai elemen masyarakat.
“Ramadan ini merupakan momentum yang sangat tepat bagi kita semua untuk bersinergi, memperkuat kebersamaan, serta membangun komunikasi yang lebih baik antara KADIN, SPPG, LSM dan juga media,” ungkap Ivan di hadapan para tamu undangan.
Ia juga menegaskan bahwa KADIN sebagai wadah para pelaku usaha tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kolaborasi dengan organisasi masyarakat, lembaga sosial, hingga media sangat diperlukan demi mendorong kemajuan ekonomi daerah.
Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen tersebut dapat menciptakan ekosistem yang sehat bagi pertumbuhan dunia usaha di Kabupaten Probolinggo. Selain itu, sinergitas juga dinilai penting dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Dengan kebersamaan seperti ini, kami berharap hubungan yang sudah terjalin baik selama ini dapat terus diperkuat. Tujuannya tentu untuk bersama-sama membangun Kabupaten Probolinggo agar semakin maju,” tambahnya.
Acara buka puasa bersama tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para tamu undangan tampak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk saling berdiskusi, bertukar gagasan, serta mempererat hubungan silaturahmi.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan santap buka puasa bersama sebagai wujud kebersamaan antara pengurus KADIN, anggota, perwakilan SPPG, LSM, serta insan pers yang hadir dalam kegiatan tersebut
Hery.

PROBOLINGGO, kabarbromo.com — Infrastruktur jembatan di Desa Sumberkatimoho, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, kini dalam kondisi kritis. Kerusakan akses vital ini tidak hanya menghambat distribusi komoditas pertanian, tetapi juga mulai mengancam keselamatan warga dan memutus akses pendidikan bagi anak-anak sekolah.
Kondisi jembatan yang menghubungkan Desa Sumberkatimoho, Karangren, hingga Kedungcaluk tersebut kini nyaris ambruk. Sebagai akses utama, jembatan ini merupakan urat nadi bagi para petani untuk mengangkut hasil panen padi. Dengan kondisi saat ini, aktivitas ekonomi masyarakat praktis terhambat.
Persoalan paling krusial dirasakan di sektor pendidikan. Sejumlah siswa SD Sumberkatimoho yang biasanya hanya memerlukan waktu lima menit untuk sampai di sekolah, kini harus memutar melalui rute Desa Karangren dan Krejengan. Perjalanan yang semula singkat berubah menjadi 30 menit.
“Beberapa siswa nekat menyeberangi jembatan rusak dengan berjalan kaki. Ini sangat berisiko tinggi. Potensi jembatan ambruk sewaktu-waktu bisa memakan korban jiwa,” ujar Noval Yulianto, warga setempat yang juga Sekretaris DPW Lembaga Garuda Sakti, Sabtu (14/3/2026).
Aspirasi Digital
Lambatnya respons dari otoritas setempat memicu cara unik warga dalam menyampaikan keluh kesah. Kejadian ini sempat menarik perhatian publik di media sosial setelah seorang warga Sumberkatimoho mengadu langsung kepada Bupati Situbondo (Mas Rio), pemimpin daerah tetangga, melalui siaran langsung di platform TikTok.
Langkah “melompati” batas administratif ini dinilai sebagai bentuk kebuntuan komunikasi antara warga dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Kejadian yang viral tersebut dipandang sebagai kritik tajam bagi kinerja Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Probolinggo dalam menyerap aspirasi warga.
Ancaman Kegagalan Pelayanan
Kekecewaan warga kian memuncak dengan munculnya rencana iuran mandiri. Warga dikabarkan berencana mengumpulkan dana sebesar Rp 150.000 per kepala keluarga untuk memperbaiki jembatan secara swadaya.
Rencana ini memicu sorotan mengenai fungsi negara dalam penyediaan infrastruktur dasar. Jika perbaikan jembatan pada akhirnya dibebankan kepada kantong warga, hal tersebut dipandang sebagai potret kegagalan pelayanan publik.
“Apabila iuran warga ini benar-benar dilaksanakan karena pemerintah tetap bergeming, kami akan melaporkan hal ini ke Ombudsman RI. Ini adalah indikasi kuat kegagalan koordinasi antara eksekutif, legislatif, dan organisasi perangkat daerah di Probolinggo,” tegas Noval.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak agar Bupati Probolinggo dan jajaran legislatif segera meninjau lokasi guna memberikan langkah konkret. Intervensi segera diperlukan sebelum kerusakan jembatan tersebut memakan korban atau memicu gejolak sosial yang lebih besar akibat pembiaran infrastruktur publik. (Red)

PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah drastis dengan membekukan sementara operasional lima Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kebijakan ini diambil setelah validasi data mengungkap adanya pengabaian serius terhadap standar sanitasi dan lingkungan, terutama terkait pengolahan limbah dan sertifikasi higiene.
Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 869/D.TWS/03/2026 yang diterbitkan pada 11 Maret 2026, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II, Dony Dewantoro, menyatakan bahwa surat pemberhentian sebelumnya telah diperbarui untuk memastikan validitas data operasional di lapangan. Di Probolinggo, kegagalan pemenuhan standar didominasi oleh ketiadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Ancaman Higienitas
Hasil penyisiran data manual menunjukkan bahwa aspek higienitas menjadi titik lemah utama di wilayah ini. SPPG Kraksaan Kandang Jati Wetan, misalnya, tercatat melakukan pelanggaran ganda karena tidak memiliki SLHS sekaligus tidak memiliki IPAL. Kondisi serupa juga menimpa SPPG Probolinggo Banyuanyar Banyuanyar Tengah yang beroperasi tanpa sertifikasi higiene yang sah.
Selain itu, tiga unit lainnya, yaitu SPPG Kraksaan Bulu 2, SPPG Pakuniran Bucor Kulon, dan SPPG Sumberasih Lemah Kembar, dinyatakan tidak memiliki IPAL, meskipun secara administratif telah mengantongi izin higiene dan fasilitas tempat tinggal bagi petugas.
“Pemberhentian operasional ini bersifat sementara hingga yang bersangkutan dapat melengkapi persyaratan yang belum dipenuhi,” tulis Dony Dewantoro dalam surat tersebut.
Kontras Infrastruktur
Menariknya, di tengah buruknya infrastruktur sanitasi, seluruh SPPG di Probolinggo yang ditutup justru tercatat sudah memiliki fasilitas tempat tinggal atau mess bagi Kepala SPPG dan pengawas. Ketimpangan ini menunjukkan adanya prioritas pembangunan fisik yang belum menyentuh aspek fundamental kesehatan lingkungan dalam penyediaan gizi publik.
Ketegasan Badan Gizi Nasional ini menjadi sinyal kuat bahwa standar keamanan pangan tidak dapat ditawar. Tanpa IPAL dan sertifikasi higiene yang memadai, fasilitas penyedia gizi justru berisiko menjadi sumber masalah kesehatan baru bagi masyarakat yang seharusnya dibantu.
Daftar SPPG Probolinggo yang Diberhentikan Sementara: SPPG Kraksaan Bulu 2: Tidak ada IPAL; SPPG Banyuanyar Banyuanyar Tengah: Tidak ada SLHS; SPPG Pakuniran Bucor Kulon: Tidak ada IPAL; SPPG Sumberasih Lemah Kembar: Tidak ada IPAL; SPPG Kraksaan Kandang Jati Wetan: Tidak ada SLHS dan IPAL. (red)


Probolinggo – Aliansi L3GAM Probolinggo yang dikomandoi oleh Lutfi Hamid menggelar kegiatan buka puasa bersama sebagai wujud kebersamaan sekaligus mempererat tali silaturahmi antar anggota. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam suasana penuh kehangatan menjelang Hari Raya Idul Fitri yang tinggal kurang dari satu minggu lagi. Jum’at, 13/03/2026.
Acara buka bersama tersebut digelar di Depot Terkenal Ibu Wiwik dan dihadiri oleh sejumlah anggota Aliansi L3GAM Probolinggo, serta beberapa rekan dari berbagai elemen masyarakat, aktivis, dan wartawan. Momentum ini menjadi ajang untuk memperkuat komunikasi serta menjaga kekompakan antar anggota organisasi.
Komandan Aliansi L3GAM Probolinggo, Lutfi Hamid, menyampaikan bahwa kegiatan buka bersama ini bukan sekadar agenda berbuka puasa, melainkan menjadi sarana mempererat hubungan persaudaraan serta memperkuat solidaritas di antara anggota.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menjaga kebersamaan dan mempererat silaturahmi antar anggota Aliansi L3GAM Probolinggo. Apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi, momentum Ramadan ini sangat tepat untuk saling memaafkan dan memperkuat persaudaraan,” ujar Lutfi Hamid.
Ia juga menambahkan bahwa kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus terjaga, sehingga Aliansi L3GAM Probolinggo tetap solid dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial serta pengawasan terhadap berbagai isu di tengah masyarakat.
Selain berbuka puasa bersama, kegiatan tersebut juga diisi dengan ramah tamah serta doa bersama agar seluruh anggota dan masyarakat senantiasa diberikan kesehatan serta keberkahan di bulan suci Ramadan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan silaturahmi di antara anggota Aliansi L3GAM Probolinggo semakin kuat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Hery.


PROBOLINGGO – Ruas Tol Prosiwangi (Probolinggo – Situbondo – Banyuwangi) akan dibuka secara fungsional untuk mudik lebaran Idulfitri 1447 H tahun 2026.
Hal itu seperti disampaikan oleh Kasatlantas Polres Probolinggo, AKP Safiq Jundhira Zulkarnain saat mempersiapkan Pos Pelayanan di Exit Tol Kraksaan, Jumat (13/3/26).
AKP Safiq yang juga selaku Kasatgas Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat Semeru 2026 Polres Probolinggo mengatakan, ruas Tol Prosiwangi akan dibuka fungsional mulai tanggal 14 hingga 29 Maret 2026, mulai pukul 06.00 – 16.00 WIB.
“Ruas Tol Prosiwangi dibuka dua lajur A dan B, dari Kraksaan – Paiton – Situbondo Barat,” ujar AKP Safiq.
Namun demikian lanjut AKP Safiq, untuk ruas Paiton – Situbondo Barat hanya diperuntukan untuk kendaraan Golongan 1 saja.
Masih kata AKP Safiq, Polres Probolinggo Polda Jatim telah mendirikan Pos Pelayanan dan Pengamanan di setiap Exit Tol yang ada di wilyah hukum Polres Probolinggo.
“Posyan dan Pospam di exit tol Paiton,Kraksaan,Gending dan Leces sudah kita siapkan untuk memberikan pelayanan kepada pemudik,” kata AKP Safiq
Ia mengimbau agar para pemudik dapat memanfaatkan Pos yang sudah disediakan oleh Kepolisian saat mudik atau balik lebaran nantinya.
“Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan, patuhi rambu lalu lintas dan memanfaatkan rest area untuk beristirahat jika merasa lelah selama perjalanan,”pesan AKP Safiq. (*)
Hery