Blog

  • Disdikdaya dan PGRI Gelar Sosialisasi dan Pendampingan SAE Law Care, Dorong Guru Melek Hukum

     

    KRAKSAAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo bersinergi dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Probolinggo menggelar sosialisasi dan pendampingan SAE Law Care di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (4/11/2025).

    Kegiatan yang mengambil tema “Melek Hukum, Guru Berdaya Mendukung Profesionalisme dan Perlindungan Guru Dalam Tugas Pendidikan” ini diikuti oleh 650 orang peserta terdiri dari Ketua PGRI Kecamatan, Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Dikdaya Kecamatan serta Kepala Sekolah jenjang TK, SD dan SMP se-Kabupaten Probolinggo.

    Sosialisasi dan pendampingan SAE Law Care ini menghadirkan narasumber terdiri dari Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono, Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Asim, Ketua SAE Law Care Deni Ilhami dan Kanit PPA Polres Probolinggo Aiptu Agung Dewantara.

    Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Asim menyampaikan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun ke-80 PGRI tahun ini menjadi momentum penting bagi insan pendidikan untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kesadaran hukum para guru.

    “Di bulan Nopember ini kita melaksanakan dua agenda besar, yaitu Hari Guru Nasional yang merupakan ranah pemerintah sesuai Keppres Nomor 74 Tahun 1994 dan Hari Ulang Tahun ke-80 PGRI sebagai ranah organisasi profesi guru,” ujarnya.

    Asim menegaskan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara PGRI Kabupaten Probolinggo dengan Tim SAE Law Care yang dibentuk oleh pemerintah daerah. “Tim ini bertugas memberikan pendampingan dan konsultasi hukum kepada para ASN, khususnya kepada guru,” jelasnya.

    Ia berharap, melalui kegiatan ini para guru dapat memperoleh pencerahan dan arahan dari narasumber Tim SAE Law Care dan Polres Probolinggo, sehingga lebih memahami batasan-batasan hukum dalam menjalankan tugas profesionalnya di sekolah.

    “Asasnya sederhana, guru harus melek hukum. Pulang dari kegiatan ini, kita semua diharapkan tahu batas-batas mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam mendisiplinkan siswa. Dengan begitu, guru bisa bekerja dengan tenang, aman dan terlindungi secara hukum,” tegasnya.

    Menurut Asim, peran guru yang berhadapan langsung dengan siswa dari berbagai latar belakang seringkali menimbulkan tantangan tersendiri dalam menjaga disiplin dan etika pendidikan. Karena itu, pemahaman hukum menjadi kebutuhan penting agar tidak ada lagi guru yang merasa khawatir atau terintimidasi saat menjalankan tugasnya.

    “Guru juga manusia biasa. Dalam mendidik dan menegakkan disiplin tentu ada keterbatasan dan ujian kesabaran. Dengan pencerahan hukum ini, kami berharap guru semakin profesional, percaya diri dan terlindungi dalam menjalankan perannya sebagai pendidik,” tambahnya.

    Sementara Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono mengatakan meskipun secara nasional Hari Guru jatuh pada 25 Nopember, pelaksanaannya di Kabupaten Probolinggo dilakukan lebih awal sebagai bentuk perhatian dan apresiasi khusus kepada para pendidik.

    “Kami lebih awal melaksanakan peringatan ini sebagai bentuk apresiasi dan perhatian khusus kepada para guru, khususnya di Kabupaten Probolinggo. Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah Daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan perhatian maksimal kepada para pendidik sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas,” katanya.

    Hary juga menyoroti peran strategis guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk karakter generasi penerus. Kesejahteraan, perlindungan dan peningkatan kapasitas guru harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

    “Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembimbing dan teladan masyarakat. Karena itu, kesejahteraan, perlindungan dan peningkatan kapasitas guru menjadi faktor utama yang harus terus kita prioritaskan,” terangnya.

    Lebih lanjut Hary mengakui masih banyak persoalan hukum yang menimpa guru akibat kurangnya pemahaman mengenai hak dan kewajiban dalam menjalankan tugas. Untuk itu, pihaknya menggandeng PGRI Kabupaten Probolinggo meluncurkan program SAE Law Care sebagai solusi edukatif.

    “Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo bersinergi dengan PGRI Kabupaten Probolinggo untuk mengenalkan program SAE Law Care. Program ini merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Bupati Probolinggo yang fokus pada perlindungan dan pemberdayaan guru melalui peningkatan literasi hukum,” jelasnya.

    Hary menambahkan, guru yang melek hukum akan lebih percaya diri dan profesional dalam menjalankan tugas. Kepala sekolah yang paham hukum dapat membantu mendampingi guru menghadapi tantangan hukum sehingga menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan aman.

    “Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kesadaran hukum para pendidik, memperkuat profesionalisme dan memberikan perlindungan nyata bagi guru. Semoga para kepala sekolah dan guru dapat menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekolah dan masyarakat luas,” pungkasnya. ***

     

    Hery

     

     

  • Ketua LSM Libas88 Minta Ketua DPRD Probolinggo Ambil Langkah Strategis Agar Biaya Visum di Faskes Gratis

    Ketua LSM Libas88 Minta Ketua DPRD Probolinggo Ambil Langkah Strategis Agar Biaya Visum di Faskes Gratis

    Probolinggo, kabarbromo.com – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Libas88 menyampaikan keberatan atas biaya visum yang dibebankan oleh pihak rumah sakit kepada korban dalam salah satu kasus yang tengah ditanganinya.

    Menurutnya, visum merupakan bagian dari proses pembuktian hukum yang difasilitasi aparat penegak hukum, sehingga seharusnya tidak dibebankan kepada korban atau keluarga korban.

    “Kami menilai kebijakan penarikan biaya visum kepada korban adalah bentuk ketidakpekaan terhadap kondisi sosial dan hukum masyarakat kecil. Negara seharusnya hadir memberikan perlindungan dan pelayanan hukum yang berkeadilan,” ujar Ketua LSM Libas88, Ust. Muhyiddin, Selasa (4/11/2025).

    Ia menambahkan, biaya visum yang diminta rumah sakit dinilai memberatkan dan berpotensi menghambat proses hukum karena tidak semua masyarakat mampu membayarnya.

    Sebagai solusi, Libas88 secara tegas meminta Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo untuk segera mengambil langkah strategis. Tujuannya agar seluruh fasilitas kesehatan di kabupaten ini memberikan layanan visum secara gratis, sesuai ketentuan hukum yang menyatakan bahwa biaya visum memang menjadi tanggung jawab negara.

    “Kami berharap Ketua DPRD segera bertindak agar seluruh fasilitas kesehatan di Probolinggo memberikan visum gratis bagi korban. Keadilan tidak boleh tergantung kemampuan membayar,” tegas Ketua LSM Libas88.

    Hingga berita ini diturunkan, pihak rumah sakit belum memberikan tanggapan resmi terkait keberatan yang disampaikan LSM Libas88, sementara masyarakat menunggu langkah konkret DPRD untuk memastikan hak korban terlindungi. (Red)

  • LSM LIBAS88: Dugaan Kekerasan Seksual Tak Bisa Ditutupi dengan Romantika

    LSM LIBAS88: Dugaan Kekerasan Seksual Tak Bisa Ditutupi dengan Romantika

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Menanggapi isu yang meminta masyarakat menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dalam perkara dugaan tindak pidana eksploitasi seksual yang melibatkan seorang oknum Pengasuh Ponpes di Kecamatan Gending Kab. Probolinggo, Ketua LSM Libas88, Ust. Muhyiddin, menilai langkah tersebut terlalu dini dan terkesan menutupi substansi persoalan hukum yang sedang dihadapi.

    Dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/11/2025), Ust. Muhyiddin menegaskan bahwa asas praduga tak bersalah memang prinsip dasar hukum, namun tidak boleh dijadikan tameng untuk menutupi dugaan perbuatan tidak pantas, terlebih bila melibatkan unsur relasi kuasa dan lembaga pendidikan keagamaan.

    “Jangan berlindung di balik istilah ‘suka sama suka’. Dalam konteks hukum dan moral, apalagi jika ada hubungan santri dan pengasuh, itu bukan hubungan yang seimbang. Relasi kuasa tetap ada, dan itu yang harus diusut tuntas,” tegasnya.

    Ia menilai, pembelaan yang disampaikan secara terbuka justru dapat mempengaruhi opini publik dan menimbulkan kesan seolah kasus ini hanyalah persoalan pribadi. Padahal, menurutnya, ada aspek sosial, moral, dan perlindungan perempuan yang harus diutamakan.

    “Kita bukan sedang membicarakan cinta remaja. Ini soal tanggung jawab moral seorang tokoh yang punya posisi pengaruh. Polisi harus bekerja secara profesional dan tidak terpengaruh opini apapun,” ujarnya dengan tegas.

    Lebih lanjut, Ust. Muhyiddin meminta pihak kepolisian untuk mendalami semua bukti dan keterangan secara objektif, serta memastikan bahwa korban memperoleh perlindungan maksimal sebagaimana diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

    “LSM Libas88 siap mengawal kasus ini sampai tuntas. Jika memang terbukti ada tindak pidana, maka harus diproses sesuai hukum. Jangan ada kompromi terhadap kekerasan, sekecil apa pun bentuknya,” pungkasnya. (Red)

  • AMPP Bantah Narasi “Suka Sama Suka” dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Probolinggo

    AMPP Bantah Narasi “Suka Sama Suka” dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Probolinggo

    Probolinggo, kabarbromo.com – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo (AMPP), H. Luthfi Hamid, menanggapi tegas pemberitaan yang beredar di media sosial terkait kasus dugaan kekerasan seksual di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Probolinggo.

    Terdapat narasi bahwa hubungan antara pelapor dan terlapor didasari “kerelaan kedua belah pihak”. Pernyataan tersebut langsung dibantah oleh AMPP karena dinilai menyesatkan publik dan berpotensi mengaburkan substansi perkara.

    “Dalih suka sama suka tidak dapat menghapus unsur kekerasan. Apalagi kalau peristiwa itu terjadi di lingkungan pendidikan di mana terdapat relasi kuasa antara pengasuh dan santri. Itu bukan hubungan setara,” tegas H. Luthfi Hamid, Selasa (4/11/2025).

    Menurutnya, kasus ini tidak bisa dianggap persoalan pribadi karena terjadi di lembaga pendidikan yang memiliki tanggung jawab moral, sosial, dan perlindungan terhadap santri.

    “Lembaga pesantren harus tetap bertanggung jawab secara etis. Jangan berlindung di balik alasan bahwa ini masalah pribadi. Masyarakat berhak tahu bahwa lingkungan pendidikan wajib aman dari kekerasan dalam bentuk apa pun,” lanjutnya.

    Lebih jauh, AMPP menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Polres Probolinggo yang telah menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan. Luthfi berharap penyidik bekerja secara profesional, transparan, dan tidak terpengaruh tekanan dari kelompok mana pun.

    “Kami percaya aparat penegak hukum akan menuntaskan kasus ini secara objektif. Tidak boleh ada intervensi, apalagi upaya menutupi fakta dengan alasan menjaga nama baik lembaga,” tegasnya.

    Di akhir pernyataannya, H. Luthfi Hamid mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, namun tetap kritis terhadap narasi yang berpotensi melemahkan korban.

    “Kita jaga kondusivitas, tapi jangan biarkan kekerasan seksual dibungkus dengan istilah suka sama suka,” pungkasnya. (Red)

     

  • Distribusi Air PDAM Dilakukan Secara Bergilir Akibat Longsor

    Distribusi Air PDAM Dilakukan Secara Bergilir Akibat Longsor

     

     

     

    PDAM Kabupaten Probolinggo mengumumkan bahwa pelayanan air bersih kepada pelanggan di wilayah Satreyan dan sekitarnya saat ini dilakukan secara bergilir. Kebijakan ini diambil menyusul kerusakan jaringan pipa utama akibat longsor yang terjadi di sekitar area sumber air.

    Informasi tersebut disampaikan secara resmi melalui grup WhatsApp pelanggan PDAM pada. Senin, 3 November 2025. Dalam pengumuman itu disebutkan bahwa pembagian jadwal layanan bergilir dilakukan agar seluruh pelanggan tetap mendapatkan pasokan air secara merata selama proses perbaikan berlangsung.

    “Kerusakan terjadi akibat longsor yang mengenai jalur pipa utama, sehingga debit air ke pelanggan menurun drastis. Untuk sementara, distribusi dilakukan bergantian sambil tim teknis memperbaiki saluran,” ujar , SUKRI . pihak PDAM dalam keterangan resminya. Melalui sambuangan WhatsApp

    Berikut daftar wilayah yang mendapat giliran pelayanan air pada hari Senin, 3 November 2025:

    1. Satreyan barat jalan (Jln Raya)

    2. Satreyan timur jalan (Jln Raya)

    3. Satreyan Bendungan (ke timur kantor Lira)

    4. RT 4 (Jln ke Songa) dan RT 3 (Selatan Puskesmas)

    5. RT 1 & RT 2 (Jln ke barat Puskesmas)

    6. RT 1, RT 3, RT 4 (Jln Astasura)

    7. RT 2 dan RT 3 (belakang SMA)

    8. RT 7 dan RT 8 (Jln Raya & gang ke timur Masjid Jami’ RA)

    9. RT 6 (timur pasar) dan RT 7 (Timur TB P. Joko)

    10. RT 5 dan RT 6 (Jln ke Wangkal)

    11. Satreyan Bendungan (arah Gerongan Dusun Curah Lele)

    PDAM juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama masa perbaikan. Pihaknya menegaskan bahwa jadwal layanan bisa berubah sewaktu-waktu, terutama jika terjadi pemadaman listrik atau pompa air perlu dihentikan sementara untuk istirahat.

    “Petugas kami terus bekerja di lapangan untuk mempercepat proses perbaikan agar layanan bisa kembali normal. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan terima kasih atas kesabaran masyarakat,” tambah pihak PDAM.

    Langkah distribusi air secara bergilir ini diharapkan dapat meminimalkan dampak gangguan layanan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi hingga seluruh jaringan pipa kembali berfungsi normal.

     

     

    Hery.

     

     

     

     

  • Pembacokan Ketua Ormas Guncang Probolinggo, LIBAS88 Ultimatum Polisi: Tangkap Pelaku Sekarang Juga!

    Pembacokan Ketua Ormas Guncang Probolinggo, LIBAS88 Ultimatum Polisi: Tangkap Pelaku Sekarang Juga!

    PROBOLINGGO, kabarbromo.com – Aksi kekerasan yang menimpa Ketua Ormas Madas Nusantara Kota Probolinggo, Mas Hayyi, pada Minggu (2/11/2025) siang, membuat geger warga Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Korban diserang secara brutal oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Jl. Raya Dringu, Gili Pasar, Desa Jorongan, sekitar pukul 14.30 WIB.

    Dari keterangan warga, pelaku tiba-tiba mendekati korban lalu mengayunkan senjata tajam ke arah kepala Mas Hayyi. Serangan mendadak itu membuat korban mengalami luka cukup serius dan harus dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

    Usai melakukan aksinya, pelaku langsung kabur ke arah selatan. Aparat dari Polsek Leces segera turun ke lokasi dan melakukan olah TKP. Sejumlah barang bukti serta keterangan saksi telah dikumpulkan untuk mengungkap identitas pelaku.

    Kanit Reskrim Polsek Leces, Aiptu Fajar Prajawanto, S.H., M.H., membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya sedang bekerja keras untuk mengungkap kasus ini.

    “Kami masih mengembangkan penyelidikan di lapangan dan memeriksa beberapa saksi. Semua bukti akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur,” ujarnya.

    Kasus pembacokan ini langsung mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Ketua LSM LIBAS88, Ust. Muhyiddin. Ia menilai tindakan brutal tersebut tidak bisa dibiarkan karena menyangkut keamanan publik.

    “Kami meminta Polsek Leces dan Polres Probolinggo segera menangkap pelaku. Jangan beri ruang bagi kejahatan seperti ini. Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya,” ujar Muhyiddin menegaskan.

    Menurutnya, penyerangan terhadap tokoh ormas bukan hanya tindak kriminal biasa, melainkan juga dapat mengganggu stabilitas sosial dan ketertiban masyarakat. Ia berharap aparat menindak tegas siapa pun yang terlibat tanpa pandang bulu.

    Sementara itu, kondisi Mas Hayyi dilaporkan mulai stabil meski masih menjalani observasi intensif di fasilitas kesehatan. Hingga kini, tim kepolisian masih memburu pelaku dan mendalami motif di balik peristiwa tersebut.

    Kejadian di jalur padat lalu lintas Leces ini menjadi sorotan warga. Mereka berharap aparat segera menuntaskan kasus ini dan memastikan rasa aman bagi seluruh masyarakat Probolinggo.

     

  • Tokoh Ormas Probolinggo Jadi Korban Pembacokan, H. Luthfi Hamid Desak Penegak Hukum Bergerak Cepat

    Tokoh Ormas Probolinggo Jadi Korban Pembacokan, H. Luthfi Hamid Desak Penegak Hukum Bergerak Cepat

    Probolinggo, kabarbromo.com – Peristiwa mengejutkan terjadi di wilayah Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Minggu (2/11/2025) siang. Ketua Ormas Madas Nusantara Kota Probolinggo, Mas Hayyi, menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK). Akibat serangan dengan senjata tajam itu, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

    Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di kawasan Jl. Raya Dringu, Gili Pasar, Desa Jorongan. Berdasarkan keterangan warga, pelaku melakukan aksinya secara tiba-tiba, kemudian melarikan diri ke arah selatan setelah membacok korban.

    Kanit Reskrim Polsek Leces, Aiptu Fajar Prajawanto, S.H., M.H., membenarkan adanya laporan pembacokan tersebut. Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti.

    “Kami masih mendalami keterangan saksi dan menelusuri identitas pelaku. Semua bukti di lapangan akan kami tindaklanjuti secara profesional,” tegasnya.

    Menanggapi peristiwa ini, Ketua LSM Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo (AMPP), H. Luthfi Hamid, mendesak aparat penegak hukum untuk bergerak cepat mengungkap pelaku penyerangan.

    “Polres dan Polsek jangan biarkan kasus ini berlarut-larut. Dalam waktu 1×24 jam, pelaku harus sudah ditemukan agar masyarakat tidak resah,” ujarnya dengan nada tegas.

    Menurutnya, serangan terhadap tokoh ormas seperti ini bukan hanya bentuk kriminalitas biasa, tetapi juga bisa memicu keresahan sosial di masyarakat jika tidak segera diusut tuntas. Ia juga meminta pemerintah daerah memperkuat koordinasi keamanan antarwilayah agar kejadian serupa tidak terulang.

    Saat ini kondisi Mas Hayyi dilaporkan berangsur stabil, namun masih menjalani observasi medis. Sementara tim kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif dan pengejaran terhadap pelaku yang belum tertangkap.

    Peristiwa ini menyita perhatian publik mengingat lokasi kejadian berada di jalur padat lalu lintas. Warga berharap aparat kepolisian mampu memberikan rasa aman dan segera menuntaskan kasus ini secara transparan.

  • Ketua Media Trabas Hadiri Pernikahan Putra Kepala Desa Ganting Wetan

    Ketua Media Trabas Hadiri Pernikahan Putra Kepala Desa Ganting Wetan

     

     

     

    Ketua Media Trabas Media Group, Syahroni, menghadiri acara pernikahan putra dari Bapak Suherman, Kepala Desa Ganting Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, pada  siang hari ini  . Acara tersebut berlangsung meriah dan penuh keakraban, dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, perangkat desa, serta para tamu undangan dari berbagai kalangan. Minggu, 02/11/2025.

    Dalam kesempatan tersebut, Syahroni menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik kepada keluarga besar Bapak Suherman atas pernikahan putranya. Ia juga mengapresiasi semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Desa Ganting Wetan dalam menyukseskan acara tersebut.

    “Sebagai mitra pemerintah desa, Media Trabas Media Group selalu berkomitmen untuk mendukung program-program pembangunan dan kemajuan di tingkat desa. Namun demikian, kami juga tetap memegang teguh prinsip independensi dan sikap kritis dalam menjalankan fungsi kontrol sosial,” ujar Syahroni di sela-sela acara.

    Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peran media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah desa. Dengan demikian, diharapkan terjalin sinergi positif dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan warga.

    Sementara itu, Kepala Desa Ganting Wetan, Bapak Suherman, menyampaikan terima kasih atas kehadiran berbagai pihak yang turut meramaikan acara bahagia keluarga besarnya. Ia berharap momentum tersebut semakin mempererat hubungan silaturahmi antarwarga dan para mitra pemerintah desa.

    Acara berlangsung dengan penuh kehangatan dan suasana kekeluargaan, diiringi dengan hiburan serta jamuan bagi para tamu undangan.

     

     

    Hery.

  • PEMERINTAH DESA WANGKAL GELAR GLADI BERSIH RUTIN SETIAP DUA MINGGU SEKALI

    PEMERINTAH DESA WANGKAL GELAR GLADI BERSIH RUTIN SETIAP DUA MINGGU SEKALI

     

     

     

    Pemerintah Desa Wangkal bersama Kepala Desa Ahmad Taufiq dan seluruh perangkat desa kembali melaksanakan kegiatan gladi bersih di lingkungan balai desa dan sekitarnya. Kegiatan ini telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan kerja pemerintahan desa.minggu,02/11/2025.

    Dalam kegiatan tersebut, seluruh perangkat desa ikut terlibat aktif, mulai dari staf pemerintahan, linmas, hingga perwakilan lembaga kemasyarakatan desa. Sejak pagi, mereka bergotong royong membersihkan halaman kantor desa, selokan, serta area umum di sekitar balai desa.

    Kepala Desa Wangkal, Ahmad Taufiq, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin, sebgai wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

    “Kami ingin menjadi contoh bagi masyarakat. Kebersihan lingkungan harus dimulai dari aparatur desa, karena lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana kerja yang nyaman dan pelayanan yang lebih baik bagi warga,” ujar Ahmad Taufiq.

    Selain menjaga kebersihan, kegiatan gladi bersih ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antarperangkat desa serta menumbuhkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Desa Wangkal.

     

     

     

    Hery.

     

  • AYO DATANG KE PASAR MALAM DI LAPANGAN WANGKAL!

    AYO DATANG KE PASAR MALAM DI LAPANGAN WANGKAL!

     

     

     

     

    Suasana Desa Wangkal, Kecamatan Gading, tengah dipenuhi keceriaan! Pasar Malam di Lapangan Wangkal saat ini sedang berlangsung meriah dan menjadi pusat hiburan bagi warga dari berbagai penjuru desa.Kegiatan ini diselenggarakan oleh Paguyuban Hiburan Rakyat Desa Wangkal di bawah pimpinan . Bambang, yang berkomitmen menghadirkan hiburan rakyat yang murah meriah dan bisa dinikmati semua kalangan. Sabtu, 1/11/2025 . Malam.

    Beragam wahana seru dan menarik hadir untuk memeriahkan malam warga, di antaranya:

    • Kincir Ria & Komidi Putar
    •  Kereta Mini Anak
    • Permainan Berhadiah Seru
    • Aneka Jajanan & Kuliner Khas Pasar Malam
    • Panggung Musik & Hiburan Rakyat

    Ketua Paguyuban, Bambang, mengajak seluruh warga untuk datang dan menikmati suasana penuh kegembiraan ini.

    “Pasar malam ini untuk kita semua. Mari datang, bersantai, dan bergembira bersama keluarga di Lapangan Wangkal ” ujarnya.

    Pasar malam buka setiap malam mulai pukul 17.00 WIB hingga 23.00 WIB, dan akan berlangsung beberapa hari ke depan.

    Ayo warga Desa Wangkal dan sekitarnya

    Jangan lewatkan keseruan malam penuh cahaya, tawa, dan kebersamaan di Pasar Malam Lapangan Wangkal. Nikmati hiburan, kuliner, dan wahana seru.

     

     

    Hery

     

  • KPK Diminta Telusuri Aliran Hibah Jatim ke Pesantren Kraksaan: Dugaan “Fee 40 Persen” Mencuat

    KPK Diminta Telusuri Aliran Hibah Jatim ke Pesantren Kraksaan: Dugaan “Fee 40 Persen” Mencuat

    Probolinggo, kabarbromo.com — Publik kembali dikejutkan oleh munculnya isu aliran dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menyeret sejumlah tokoh politik. Kali ini, sorotan mengarah pada sebuah gedung megah di kawasan pondok pesantren di Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, yang disebut-sebut dibangun sekitar tahun 2019 dari dana hibah yang disalurkan melalui jaringan politik Anwar Sadad, anggota DPR RI dari Partai Gerindra, yang kini menjadi salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi hibah Jatim 2019–2022 yang tengah ditangani KPK.

    Bangunan berlantai dua dengan arsitektur modern tersebut tampak menonjol di tengah kompleks pesantren. Namun, di balik kemegahan itu, muncul tanda tanya besar: dari mana sesungguhnya sumber dananya?

    Menurut informasi yang berhasil dihimpun, proyek pembangunan itu diduga tidak dibiayai dari kas internal pesantren. Sejumlah informasi menyebutkan bahwa dana mengalir dari bantuan hibah provinsi melalui mekanisme kelompok masyarakat (pokmas), yang kini tengah menjadi objek penyelidikan lembaga antirasuah.

    Ketua LSM AMPP, H. Luthfi Hamid, mengecam keras dugaan penyimpangan dana publik yang berkedok kegiatan sosial dan keagamaan.

    “Kalau benar bangunan itu dibangun dari dana hibah yang dikorupsi, ini bukan hanya pelanggaran hukum, tapi juga penistaan terhadap nilai-nilai moral. Jangan berlindung di balik simbol agama untuk menutupi praktik kotor,” ujarnya, Sabtu (01/11/2025).

    LSM AMPP menilai, modus penyelewengan dana hibah dengan mengatasnamakan pesantren atau yayasan sosial merupakan pola lama yang terus berulang di Jawa Timur. Ia menegaskan, kasus ini seharusnya menjadi momentum bagi KPK untuk menelusuri jalur aliran uang dari pokmas hingga lembaga penerima akhir.

    “Publik harus tahu ke mana dana hibah itu sebenarnya mengalir. Kalau memang benar ada potongan fee sampai 40 persen, KPK wajib menelusurinya sampai ke akar,” tegasnya.

    LSM AMPP menambahkan, kritik pihaknya bukan ditujukan kepada lembaga pesantren secara institusional. Ia menegaskan, pesantren adalah benteng moral bangsa yang harus dijaga, bukan dijadikan tameng bagi kepentingan politik dan ekonomi.

    “Kami tidak sedang memojokkan pesantren. Justru kami ingin menjaga nama baiknya agar tidak dicemari oleh oknum yang memanfaatkan lembaga agama untuk memperkaya diri,” ujarnya.

    Desakan agar KPK segera menindaklanjuti dugaan keterlibatan pihak-pihak penerima hibah kini semakin kuat. Aktivis menilai, penyelidikan tak cukup berhenti di tahap pokmas, tapi harus merambah pada yayasan dan institusi keagamaan penerima proyek fisik bernilai miliaran rupiah.

    Gedung megah di lingkungan pesantren Kraksaan pun kini menjadi simbol tarik menarik antara moralitas dan hukum. Publik menanti: apakah bangunan itu akan dikenang sebagai jejak kebaikan yang tercemar korupsi, atau sebagai awal dari kebangkitan integritas hukum di Jawa Timur?.

     

  • Pak Syaiful, Sosok Serbabisa di Balik Suksesnya SMP Al Irsyad Kraksaan

    Pak Syaiful, Sosok Serbabisa di Balik Suksesnya SMP Al Irsyad Kraksaan

    Probolinggo, kabarbromo.com – Di balik lingkungan SMP Al Irsyad Kraksaan yang selalu bersih, hijau, dan aman, ada sosok sederhana yang menjadi bagian penting dari keseharian sekolah. Dialah Pak Syaiful, sang penjaga kebun sekaligus penjaga malam yang dikenal aktif, disiplin, dan memiliki dedikasi tinggi.

    Setiap pagi sebelum fajar menyingsing, Pak Syaiful sudah terjaga. Bukan sekadar untuk memulai pekerjaannya sebagai tukang kebun, tetapi juga untuk melakukan kontrol keliling sekolah di dini hari, memastikan lingkungan aman dari pencurian atau gangguan lainnya.

    “Saya biasa bangun sekitar jam tiga pagi. Jalan-jalan keliling sekolah, takut kalau ada orang asing atau pencuri masuk. Baru setelah subuh mulai bersih-bersih halaman,” ujarnya dengan nada tenang namun tegas.

    Pria yang sejak kecil bercita-cita menjadi tentara ini memang dikenal sangat disiplin dan berjiwa pengabdian. Meskipun tak mengenakan seragam militer, semangat dan tanggung jawabnya tak kalah dari seorang prajurit.

    “Saya suka dengan dunia tentara, disiplin dan sigap. Prinsip itu saya bawa ke pekerjaan ini, karena sekolah ini seperti rumah saya sendiri,” tambahnya.

    Kepala SMP Al Irsyad Kraksaan, Mubarak Banawir, S.Pd.I, memberikan apresiasi tinggi atas loyalitas dan kerja keras Pak Syaiful.

    “Beliau ini sosok yang luar biasa. Siang menjaga kebersihan, malam menjaga keamanan. Tanpa Pak Syaiful, suasana sekolah mungkin tak akan seindah dan setenang sekarang,” tutur Mubarak.

    Bagi para siswa dan guru, kehadiran Pak Syaiful bukan hanya sekadar petugas kebersihan atau penjaga malam. Ia adalah teladan nyata tentang keikhlasan, kedisiplinan, dan tanggung jawab, nilai-nilai yang juga menjadi fondasi karakter di SMP Al Irsyad Kraksaan.