Blog

  • Ivan Ketua KADIN Probolinggo Apresiasi Inaugurasi GP Ansor: “Pemuda Agen Perubahan”

    Ivan Ketua KADIN Probolinggo Apresiasi Inaugurasi GP Ansor: “Pemuda Agen Perubahan”

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Di tengah meningkatnya kekhawatiran publik atas krisis pangan dan tantangan ekonomi lokal, satu pesan kuat disuarakan dari ruang konsolidasi pemuda: “Pangan Berdaulat, Rakyat Bermartabat.” Kalimat tersebut bukan sekadar tema acara, melainkan penanda arah gerakan baru dari barisan muda Nahdlatul Ulama di Kota Probolinggo.

    Pada Sabtu (28 Juni 2025), Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Probolinggo menggelar inaugurasi kepengurusan baru. Kegiatan ini turut mendapatkan atensi dari kalangan pelaku usaha. Salah satu dukungan datang dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Probolinggo yang menyampaikan apresiasi melalui flyer ucapan resmi.

    Flyer tersebut menampilkan Ketua Kadin Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya, bersama Ketua PC GP Ansor Kota Probolinggo, Salamul Huda, S.H. Dalam keterangannya, Gede Vandana yang akrab disapa Ivan menyampaikan bahwa pihaknya mendukung inisiatif pemuda dalam membangun ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan.

    “Pemuda adalah agen perubahan yang mampu menjembatani antara idealisme sosial dan praktik kewirausahaan di lapangan,” ujarnya.

    Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata kolaborasi antara elemen strategis di tingkat daerah, khususnya antara pelaku usaha dan organisasi kepemudaan. Tema “Pangan Berdaulat, Rakyat Bermartabat” dianggap relevan sebagai refleksi tekad bersama untuk memperkuat kemandirian masyarakat melalui potensi lokal.

    “Ini adalah titik tolak gerakan pemuda dalam menjawab tantangan zaman, dengan nilai gotong royong, kebangsaan, dan keberdayaan ekonomi sebagai fondasinya,” tutupnya.

     

  • Dini Rahmania, Anggota DPR RI, Tegaskan Target NasDem 14 Kursi DPRD Kabupaten Probolinggo: “Tak Ada Lagi Waktu untuk Berleha-leha!”

    Dini Rahmania, Anggota DPR RI, Tegaskan Target NasDem 14 Kursi DPRD Kabupaten Probolinggo: “Tak Ada Lagi Waktu untuk Berleha-leha!”

    Probolinggo, KabarBromo.com – Di tengah sorotan tajam terhadap performa politik pasca-Pemilu 2024, DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo memilih bangkit. Sabtu (28/6/2025), sebuah momentum penting digelar: pelantikan kepengurusan baru di Kantor DPD NasDem Kraksaan, bukan sekadar rotasi struktur, tapi deklarasi arah baru partai.

    Ketua DPD NasDem Kabupaten Probolinggo yang juga anggota DPR RI, Dini Rahmania, berdiri di podium dengan keyakinan penuh. Di hadapan ratusan kader dan jajaran DPW NasDem Jawa Timur, ia tak hanya menyampaikan sambutan, tapi juga mengumandangkan tekad restorasi politik yang lebih membumi.

    “Kami tidak akan tinggal diam. NasDem harus hadir dengan solusi, bukan janji. Target kami jelas 14 kursi DPRD, mempertahankan kursi DPR RI, dan menyiapkan kader terbaik untuk maju di Pilkada,” tegasnya disambut sorak dukungan dari kader yang hadir.

    Dini menegaskan bahwa hasil Pemilu 2024 yang menurun harus dijadikan titik balik. Ia menginstruksikan mesin partai digerakkan hingga tingkat desa, dengan menekankan pada rekrutmen kader yang militan dan program-program konkret yang menyentuh masyarakat akar rumput dari UMKM, petani, guru ngaji, hingga komunitas pesantren.

    “Tidak ada waktu lagi untuk berleha-leha. Setiap hari adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa NasDem adalah partai masa depan,” ujar Dini lantang.

    Suasana pelantikan terasa hangat namun penuh determinasi. Rangkaian acara ditutup dengan pantun yang dilontarkan Dini:

    Jalan ke Bromo lewat Sukapura,

    Mentari pagi bawa harapan dan cita,

    Kakak Lita dan Dini berjuang bersama,

    Semoga Probolinggo kembali juara!

    Dengan pelantikan ini, NasDem Probolinggo bertekad tidak sekadar bertahan tetapi merebut kembali kepercayaan publik, menuju kemenangan yang lebih bermakna di 2029.

  • Cak Sam, Gubernur LSM LIRA, Serukan Hijrah Nasional: Dari Antikorupsi Menuju Indonesia Terang di 1 Muharram 1447 H

    Cak Sam, Gubernur LSM LIRA, Serukan Hijrah Nasional: Dari Antikorupsi Menuju Indonesia Terang di 1 Muharram 1447 H

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Bukan sekadar penanggalan baru, 1 Muharram 1447 Hijriah dimaknai sebagai titik tolak perubahan. Seruan itu datang dari Gubernur LIRA Jawa Timur, Samsudin, S.H., yang mengajak masyarakat berhijrah dari lalai menuju taat, dari gelap menuju terang.

    “1 Muharram bukan sekadar pergantian tahun, tapi momentum untuk hijrah menuju kebaikan. Hijrah dari gelap menuju terang, dari lalai menuju taat,” ujar pria yang akrab disapa Cak Sam, Sabtu (27/6/2025).

    Sosok yang dikenal sebagai predator koruptor karena sepak terjangnya dalam mengungkap berbagai praktik penyimpangan anggaran ini menegaskan bahwa semangat hijrah harus menjadi panggilan nurani bagi semua elemen bangsa, utamanya pejabat publik.

    Ia mengungkapkan bahwa LIRA berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam pengawasan sosial dan pemberantasan korupsi, dengan menjadikan momen Tahun Baru Islam sebagai refleksi bersama.

    “Sudah saatnya kita berhijrah dari perilaku culas menuju pengabdian yang bersih dan tulus kepada rakyat,” tegasnya.

    Cak Sam menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyambut tahun baru ini dengan semangat perubahan dan keteladanan.

    “Hijrah bukan hanya ritual, tapi perubahan sikap dan niat untuk menjadi lebih baik,” tutup Cak Sam.

  • Kades Patemon Ajak Warga Jaga Ketentraman dan Cegah Hoaks

    Kades Patemon Ajak Warga Jaga Ketentraman dan Cegah Hoaks

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Desas-desus soal seorang pemuda Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, yang dikabarkan meninggal karena menenggak minuman keras akhirnya diluruskan. Hasil penelusuran menunjukkan, korban berinisial YPH (24) meninggal dunia akibat penyakit radang otak, bukan karena miras seperti yang ramai diperbincangkan.

    Pernyataan ini disampaikan langsung oleh pihak keluarga, pemerintah desa, hingga aparat penegak hukum, usai dilakukan klarifikasi dari berbagai pihak, termasuk rumah sakit tempat korban dirawat.

    Misbahul (52), paman korban, dengan tegas membantah kabar yang menyebut keponakannya meninggal karena miras. Ia mengatakan bahwa sejak awal, dokter sudah menyampaikan bahwa penyebab kematian adalah karena penyakit lama yang diderita korban.

    “Setelah saya ke rumah sakit, dokter menyampaikan langsung ke saya bahwa penyebabnya bukan karena minuman keras, tapi karena memang sudah punya riwayat radang otak,” ujarnya, Jumat (27/6/2025).

    Lebih lanjut, Misbahul juga memastikan bahwa sejauh yang ia tahu, korban tidak pernah mengonsumsi minuman keras.

    Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, turut membenarkan hasil penelusuran tersebut. Ia bahkan ikut mendampingi pihak keluarga saat proses perawatan berlangsung.

    “Setelah kami telusuri, ternyata benar, korban sebelumnya sudah punya riwayat sakit. Dari keterangan dokter RS Lawang, penyebab meninggalnya karena radang otak,” tegas Baginda Purnomo.

    Ia juga meminta masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, apalagi yang berpotensi menimbulkan keresahan.

    “Mudah-mudahan masyarakat di luar sana bisa memahami, bahwa kabar soal miras itu hoaks. Keluarga sudah legowo menerima musibah ini.”

    Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto, yang turut mengawal informasi ini, juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh spekulasi yang tidak berdasar.

    “Kami bersama Kades dan keluarga memastikan langsung. Informasi dari pihak rumah sakit dan keluarga menyebutkan, korban meninggal karena radang otak. Maka kita harus bijak menyikapi kabar-kabar seperti ini, agar tidak menimbulkan kecemasan berlebihan,” katanya.

    Sugeng juga menegaskan bahwa Satuan Tugas Penertiban Miras akan terus bekerja sebagaimana mestinya, terlepas dari adanya isu atau tidak.

    Sementara itu, Kapolsek Krejengan, AKP Marudji, memaparkan kronologi kejadian secara detail. Menurutnya, korban memang sempat dilaporkan mengikuti kegiatan minum-minuman keras pada 18 Juni. Namun setelahnya, korban mengalami gejala serius dan terus mengigau hingga akhirnya dirawat di RS Lawang.

    “Korban sempat dirawat oleh keluarga, kemudian dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya memburuk. Dokter yang menangani menyampaikan secara lisan bahwa penyebab kematian adalah radang otak,” ujar Marudji.

    Dengan berbagai keterangan ini, dapat disimpulkan bahwa informasi yang menyebut korban meninggal karena miras adalah tidak benar alias hoaks.

  • Dari Hasil Bumi hingga Ronjengan: Kadisah Krejengan Pikat Perhatian Pejabat dan Warga

    Dari Hasil Bumi hingga Ronjengan: Kadisah Krejengan Pikat Perhatian Pejabat dan Warga

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Warga Desa Krejengan, Kecamatan Krejengan, menggelar tradisi selamatan desa atau Kadisah pada Jum’at (27/6/2025), yang dirangkaikan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah.

    Sejak pagi, ratusan warga tampak memadati jalan-jalan desa, membawa hasil bumi yang digotong dengan bambu menuju Pendopo Desa Krejengan. Diiringi alunan musik tradisional Ronjengan (alat penumbuk padi), kirab judang dan gunungan menjadi bagian dari prosesi yang berlangsung khidmat dan meriah.

    Wakil Bupati Probolinggo, Lora Ahmad Fahmi, turut hadir dalam kegiatan ini. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat yang menggelar kegiatan secara swadaya.

    “Alhamdulillah, saya kira acara selamatan desa ini sangat luar biasa. Terlebih, sekitar 80 persen merupakan inisiatif dari warga sendiri. Ini menunjukkan kekompakan dan semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa kita,” ujar Lora Fahmi.

    Ia menambahkan, kegiatan seperti ini bisa memperkuat kohesi sosial di tingkat desa, serta menjadi contoh positif bagi wilayah lain di Kabupaten Probolinggo.

     

    Kepala Desa Krejengan, Nurul Huda, menjelaskan bahwa Kadisah merupakan agenda rutin desa yang dipadukan dengan doa bersama menyambut tahun baru Hijriah.

    “Hari ini kami gelar selamatan desa, atau yang dikenal masyarakat dengan istilah Kadisah. Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat dukungan luas dari masyarakat. Hampir 90 persen merupakan partisipasi warga,” terang Nurul Huda.

    Kegiatan juga dihadiri oleh Habib Mahdi, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimka), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur perangkat desa.

    Nurul Huda juga menjelaskan makna dari prosesi penyerahan pusaka yang dilakukan oleh sesepuh desa kepada dirinya sebagai kepala desa. Menurutnya, simbol tersebut merepresentasikan amanah dan kepercayaan masyarakat untuk menjaga nilai-nilai pemerintahan desa yang adil dan bijak.

    Dengan mengusung tema “Doa Menggapai Asa Menuju Desa Makmur Sejahtera Mandiri Berkeadilan dalam Ridha Ilahi,” masyarakat Desa Krejengan berharap kegiatan ini dapat mempererat kebersamaan sekaligus menjadi penguat semangat dalam pembangunan desa yang berkelanjutan.

  • Gede Vandana Wijaya: Tahun Baru Islam Adalah Waktu untuk Meningkatkan Etos Kerja dan Integritas 

    Gede Vandana Wijaya: Tahun Baru Islam Adalah Waktu untuk Meningkatkan Etos Kerja dan Integritas 

    Probolinggo, KabarBromo.com – Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah yang jatuh pada Jum’at, 27 Juni 2025, bukan hanya menjadi momen peringatan keagamaan, tetapi juga refleksi nilai bagi para pelaku dunia usaha. Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya, menyampaikan pandangannya dengan penuh makna.

    “Ini adalah saat yang tepat untuk kita semua menata kembali niat, memperkuat etos kerja, dan menjaga integritas dalam setiap langkah usaha,” ujar pria yang akrab disapa Ivan.

    Menurutnya, dunia usaha membutuhkan nilai-nilai spiritual sebagai fondasi dalam mengambil keputusan dan membangun hubungan kepercayaan dengan masyarakat. Hijrah, kata Ivan, bukan semata perpindahan, melainkan peningkatan kualitas pribadi dan kolektif.

    Ia mengatakan bahwa KADIN Kabupaten Probolinggo akan terus mendorong iklim usaha yang sehat, bermartabat, dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah.

    Ivan berharap, dengan semangat Tahun Baru Islam, para pelaku usaha semakin solid, profesional, dan tetap memegang prinsip keberkahan dalam setiap aktivitas ekonomi.

    “Kita tidak hanya mengejar pertumbuhan, tapi juga kebermanfaatan. Itulah esensi hijrah di dunia usaha,” tutup Ivan.

  • Sorak Takbir, Obor, dan Air Mata Yatim di Krucil: Malam 1 Muharram yang Penuh Cahaya dan Cinta

    Sorak Takbir, Obor, dan Air Mata Yatim di Krucil: Malam 1 Muharram yang Penuh Cahaya dan Cinta

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Malam itu, langit Betek, Kecamatan Krucil, diterangi bukan hanya oleh nyala obor, melainkan juga oleh semangat dan harapan. Kamis malam, bertepatan dengan 1 Muharram 1447 Hijriah (26/6/2025), Yayasan Tarbiyatul Awlad menggelar peringatan Tahun Baru Islam yang menggugah hati penuh makna, doa, dan kepedulian sosial.

    Dengan mengusung tema “Tahun Baru Islam: Momentum Merevitalisasi Diri Berharap Ridho Ilahi”, kegiatan dimulai dengan istighosah dan doa bersama. Lantunan istighosah yang dipimpin oleh dewan asatidz bukan sekadar ritual—ia menjelma menjadi cermin keheningan batin, ajakan muhasabah, dan tekad untuk menapaki tahun baru dengan jiwa bersih dan semangat baru.

    Lalu, suasana berubah haru ketika puluhan anak yatim menerima santunan dari yayasan. Di balik senyum malu-malu mereka, terselip kebahagiaan yang tak bisa dilukiskan kata. Di hadapan para guru, santri, dan tokoh masyarakat, nilai Islam tentang kasih dan kepedulian itu bukan hanya diajarkan, tapi dihadirkan nyata.

    Puncaknya, pawai obor keliling desa menggema dengan takbir dan sholawat yang menyatu dalam semangat hijrah. Para santri, guru, dan warga sekitar berarak membawa obor seolah menyampaikan pesan: “Kami siap menjadi cahaya harapan, pembawa perubahan, dan penjaga warisan spiritual bangsa ini.”

    Ketua Yayasan, Suhardi, S.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan pentingnya momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana membangun karakter sejak dini. “Semoga melalui kegiatan ini, kita semua mendapatkan keberkahan dan ridho dari Allah SWT, serta mampu menjadi insan yang lebih baik di tahun-tahun mendatang,” ucapnya.

    Yayasan Tarbiyatul Awlad Betek, di bawah komando Suhardi, terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi cerdas, berakhlak, dan peduli terhadap sesama. Dari Krucil yang sejuk dan religius, pesan hijrah disampaikan: bahwa perubahan besar dimulai dari niat yang kecil dan langkah yang tulus.

    Kontributor: Ustadz Shaleh

  • Tahun Baru, Harapan Baru: Ungkapan Baginda Purnomo, Kepala Desa Patemon, pada 1 Muharram 1447 H

    Tahun Baru, Harapan Baru: Ungkapan Baginda Purnomo, Kepala Desa Patemon, pada 1 Muharram 1447 H

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Di tengah semangat baru menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, Pemerintah Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, mengajak masyarakat untuk merefleksikan nilai-nilai keikhlasan dan keteguhan iman.

    Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, melalui unggahan resmi di status WhatsApp-nya pada Kamis (26/6/2025). Dalam unggahan tersebut, ia menampilkan potret kebersamaan bersama jajaran perangkat desa.

    “Dengan semangat Tahun Baru Islam, mari kita tingkatkan keikhlasan, kesabaran, dan keteguhan iman,” tulis Baginda Purnomo dalam unggahannya.

    Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan pesan moral Pemerintah Desa Patemon dalam menyambut pergantian tahun Hijriah, yang juga dijadikan sebagai momentum mempererat kebersamaan.

    Dalam unggahan yang sama, Kepala Desa juga menyampaikan semangat perubahan dengan tiga kata kunci yang diangkat, yakni: Tahun baru, harapan baru, semangat baru.

  • Bukan Basa-basi: Ivan, Ketua KADIN Kabupaten Probolinggo, Teken MoU dengan UNUJA untuk Mahasiswa dan Pariwisata

    Bukan Basa-basi: Ivan, Ketua KADIN Kabupaten Probolinggo, Teken MoU dengan UNUJA untuk Mahasiswa dan Pariwisata

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Tak ada yang menduga, sebuah kesepakatan strategis sedang dipersiapkan di lantai tiga Gedung G Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton, Selasa siang itu (25/6/2025). Ruangan itu dipenuhi civitas akademika. Ada harapan besar dibalik suasana yang tenang, dua agenda besar tengah disusun diam-diam dan menyimpan efek berantai bagi masa depan ratusan mahasiswa dan pariwisata di Kabupaten Probolinggo.

    Dari sudut ruang, Ketua KADIN Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya, menandatangani dokumen yang tak hanya berisi janji kerja sama, tapi juga menjadi titik balik hubungan antara dunia industri dan dunia kampus.

    “Hari ini, kami ingin membuka ruang nyata bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja secara langsung,” ungkap Ivan, setelah menandatangani MoU dengan Fakultas Sosial dan Humaniora Universitas Nurul Jadid.

    Isi kesepakatan itu jelas: mahasiswa dari fakultas tersebut akan diberi akses untuk magang di berbagai perusahaan yang tergabung dalam jaringan KADIN. Tak sekadar magang formalitas, namun benar-benar terjun dalam operasional bisnis belajar dari tantangan nyata, bukan hanya teori di kelas.

     

    Namun harapan besar tak berhenti di situ. Agenda kedua yang mencuat adalah rekrutmen volunteer untuk event pariwisata berskala besar: Probolinggo SAE Travel Mart (PSTM 2025). Sebuah hajatan pariwisata yang konon disiapkan lebih meriah dan ambisius dibanding tahun-tahun sebelumnya.

    “Kami mencari anak-anak muda yang siap turun langsung ke lapangan, membangun event dari nol, dan mempromosikan kekayaan pariwisata daerah ke skala nasional,” kata Ivan.

    Ia menjelaskan bahwa peran para volunteer ini bukan hanya teknis, tetapi strategis dari produksi konten digital hingga pengelolaan pengunjung. Ini bukan lagi simulasi. Ini adalah medan sesungguhnya.

    Satu hal yang nantinya terlibat akan ditempa, dilatih, dan diproyeksikan menjadi duta wisata lokal masa depan. Kabupaten Probolinggo.

    “Ini bukan ruang untuk yang setengah hati. Kami butuh yang siap tumbuh, belajar, dan berkontribusi nyata,” tegas Ivan.

  • Gelar Haul KH. Mohammad Hasan dan Haflatul Imtihan ke-16 Ponpes Nurul Hasan Nadlira: Kyai Zainuri Ajak Santri Terus Belajar

    Gelar Haul KH. Mohammad Hasan dan Haflatul Imtihan ke-16 Ponpes Nurul Hasan Nadlira: Kyai Zainuri Ajak Santri Terus Belajar

    Probolinggo, KabarBromo.com – Lantunan doa dari para jamaah yang hadir menggema pada peringatan Haul Al-‘Arif Billah Kyai Haji Mohammad Hasan Genggong dan Haflatul Imtihan Pondok Pesantren Nurul Hasan Nadlira ke-16, menjadi ruang sakral tempat zikir dan ilmu bertemu. Sebuah momen perenungan yang meneguhkan kembali pentingnya warisan spiritual dan pendidikan dalam kehidupan umat.

    Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hasan Nadlira, Kyai Hasan Zainuri, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa rangkaian acara telah dimulai sejak Senin (23/6/2025). Puncaknya berlangsung pada Selasa malam (24/6/2025) usai salat Magrib, yang diawali dengan pementasan santri dari tingkat PAUD, TK, MI, hingga Diniyah.

    “Pengajian umum malam ini menjadi penutup rangkaian. Diawali sholawat, pelepasan santri, hingga prosesi perpisahan yang identik dengan wisuda, walau tanpa toga. Kami lepas para santri yang telah menyelesaikan pendidikannya,” ujar pria yang akrab disapa Kyai Zainuri, yang juga merupakan Plt Camat Pakuniran.

    Sebelumnya, rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak empat hari sebelum puncak acara. Berbagai lomba jasmani dan rohani diikuti oleh seluruh lembaga di bawah naungan yayasan, seperti PAUD, TK, MI, dan Madrasah Diniyah.

    “Harapannya, kegiatan ini membawa barokah. Pertama, sebagai bentuk takzim kepada Almarhum Kyai Haji Mohammad Hasan Genggong. Kedua, sebagai bentuk syukur atas nikmat ilmu dan kesempatan mendidik yang diberikan Allah,” imbuh Kyai Zainuri.

    Kyai Hasan Zainuri berbincang akrab bersama KH. Syakur Dewa dan sejumlah tokoh dalam suasana kehangatan di aula Ponpes Nurul Hasan Nadlira

    Pada pengajian umum malam itu, hadir sebagai penceramah KH. Syakur Dewa dari Desa Patemon dan KH. Ahmad Nabil Nidzar dari Pondok Pesantren Fatahillah, Desa Sumber Kerang.

    Kyai Zainuri juga menitip pesan kepada para santri, terutama lulusan PAUD dan MI, agar terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia mengimbau para orang tua untuk tidak membiarkan pendidikan anak-anak terhenti di tengah jalan.

    “Kami berharap santri-santri yang telah lulus tidak berhenti sampai di MI saja. Harus terus melanjutkan ke MTs, SMP, atau bahkan langsung mondok ke pesantren lain di wilayah Kabupaten Probolinggo. Jangan sampai lulus MI berarti selesai segalanya. Itu yang tidak kami harapkan,” tegasnya.

    Ia juga mengajak masyarakat sekitar untuk terus mendukung pendidikan anak-anak mereka sebagai bekal masa depan dan upaya menjaga generasi dari ketertinggalan ilmu.

  • Birokrasi Bersih Dimulai dari Edukasi: Pemkab Probolinggo Gandeng Doktor Ilmu Hukum

    Birokrasi Bersih Dimulai dari Edukasi: Pemkab Probolinggo Gandeng Doktor Ilmu Hukum

    Probolinggo, KabarBromo.com – “Kegiatan ini merupakan kerja bersama, kolaborasi antara Pengadilan Negeri Kraksaan dan Program Studi Doktor Ilmu Hukum Universitas Airlangga Surabaya,” ungkap Kepala Bagian Hukum Kabupaten Probolinggo, Adhy Catur Indra Bawono, usai mengikuti diskusi hukum, Selasa (24/6/2025), di Aula Madakaripura, lantai 5 Kantor Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

    Adhy menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian masyarakat dalam bentuk diskusi hukum dan klinik hukum. Dengan tema “Mewujudkan Birokrasi Pemerintahan yang Bebas Korupsi dan Bersih Melayani,” forum ini diharapkan menjadi ruang edukasi bagi para aparatur pemerintah daerah dan desa se-Kabupaten Probolinggo.

    Menurutnya, diskusi ini menjadi ruang penting untuk membuka pemahaman tentang penyelenggaraan pemerintahan yang antikorupsi serta prinsip keterbukaan informasi publik sebagai bagian dari reformasi birokrasi.

    Diskusi menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Aswas Kejati Jatim), Dr. Diah Yuliastuti, S.H., M.H.; Ketua Pengadilan Negeri Kraksaan, Putu; serta Dosen Hukum Pidana Fakultas Hukum Unair, Bambang. Mereka membahas beragam persoalan hukum, termasuk batasan antara informasi publik yang bersifat terbuka dan informasi yang dikecualikan.

    “Dengan kegiatan seperti ini, kami di pemerintahan daerah dan desa jadi lebih bertambah ilmunya. Ini bisa jadi pegangan penting untuk perbaikan tata kelola pemerintahan ke depan,” tambah Adhy.

    Ia juga menilai keterlibatan akademisi dari program doktor ilmu hukum merupakan terobosan penting. Bahkan, ia menyebut bahwa ini merupakan kali pertama Kabupaten Probolinggo menjadi tuan rumah pengabdian masyarakat dari jenjang doktoral hukum.

    “Harapannya ke depan kegiatan seperti ini semakin intens dan tidak hanya dari Unair. Bisa juga dari kampus lain seperti Universitas Brawijaya atau Universitas Jember yang punya Fakultas Hukum di kawasan Tapal Kuda,” pungkasnya.

  • Wabup Fahmi Kunjungi Potensi Program Ketahanan Pangan Desa

    Wabup Fahmi Kunjungi Potensi Program Ketahanan Pangan Desa

     

     

    PAKUNIRAN – Sebagai rangkaian dari program Bupati dan Wakil Bupati Ngantor di Kecamatan Pakuniran, Senin (23/6/2025) Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Ra Fahmi AHZ didampingi Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan dan Pembangunan A’at Kardono dan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Saniwar berfokus untuk mengunjungi beberapa potensi yang merupakan program ketahan pangan desa yang ada pada wilayah Kecamatan Pakuniran.

    Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung serta mengeksplorasi lebih jauh bagaimana potensi pengembangan kedepannya. Potensi tersebut diantaranya adalah Kelompok Ternak Kambing Desa Alaspandan, pengusaha exotic wood di Dusun Mergoayu Desa Pakuniran, pengrajin gula aren Desa Gunggungan Kidul, peternakan itik Desa Ranon, UMKM Tinting Jahe Desa Gunggungan Lor dan kuliner lupis khas Pakuniran.

    Di sela-sela kunjungan tersebut Wabup Fahmi juga menyempatkan berdialog dengan masyarakat Dusun Mergoayu, serap aspirasi melalui paparan BUMDes dan program ketahanan pangan Desa Pakuniran serta mengunjungi SDN Gunggungan Kidul 2. Pada kunjungan tersebut Wabup Fahmi berkesempatan membagikan peralatan dan perlengkapan sekolah bagi siswa berprestasi kelas 1 sampai dengan kelas 5.

    Wabup Probolinggo Ra Fahmi AHZ menyampaikan potensi yang ada di Kecamatan Pakuniran tidak hanya ada pada sektor agrikultur yang meliputi tanaman pangan, peternakan, perkebunan dan kehutanan, namun juga sektor wisata nature yang juga tak kalah menarik seperti air terjun antrokan, pancor beserta aliran sungainya yang eksotis.

    “Potensi alam seperti ini adalah sumber daya yang sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Kami selaku Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan selalu mendorong potensi-potensi wisata dan agrikultur yang ada di kecamatan-kecamatan untuk dapat dikembangkan lebih optimal sehingga dapat menunjang perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

    Sebagian besar keluhan masyarakat yang banyak ditemui selama melakukan kunjungan kerja di wilayah Kecamatan Pakuniran adalah infrastruktur jalan. Wabup Fahmi menyampaikan sesuai dengan komitmen Pemkab Probolinggo untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah, maka permasalahan ini menjadi prioritas yang harus diselesaikan.

    Menurut road map jalan rusak di Kabupaten Probolinggo yang telah terpetakan sepanjang 905 km, Wabup Fahmi memperkirakan tiga sampai maksimal empat tahun ke depan seluruh jalan di Kabupaten Probolinggo ini bisa menjadi jalan yang mantap.

     

    “Oleh karena itu mulai tahun depan OPD harus mengencangkan ikat pinggang. Artinya porsi anggarannya di atur secukupnya agar OPD tetap bisa melakukan pelayanan, karena prioritas utama pembangunan kita adalah menyelesaikan permasalahan infrastruktur jalan dulu,” terangnya.

    Karena tanpa infrastruktur yang mantap, tentu bicara pendidikan, bicara kesehatan dan bicara membangun perekonomian, selalu akan ada kendala. Tapi ketika infrastruktur jalan yang menjadi pondasi dasar ini bisa kita selesaikan, Insya Allah kita akan bisa mendorong semua potensi kita lebih baik lagi,” imbuhnya. Hery