Blog

  • Muchlis DPRD PKB ‘Meledak’ di Komisi I: BPD Wajib Dilibatkan, Desa Bukan Milik Kepala Desa Saja

    Muchlis DPRD PKB ‘Meledak’ di Komisi I: BPD Wajib Dilibatkan, Desa Bukan Milik Kepala Desa Saja

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Suasana ruang Komisi I DPRD Kabupaten Probolinggo mendadak menghangat, Rabu (4/6/2025). Bukan karena kericuhan fisik, tapi oleh derasnya aspirasi yang dilontarkan perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Probolinggo. Isinya? Sebuah seruan serius untuk membenahi relasi dan peran strategis BPD dalam tata kelola pemerintahan desa.

    Sorotan ini mencuat dalam forum dengar pendapat yang dihadiri oleh Muchlis, S.Pd., anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Probolinggo dari Komisi I. Kepada KabarBromo66.com, Muchlis menyatakan apresiasinya atas kegigihan para anggota BPD dalam menyuarakan keresahan dan harapan mereka.

    “Teman-teman BPD ini tidak semata-mata menuntut hak tunjangan. Tapi lebih dari itu, mereka ingin memperbaiki wajah desa. Mereka ingin dilibatkan secara utuh,” ujar Muchlis dengan nada serius.

    Menurutnya, selama ini banyak desa mengalami kendala dalam menyampaikan program ke masyarakat lantaran minimnya pelibatan BPD sebagai pengawas dan perwakilan masyarakat desa. Ketidakterlibatan BPD, lanjutnya, berpotensi memunculkan masalah serius dalam hal transparansi anggaran hingga efektivitas kebijakan desa.

    “BPD ini sebenarnya punya peran vital. Mereka bisa jadi pengawal utama program-program desa. Kalau kepala desa kerja sendiri, ya kasihan. Padahal dalam Undang-Undang jelas disebutkan bahwa BPD harus mendapatkan perhatian, termasuk hak-haknya,” tegasnya.

    Muchlis juga menyoroti perbandingan dengan daerah lain, seperti Situbondo, yang disebut telah memberikan alokasi hingga 15% dari Alokasi Dana Desa (ADD) untuk tunjangan BPD. Sementara di Kabupaten Probolinggo, angka ini masih minim dan belum terstandar secara ideal.

    “Barusan sudah kami tampung semua tuntutan BPD ini. Akan kami teruskan ke PMD, Inspektorat, dan langsung ke Gus Bupati. DPRD akan kawal ini,” tandasnya.

    Ia pun mengajak semua pihak memandang desa sebagai barometer keberhasilan pembangunan daerah. “Kalau desanya bagus, pemerintahan pasti dinilai berhasil. Bahkan Presiden Prabowo bilang: kalau desanya kuat, Indonesia pasti kuat. Jadi mari kita kuatkan desa melalui BPD,” pungkasnya.

  • Suprijono Gerakkan Desa Klaseman Wujudkan Program Ketahanan Pangan Nasional dan Desa Tematik

    Suprijono Gerakkan Desa Klaseman Wujudkan Program Ketahanan Pangan Nasional dan Desa Tematik

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Ada yang berbeda di Desa Klaseman, Kecamatan Gending, pada Selasa pagi itu (3/6/2025). Di tengah mentari yang menyinari pematang sawah dan aroma laut yang samar terbawa angin dari Pantai Desa Klaseman, jajaran pemerintah desa setempat menuju Dusun Krajan. Di tangan mereka, bibit pohon asam dan kelapa bukan sekadar batang pohon, tapi simbol dari gerakan besar: Desa Tematik dan Ketahanan Pangan.

    Kegiatan yang digagas oleh Pemerintah Desa Klaseman ini merupakan bagian dari program Desa Tematik yang digulirkan oleh Bupati Probolinggo, Gus Haris–Lora Fahmi, serta program prioritas Ketahanan Pangan Nasional dari Presiden Prabowo Subianto.

    Dari Akar Sejarah, Klaseman Kembali ke Jati Dirinya

    Nama “Klaseman” sendiri diyakini berasal dari dua kata: kelapa dan asem. Alih-alih hanya menjadi cerita turun-temurun, Kepala Desa Klaseman, Suprijono, ingin menjadikannya identitas pembangunan. Maka, ditanamlah 250 pohon asam jawa, terdiri atas 150 bantuan dari Dinas Pertanian dan 100 bibit hasil swadaya desa, serta 100 pohon kelapa hibrida. Penanaman berlangsung di Dusun Krajan.

    “Ini bagian dari membangun fondasi. Kami tidak ingin nama desa hanya menjadi sejarah. Kami ingin menjadikannya hidup, tumbuh, dan menghasilkan,” kata Suprijono.

    Ia menambahkan bahwa pohon-pohon ini tidak hanya akan menjadi penghijauan, tapi juga bagian dari rencana besar menuju ekowisata berbasis sejarah dan lingkungan.

    Lele: Ketahanan Pangan yang Terintegrasi

    Sementara di Dusun Krajan Blok Pesisir, program ketahanan pangan digencarkan melalui budidaya lele. Sebanyak 50 ribu bibit ikan lele ditebar ke dalam kolam terpal. Terdapat dua kolam tanah dan 30 kolam terpal bundar.

    “Ini adalah bentuk kemandirian pangan desa. Kita ingin warga tidak hanya bergantung pada pasokan luar, tapi mampu memenuhi kebutuhan protein hewani secara mandiri,” jelas Suprijono. Kolam-kolam itu di kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Klaseman.

    Camat Gending: Ini Bukan Sekadar Seremoni

    Camat Gending, Winda Permata Erianti, S.ST.P., M.Si., hadir langsung menyaksikan kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memahami substansi dari program desa tematik.

    “Desa tematik ini bukan sekadar seremoni atau formalitas. Ini soal bagaimana desa mengangkat potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi. Klaseman sudah melakukan itu, dari sejarah nama, lingkungan, sampai sektor perikanan,” tegasnya.

    Ia juga menyebut bahwa langkah ini sejalan dengan mandat dari pemerintah pusat: mengembalikan desa pada ruh-nya, yakni ekonomi lokal dan kearifan budaya.

    Suara Akademisi: Dari Kampus Panca Marga 

    Dukungan juga datang dari kalangan akademisi. Novita Lidiana, S.P., M.M.A., Kaprodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Panca Marga Probolinggo, menyatakan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini.

    “Ini praktik nyata dari keberlanjutan. Kami dari kampus hadir bukan hanya sebagai penonton, tapi ikut serta memberikan ilmu, pendampingan, sekaligus menyiapkan generasi baru pembangunan desa,” katanya.

    Mahasiswa yang terlibat berasal dari Prodi Agribisnis, Agroteknologi, Sospol, Ekonomi, dan PKN. Mereka juga sebagian besar adalah putra-putri Desa Klaseman sendiri.

    Harapan dan Gotong Royong

    Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan makan ketan bersama di Pasar Klasik Klaseman, sebuah lokasi yang kini mulai tumbuh menjadi simpul ekonomi dan budaya desa.

    “Yang penting, semua perangkat, RT-RW, kader, warga ikut gotong royong. Ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Desa lain pun bisa meniru, asalkan konsepnya tidak hanya tempelan. Harus dijalankan dengan hati,” pesan Camat Gending menutup wawancara.

    Langkah Klaseman adalah satu dari sekian bukti bahwa desa tidak hanya bisa menjadi penonton dalam pembangunan nasional. Mereka bisa berdiri, berjalan, bahkan berlari, bersandar pada akar dan menanam harapan dengan sungguh-sungguh.

  • Hari Lahir Pancasila, KADIN Kabupaten Probolinggo Sampaikan Komitmen Kebangsaan

    Hari Lahir Pancasila, KADIN Kabupaten Probolinggo Sampaikan Komitmen Kebangsaan

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya,” menjadi pesan utama yang disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya, dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2025.

    Pernyataan tersebut tertera dalam flayer resmi ucapan selamat dari Kadin Kabupaten Probolinggo, yang turut merayakan momentum bersejarah ini pada Sabtu, 1 Juni 2025. Gede Vandana menyampaikan ajakan untuk terus meneguhkan nilai-nilai kebangsaan dalam semangat gotong royong dan persatuan.

    “Selamat Hari Lahir Pancasila Tahun 1 Juni 1945 – 1 Juni 2025. Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya,” demikian pesan dalam flayer tersebut.

    Ucapan itu tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap ideologi dasar negara, tetapi juga menunjukkan komitmen dunia usaha di daerah untuk berkontribusi dalam menjaga stabilitas nasional melalui penguatan karakter kebangsaan.

    Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni menjadi momen reflektif untuk seluruh elemen masyarakat. Dari sektor pemerintahan hingga dunia usaha, peringatan ini diharapkan mampu mempererat semangat kebangsaan di tengah berbagai tantangan zaman.

  • Ngopi Santai Penuh Makna: Di Saat Banyak Mahasiswa Asyik di Gawai, STAI Nurul Qadim Gencarkan Budaya Literasi

    Ngopi Santai Penuh Makna: Di Saat Banyak Mahasiswa Asyik di Gawai, STAI Nurul Qadim Gencarkan Budaya Literasi

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Di tengah tren mahasiswa yang lebih akrab dengan layar ponsel ketimbang lembar buku, STAI Nurul Qadim justru menghadirkan suasana berbeda: obrolan ilmiah bertabur aroma kopi. Lewat program bertajuk Ngopi Literasi, Sabtu (31/5/2025), kampus ini menghidupkan kembali tradisi membaca, berdiskusi, dan menulis yang kini makin langka di kalangan generasi digital.

    “Literasi itu jantungnya kampus. Kegiatan seperti ini harus terus kita galakkan, apalagi kemasannya santai sambil ngopi. Suasananya lebih akrab dan tidak mengintimidasi,” ujar Ketua STAI Nurul Qadim, Syaiful Anam, M.Pd., saat membuka kegiatan yang berlangsung di teras kampus.

    Program Ngopi Literasi diinisiasi oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Nurul Qadim sebagai ruang terbuka bagi seluruh mahasiswa lintas program studi. Tidak sekadar membaca, mahasiswa diajak berdiskusi, bertukar referensi, bahkan menuliskan kembali gagasan mereka secara kritis.

    “Literasi bukan sekadar membaca buku. Ini tentang membiasakan berpikir, berdialog, dan menciptakan tulisan yang berdampak. Hadirnya Bapak Rektor menjadi penyemangat luar biasa bagi kami,” ungkap Ketua DEMA, Moh. Taufiqur Rahman.

    Uniknya, selain menyediakan aneka literatur keislaman, kegiatan ini juga menghadirkan buku-buku motivasi, sejarah, hingga bacaan populer yang relevan dengan minat mahasiswa. Konsep diskusi santai di ruang terbuka, lengkap dengan kopi gratis, menciptakan atmosfer yang membumi dan inklusif.

    Rencananya, Ngopi Literasi akan menjadi agenda rutin mingguan. Tidak hanya diskusi, DEMA juga menyiapkan program lanjutan seperti pelatihan menulis dan bedah buku untuk mengembangkan kapasitas akademik mahasiswa.

    Melalui ruang-ruang literasi seperti ini, STAI Nurul Qadim berupaya membangun ekosistem keilmuan yang tidak kaku, melainkan hidup, inklusif, dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Sebuah langkah kontras namun penting, di tengah gelombang distraksi era digital.(Jhon)

  • Hari Lahir Pancasila, Kades Patemon Baginda Purnomo Serukan Penguatan Ideologi Bangsa

    Hari Lahir Pancasila, Kades Patemon Baginda Purnomo Serukan Penguatan Ideologi Bangsa

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Pancasila adalah dasar negara yang menyatukan kita semua,” ujar Kepala Desa Patemon, Baginda Purnomo, dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila, Minggu (1/6/2025).

    Ia, mewakili jajaran Pemerintahan Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kembali semangat kebangsaan di lingkungan masyarakat desa. Kegiatan tersebut mengusung tema nasional “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya.”

    Menurut Baginda Purnomo, Pancasila tidak hanya menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga harus tercermin dalam sikap pelayanan publik dan interaksi sosial warga.

    “Dalam kehidupan sehari-hari, nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman, baik dalam pelayanan publik maupun dalam menjaga kerukunan warga,” jelasnya.

    Ia menambahkan, tantangan zaman seperti disrupsi digital dan meningkatnya potensi disintegrasi sosial menuntut semua pihak, termasuk pemerintah desa, untuk kembali meneguhkan jati diri bangsa melalui penguatan ideologi Pancasila.

    “Peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi momentum untuk merefleksikan kembali jati diri bangsa,” tuturnya.

    Pemerintah Desa Patemon bersama perangkat desa turut terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Partisipasi itu disebut sebagai wujud komitmen menjaga semangat gotong royong serta memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di tingkat lokal.

    “Harapan kami, masyarakat Desa Patemon semakin sadar akan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur Pancasila demi Indonesia yang lebih kuat dan bersatu,” pungkas Baginda Purnomo.

  • 79,6% Kepuasan Publik! Ivan, Ketua Kadin: Apresiasi Kinerja 100 Hari Gus Haris dan Lora Fahmi, Bupati Probolinggo

    79,6% Kepuasan Publik! Ivan, Ketua Kadin: Apresiasi Kinerja 100 Hari Gus Haris dan Lora Fahmi, Bupati Probolinggo

    PROBOLINGGO, KabarBromo66.com – “Saya ucapkan selamat kepada Gus Haris dan Lora Fahmi atas prestasi ini. Ini bukan hanya kebanggaan, tapi juga cerminan nyata dari kerja keras Berbenah Menuju SAE membangun Kabupaten Probolinggo,” ujar Gede Vandana Wijaya, Ketua Kadin Kabupaten Probolinggo, Kamis malam (29/5).

    Pernyataan tersebut ia sampaikan menanggapi hasil survei terbaru dari TheRepublic Research & Consulting yang menempatkan Bupati Probolinggo, Gus Haris, dan Wakil Bupati Lora Fahmi sebagai salah satu dari lima kepala daerah dengan tingkat kepuasan publik tertinggi dalam bidang pembangunan desa dan pemberantasan kemiskinan.

    Berdasarkan survei evaluasi kinerja 100 hari kepala daerah se-Jawa Timur, pasangan pimpinan daerah ini meraih 79,6% tingkat kepuasan publik. Angka tersebut mengantarkan Kabupaten Probolinggo berada di posisi ketiga, tepat di bawah Kabupaten Jember (83,1%) dan Kabupaten Ngawi (81,3%).

    Gede Vandana, yang akrab disapa Ivan, menuturkan bahwa pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa kebijakan-kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah daerah sudah menyentuh kebutuhan masyarakat.

    “Warga melihat dan merasakan langsung program-program yang digerakkan Gus Haris dan Lora Fahmi, mulai dari pembangunan hingga bantuan-bantuan sosial yang menyentuh warga secara luas,” ungkap Ivan.

    Ivan berharap capaian ini terus memperkuat kinerja dan konsistensi dalam pelayanan kepada masyarakat.

    “Semoga penghargaan publik ini menjadi pemacu semangat dan dampaknya secara luas Berbenah Menuju SAE,” tutup Ivan.

  • Di Tangan Hafifun Nasir, Desa Besuk Agung Siap Geliatkan Ekonomi Lewat Koperasi Merah Putih

    Di Tangan Hafifun Nasir, Desa Besuk Agung Siap Geliatkan Ekonomi Lewat Koperasi Merah Putih

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Alhamdulillah, karena ini instruksi langsung dari Presiden berkaitan dengan Koperasi Merah Putih, yang kita harapkan bisa memajukan perekonomian desa,” ujar Hafifun Nasir, Kepala Desa Besuk Agung, kepada awak media usai forum Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) pembentukan Koperasi Merah Putih di kantornya, Rabu malam (28/5).

    Kegiatan yang berlangsung di Desa Besuk Agung, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo ini menjadi bagian dari tindak lanjut Instruksi Presiden RI Prabowo Subianto Nomor 9 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekonomi Kelurahan dan Desa. Antusiasme warga cukup tinggi, terlihat dari keterlibatan pelaku UMKM hingga tokoh masyarakat dalam diskusi malam itu.

    “Yang kita genjot nanti utamanya adalah sektor pertanian, mulai dari pupuk, bantuan ke petani hingga hasil panen,” sambung Hafifun Nasir. Ia juga memaparkan struktur pengurus koperasi yang telah disepakati.

    Koperasi Merah Putih Desa Besuk Agung akan dinakhodai oleh Rizki Maulana Husein sebagai Ketua, dengan Ika Wulandari Wakil di bidang usaha, Azura Rahayu sebagai Sekretaris, Rahmat Al-Amin Wakil di bidang keanggotaan, dan Ahmad Sukriyanto sebagai Bendahara. Adapun pengawasan dipercayakan kepada Kepala Desa Hafifun Nasir, H. Ustadz Abu Bakar, dan Yuliati.

    Camat Besuk, Abdul Bari, S.H., M.Si., yang turut hadir, memuji jalannya musyawarah yang berlangsung dinamis dan demokratis. “Saya lihat forum ini hidup, bahkan melibatkan anak-anak muda sebagai pengurus, didampingi oleh pengawas yang sudah berpengalaman di bidang koperasi,” tuturnya.

    Abdul Bari menambahkan bahwa Desa Besuk Agung menjadi desa terakhir di Kecamatan Besuk yang menggelar Musdessus. Target pembentukan badan hukum koperasi ditetapkan selesai pada Juni, dan launching nasional akan dilakukan serentak pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi.

    “Harapannya, Koperasi Merah Putih ini bisa mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, demi kesejahteraan semua warga. Dari anggota, oleh anggota, untuk anggota,” pungkasnya.(Jhon Qudsi)

  • “Ini Amanah Besar dari Presiden Prabowo,” tegas Pj Kades Sidodadi saat Pembentukan Koperasi Merah Putih

    “Ini Amanah Besar dari Presiden Prabowo,” tegas Pj Kades Sidodadi saat Pembentukan Koperasi Merah Putih

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Pembentukan Koperasi Merah Putih ini bukan hanya formalitas, tapi amanah besar dari Presiden kita, Prabowo Subianto,” tegas Pj Kepala Desa Sidodadi, H. Sawari, S.H., M.M., saat membuka Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) pembentukan Koperasi Merah Putih di Balai Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton, Selasa (28/5/2025).

    Dalam forum yang dihadiri unsur kecamatan, BPD, karang taruna, serta pendamping desa tersebut, Sawari menekankan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan kewajiban seluruh desa sebagai tindak lanjut Instruksi Prabowo Subianto Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekonomi Kelurahan dan Desa.

    Sawari menyebut, koperasi ini harus dijalankan secara serius dan profesional. “Bukan sekadar dibentuk, tapi harus mampu berjalan maksimal dan mengangkat martabat ekonomi warga. Karena koperasi ini bukan program main-main. Sudah ada anggaran Rp3 miliar yang disiapkan per desa,” katanya.

    Ia mengingatkan pentingnya transparansi dan integritas pengurus koperasi. “Tidak boleh ada pengurus dari keluarga kepala desa. Tidak boleh main-main. Jangan sampai uang negara jadi bahan mainan,” pesannya.

    Sementara itu, Yeni Martasari, S.Sos, Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Paiton, memaparkan bahwa koperasi ini akan menjadi bagian dari jaringan nasional koperasi. “Semangatnya jelas, dari Presiden langsung. Kita sedang membangun koperasi besar nasional. Launching nasionalnya 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi Indonesia,” terangnya.

    Yeni juga menjelaskan bahwa pembentukan koperasi ini harus melalui proses hukum yang ketat, termasuk lolos BI checking untuk para pengurus dan pengawas, serta tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan perangkat desa.

    Ia menambahkan, unit usaha Koperasi Merah Putih tidak hanya fokus pada simpan pinjam, melainkan lebih pada sektor produktif. “Simpan pinjam itu terakhir. Prioritasnya adalah perdagangan besar, apotek desa, lemari pendingin, dan usaha riil lainnya sesuai visi presiden,” ujar Yeni.

    Musdessus tersebut juga menetapkan struktur awal koperasi, dengan syarat minimal 20 orang pendiri dari warga asli Desa Sidodadi. Pendamping desa akan membantu proses administrasi, termasuk unggah data ke sistem pusat.

    Forum ditutup dengan harapan besar dari Sawari, “Mari bersama-sama menjadikan koperasi ini jalan untuk menjemput kesejahteraan warga, bukan hanya proyek sesaat. Kita harus profesional, jujur, dan bertanggung jawab.”(Jhon Qudsi)

  • Tindak Lanjut Inpres 9/2025, Kelurahan Patokan Gaungkan Koperasi Merah Putih

    Tindak Lanjut Inpres 9/2025, Kelurahan Patokan Gaungkan Koperasi Merah Putih

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Koperasi Merah Putih adalah langkah strategis demi kemandirian ekonomi warga,” ujar Lurah Patokan, Urip Mujiyono E., S.Sos., M.M., saat membuka forum musyawarah pembentukan koperasi di aula kantor kelurahan, Sabtu (28/5/2025).

    Program nasional Koperasi Merah Putih mulai digaungkan di Kabupaten Probolinggo. Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekonomi Kelurahan dan Desa.

    Urip menegaskan, pembentukan koperasi ini bukan hanya respons administratif, tetapi bagian dari upaya nyata untuk membangun basis ekonomi warga berbasis gotong royong. “Kami ingin masyarakat Patokan punya wadah ekonomi yang kuat, legal, dan berkelanjutan,” ungkap pria yang biasa disapa Urip itu.

    Ia memaparkan, Koperasi Merah Putih akan fokus pada tiga sektor utama: simpan pinjam, distribusi hasil UMKM, dan layanan kebutuhan pokok berbasis lokal. Selain itu, koperasi ini dirancang sebagai jembatan antara pelaku usaha mikro dengan pasar yang lebih luas, baik regional maupun nasional.

    Kelurahan Patokan berkomitmen mendukung Koperasi Merah Putih. “Semoga koperasi ini menjadi tonggak awal bagi kemandirian ekonomi warga Kelurahan Patokan,” tutup Urip.

  • Bukan Sekadar Gagasan, Kini Koperasi Merah Putih Resmi Dibentuk di Kalikajar Kulon Paiton

    Bukan Sekadar Gagasan, Kini Koperasi Merah Putih Resmi Dibentuk di Kalikajar Kulon Paiton

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Jika di masa lalu koperasi desa hanya sebatas konsep di atas kertas, maka kini Pemerintah Desa Kalikajar Kulon, Kecamatan Paiton, membuktikan keseriusannya. Lewat Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) Koperasi Desa Merah Putih sebagai respons langsung atas Instruksi Prabowo Subianto Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang penguatan ekonomi desa, yang digelar Selasa sore (27/5/2025) di pendopo kantor desa setempat.

    Kepala Desa Kalikajar Kulon, Muhammad Yatim, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembentukan koperasi ini adalah amanat besar yang tak bisa ditunda-tunda lagi.

    “Ini adalah kewajiban. Amanat besar untuk membangun desa. Koperasi Merah Putih ini bukan sekadar struktur organisasi, tapi kendaraan perjuangan ekonomi masyarakat. Pengurus harus bekerja sungguh-sungguh karena ini kepercayaan besar dari warga,” kata Yatim.

    Sementara itu, Camat Paiton Imam Syafi’i menyampaikan bahwa gerakan pembentukan Koperasi Merah Putih merupakan instruksi langsung Presiden RI sebagai bagian dari strategi nasional memperkuat kemandirian desa. Ia menekankan bahwa koperasi ini berbeda dengan koperasi biasa karena akan mendapatkan dukungan dari kementerian dan lembaga pusat.

    “Koperasi ini harus berkibar setiap hari. Jangan hanya pas 17 Agustus bendera Merah Putih berkibar. Ini koperasi Merah Putih, harus hidup tiap hari demi menggerakkan ekonomi desa,” ujar Imam dengan gaya khasnya yang memantik semangat peserta forum.

    Lebih lanjut, Imam menyebut Kalikajar Kulon adalah desa ketiga dari empat titik di wilayah Paiton yang membentuk Koperasi Merah Putih dalam satu hari. Ia menyebut seluruh jajaran pemerintahan dari tingkat bawah hingga pusat wajib bersinergi demi suksesnya koperasi ini.

    “Pak Presiden sudah sampaikan ingin membesarkan koperasi. Maka semua kaki tangan presiden termasuk kami di daerah harus ikut bergerak. Nanti akan ada dukungan dari 18 kementerian dan lembaga. Pengurus koperasi desa jangan khawatir, kalian tidak sendiri,” pungkasnya.(Jhon Qudsi)

  • Musdessus Sumberrejo Resmi Bentuk Koperasi Merah Putih untuk Dorong Ketahanan Ekonomi Warga

    Musdessus Sumberrejo Resmi Bentuk Koperasi Merah Putih untuk Dorong Ketahanan Ekonomi Warga

    Probolinggo, KabarBromo66.com – “Tugas kita adalah bagaimana koperasi ini tidak sekadar berdiri, tapi benar-benar bekerja. Ini tidak main-main,” tegas Kepala Desa Sumberrejo, M. Haris, dalam sambutannya saat Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) pembentukan Koperasi Merah Putih, Selasa siang (27/5/2025).

    Dalam forum resmi yang dihadiri Camat Paiton Imam Syafi’i, perwakilan DKUPP, Danramil, Kapolsek, Ketua DPD, tokoh masyarakat, pendamping desa, hingga mahasiswa, Kades Haris menyatakan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan bentuk respon serius atas arahan langsung dari Prabowo Subianto Presiden RI.

    “Koperasi ini adalah amanat Presiden Prabowo untuk memajukan desa. Maka kami di Desa Sumberrejo telah mendiskusikan ini dengan berbagai tokoh dan lembaga agar koperasi yang dibentuk tidak hanya berjalan, tapi menopang ekonomi desa secara konkret,” ujar Haris.

    Ia menekankan, koperasi ini tak hanya fokus pada simpan pinjam, tapi akan berkolaborasi dengan kelompok tani, UMKM, dan BUMDes untuk mendukung ketahanan pangan serta pengembangan sektor usaha desa. Bahkan, Desa Sumberrejo tengah menyiapkan proyek peternakan ayam petelur dan pengolahan pangan yang akan disinergikan dengan koperasi.

    “Pengurus harus berani berkata ‘tidak’ bila usulan tidak realistis. Evaluasi potensi desa penting agar dana yang disuntikkan pemerintah tidak sia-sia,” imbuhnya.

    Senada dengan itu, Camat Paiton Imam Syafi’i menegaskan bahwa keberhasilan koperasi desa tergantung pada kesungguhan dan kesadaran semua pihak.

    “Kalimat Presiden sangat jelas: ‘Saya ingin membesarkan koperasi’. Maka kita di lapis bawah harus satu bahasa. Bila ini diyakini dan dijalankan dengan sungguh-sungguh, Koperasi Merah Putih akan tumbuh sehat dan jadi penggerak ekonomi rakyat,” ujar Imam.

    Ia juga menyampaikan bahwa koperasi akan mendapatkan dukungan dari 18 kementerian dan lembaga yang siap mendampingi penguatan SDM pengurus melalui pelatihan manajemen koperasi, keuangan, distribusi, hingga pemasaran.

    Dalam pemaparannya, Imam juga memberi gambaran analisis unit usaha potensial seperti distribusi LPG. Menurutnya, jika koperasi bisa menangani distribusi kebutuhan pokok warga, termasuk LPG, maka potensi keuntungannya sangat besar dan langsung kembali ke masyarakat.

    Tahapan selanjutnya pasca pembentukan koperasi adalah pemetaan potensi warga, pelatihan pengurus, dan penyusunan rencana unit usaha koperasi. Diharapkan, seluruh warga Desa Sumberrejo dapat menjadi anggota koperasi secara menyeluruh.

    Musdessus siang itu menjadi langkah awal penegasan bahwa semangat koperasi bukan sekadar simbol kelembagaan, melainkan strategi konkret pembangunan ekonomi desa dari, oleh, dan untuk warga Sumberrejo.

  • Desa Suko Kembangkan Edamame, Okra dan Produk Sabun Unggulan

    Desa Suko Kembangkan Edamame, Okra dan Produk Sabun Unggulan

     

     

     

    MARON – Desa Suko Kecamatan Maron mulai menunjukkan potensi besarnya sebagai pusat inovasi pertanian dan produk kreatif. Pada Senin (26/5/2025), Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Ra Fahmi AHZ mengunjungi desa tersebut bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan dialog langsung dengan masyarakat dan pemerintah desa.

    Dalam kunjungan tersebut, Wabup Fahmi berdiskusi dengan Kepala Desa Suko Ahmad Esfandi serta para perangkat desa dan kader posyandu, membahas peluang pengembangan pertanian edamame dan okra serta produk-produk kreatif lokal seperti sabun mandi dan sabun cuci buatan warga setempat.

    Wabup Probolinggo Ra Fahmi AHZ menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai inovasi yang telah dilakukan masyarakat Desa Suko. Kreativitas warga dalam memproduksi sabun, selain pertanian edamame dan okra adalah contoh nyata bagaimana desa bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

    “Produk-produk seperti sabun yang dihasilkan anak-anak muda di Desa Suko ini sangat inovatif. Ini bisa jadi contoh untuk desa lain agar terus mengembangkan potensi ekonomi lokal mereka,” katanya.

    Lebih lanjut Wabup Fahmi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Probolinggo siap memberikan dukungan penuh bagi desa-desa yang mampu menciptakan inovasi seperti ini. “Dukungan tidak hanya berupa kebijakan, tetapi juga jaringan pemasaran dan pelatihan lanjutan,” jelasnya.

    Sementara Kepala Desa Suko Ahmad Esfandi menyampaikan edamame dan okra kini menjadi fokus utama pertanian di wilayah Desa Suko. Hasil panen edamame dari Desa Suko sudah mulai menjangkau pasar ekspor dan kebutuhan pasar nasional pun masih sangat tinggi.

    “Kami ingin Desa Suko menjadi pusat pengembangan edamame dan okra di Kabupaten Probolinggo. Harapan saya, desa-desa lain juga mulai melirik potensi ini,” ujarnya.

    Menariknya, dalam kegiatan tersebut pihak desa juga menghadirkan perwakilan dari salah satu perusahaan pengolahan edamame. “Mereka membuka dialog langsung dengan Wabup Fahmi guna menjajaki peluang kemitraan dan penyerapan hasil tani warga,” jelasnya.

    Selain sektor pertanian, produk sabun organik lokal menjadi salah satu karya unggulan warga yang terus dikembangkan. Namun pembuatan sabun tersebut masih dalam tahap uji coba, namun sudah menunjukkan hasil yang menjanjikan. “Pak Wabup tadi secara langsung mencoba membawa produk sabun tersebut sebagai bentuk dukungan nyata,” terangnya.

    Esfandi berharap, dengan adanya dukungan dari Pemkab Probolinggo dan keterlibatan langsung pihak swasta, potensi ekonomi Desa Suko bisa berkembang pesat. “Upaya ini sejalan dengan program pemberdayaan ekonomi desa yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. Hery