Blog

  • Apa Makna Hari Jadi Kabupaten Probolinggo dan Hari Kartini bagi Kecamatan Besuk? Ini Pesan Camat Abdul Bari

    Apa Makna Hari Jadi Kabupaten Probolinggo dan Hari Kartini bagi Kecamatan Besuk? Ini Pesan Camat Abdul Bari

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Apa makna peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo ke-279 dan Hari Kartini bagi warga Kecamatan Besuk? Pertanyaan itu dijawab dalam sebuah apel yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Besuk, Jumat (25/4), di mana semangat refleksi dan ajakan untuk membangun daerah mengemuka dari podium utama.

    Camat Besuk, Abdul Bari, S.H., M.Si., memimpin langsung apel tersebut yang dihadiri jajaran Forkopimka, kepala sekolah, guru, kepala desa beserta perangkatnya, serta organisasi masyarakat. Ia menekankan bahwa momen ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi panggilan untuk berbenah dan bekerja keras.

    “Ini bukan hanya memperingati hari jadi Kabupaten Probolinggo yang jatuh pada 18 April lalu, tapi juga Hari Kartini. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kita punya tanggung jawab besar menyelesaikan pekerjaan rumah seperti kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan stunting,” ujar Abdul Bari.

    Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Probolinggo agar lebih maju, makmur, dan jaya. “Kita sebagai pelayan publik harus bisa memberikan layanan terbaik, bahkan sampai memanjakan masyarakat,” katanya menegaskan.

     

     

     

    Menanggapi program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo, Gus Haris dan Lora Fahmi, Kecamatan Besuk menyatakan siap mendukung. Salah satu program yang akan segera direalisasikan adalah kegiatan “Bupati Ngantor di Kecamatan”, yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 23 Juli 2025.

    “Pada hari itu, Insya Allah ada banyak layanan yang disiapkan langsung di kecamatan. Mulai dari pembuatan akta kelahiran, KTP, KIA, hingga akta kematian yang langsung jadi di tempat. Ada juga layanan kesehatan gratis dan perizinan UMKM, termasuk layanan KB,” jelas Abdul Bari.

    Kolaborasi lintas instansi pun akan dikerahkan demi memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. “Semangat hari jadi ini harus jadi penggerak untuk menuntaskan PR kita bersama,” pungkasnya.

  • Bupati Haris Resmikan Unit Pengelolaan Limbah Plastik BUMDes Putra Sanjaya

     

    GENDING – Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris meresmikan Unit Pengelolaan Limbah Plastik milik BUMDes Putra Sanjaya di Desa Bulang Kecamatan Gending, Kamis (24/4/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dalam memperkuat ekonomi desa berbasis pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

    (lebih…)

  • LSM Laporkan Dugaan Korupsi Dana Desa, Kades Ranon: “Semua Sudah Diaudit!”

    LSM Laporkan Dugaan Korupsi Dana Desa, Kades Ranon: “Semua Sudah Diaudit!”

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Di saat LSM AMPP membawa dokumen dugaan penyelewengan Dana Desa ke meja kejaksaan, Kepala Desa Ranon justru menyebut semuanya telah diaudit dan berjalan sesuai prosedur. Dua pernyataan kontras yang kini menyorot tajam pengelolaan anggaran desa di Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo.

    Ketua LSM Aliansi Masyarakat Pemerhati Probolinggo (AMPP), H. Lutfi Hamid, secara gamblang mengungkap adanya dugaan kejanggalan dalam laporan keuangan Desa Ranon untuk tahun anggaran 2022 hingga 2024. Salah satu temuan yang ia soroti adalah pengadaan baliho informasi APBDes dengan anggaran mencapai Rp6,5 juta.

    “Masa harga banner ukuran 1×1 meter bisa sampai segitu? Coba cek langsung ke percetakan,” sindir Lutfi dalam konferensi persnya.

    Ia juga mempertanyakan intensitas pelaksanaan kegiatan penyuluhan pemberdayaan perempuan yang disebut dilakukan berulang dalam satu tahun anggaran. Lutfi meyakini ada indikasi pemborosan atau bahkan mark-up anggaran yang harus diselidiki lebih dalam.

    “Ini baru permulaan, sisanya sudah kami serahkan ke kejaksaan,” ungkapnya.

    Namun, tudingan tersebut dibantah tegas oleh Kepala Desa Ranon, Sirrahum. Menurutnya, seluruh pelaksanaan program desa telah melalui proses pengawasan internal maupun eksternal yang ketat. Bahkan, tidak akan mungkin anggaran tahun selanjutnya cair jika ada masalah serius.

    “Kalau ada penyelewengan, pasti pencairan anggaran tahun berikutnya akan ditunda. Tapi, di sini semua berjalan lancar,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya pada Kamis (24/4).

    Senada dengan Sirrahum, Plt. Camat Pakuniran, Zainuri, turut menyatakan bahwa pihak kecamatan rutin melakukan monitoring dan belum menemukan indikasi pelanggaran berat di Desa Ranon.

    Ia menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal dana desa, namun tetap mengingatkan agar tidak menimbulkan kegaduhan dengan tudingan tanpa dasar yang kuat.

  • Jawaban Singkat Muchlis soal RPJMD: Sinyal Lemahnya Fungsi Pengawasan Dewan?

    Jawaban Singkat Muchlis soal RPJMD: Sinyal Lemahnya Fungsi Pengawasan Dewan?

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Ada yang janggal dalam proses koreksi ulang dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Probolinggo. Nama-nama tim penyusun yang seharusnya tercantum resmi dalam Surat Keputusan Bupati, hingga kini belum juga terungkap ke publik.

    Jurnalis KabarBromo66.com, dalam upaya konfirmasi kepada Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Probolinggo.

    “Umumnya dalam penyusunan RPJMD, selalu ada tim yang disahkan melalui SK Bupati karena melibatkan anggaran khusus. Bahkan dalam penyusunan RPJMDes pun nama penyusun biasanya tercantum dengan jelas,” dalam surat konfirmasi tertulisnya yang dikirimkan kepada Muchlis, S.Pd., anggota Fraksi PKB.

    Namun, alih-alih mendapat kejelasan, tanggapan yang diterima justru membuat suasana makin kabur.

    “wslm sy juga belum tahu terkait personil2 lengkap tsb,” jawab Muchlis singkat pada Kamis (24/4).

    Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa informasi soal siapa saja yang berada di balik penyusunan ulang RPJMD ini belum tersampaikan secara terbuka, bahkan di level legislatif sekalipun.

    Publik kini menunggu, siapakah sosok-sosok yang menyusun dokumen perencanaan strategis daerah ini? Mengapa keterbukaan data justru tersendat di tengah dorongan transparansi birokrasi?

    KabarBromo66.com akan terus menelusuri kejelasan siapa yang berada di balik koreksi ulang RPJMD yang kini menjadi sorotan.

  • Dinilai Gagal Jaga Ketertiban Pasar Semampir, Bupati dr. Haris Didesak Ganti Kasatpol PP

    Dinilai Gagal Jaga Ketertiban Pasar Semampir, Bupati dr. Haris Didesak Ganti Kasatpol PP

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Mengapa pelanggaran di Pasar Semampir terus terjadi meski larangan sudah jelas terpampang? Ke mana aparat penegak perda saat para pedagang menguasai bahu jalan sebelum waktunya? Dan sampai kapan Bupati dr. Haris akan membiarkan kondisi ini tanpa evaluasi tegas?

    Serangkaian pertanyaan itu kini menyeruak di tengah sorotan publik atas memburuknya ketertiban di sekitar Pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Dugaan melemahnya fungsi pengawasan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pun menjadi sorotan utama.

    “Hari ini saya lihat para oknum pedagang Pasar Semampir yang berjualan di bahu jalan malah menjadi-jadi. Padahal masih belum jam 17.00 WIB, masih jam 16.02 WIB. Ini menjadi tamparan keras bagi Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo agar menjaga amanah atas jabatan yang telah dipercayakan oleh Bupati dr. Haris,” kata Achmad, warga Kraksaan, pada Selasa (22/4).

    Desakan agar Kasatpol PP diganti pun mencuat dari warga. “Mundur saja jadi Kasatpol PP jika urusan Pasar Semampir saja belum mampu ditangani. Kami sarankan kepada Bupati dr. Haris agar segera melakukan penggantian jabatan,” imbuh Achmad.

    Jurnalis KabarBromo66.com telah menghubungi Sugeng Wiyanto, Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo, melalui pesan WhatsApp pada Rabu (23/4) pukul 14.37 WIB untuk mengonfirmasi sejumlah pertanyaan berikut:

    1. Bagaimana tanggapan Bapak terkait keluhan ini?

    2. Apakah Satpol PP telah melakukan tindakan pengawasan pada waktu tersebut?

    3. Adakah langkah atau rencana tindak lanjut dari Satpol PP guna menegakkan aturan di lokasi tersebut?

    Namun hingga berita ini ditayangkan, Sugeng belum memberikan jawaban.

    Kini, masyarakat menanti respons Bupati dr. Haris: akankah ia mengambil langkah tegas untuk memulihkan wibawa aturan, atau membiarkan keresahan ini terus bergulir?

  • Tanda Tanya dugaan hilangnya motor. Polsek pajarakan kembali undang korban 

     

    Adanya dugaan hilangnya satu unit kendaraan, Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi N 3569 BU . pada tanggal, 4 April 2025 di area Masjid Baiturrahman, Desa Karanggeger. Kecamatan pajarakan. Hari ini, Tanggal 23 /04/2025 . Polsek pajarakan. melakukan undangan klarifikasi yang ke dua . Kepada, MK. Selaku korban. untuk memberikan keterangan . Setelah pada undangan pertama pada, Tanggal 11 April 2025 . Undangan tersebut tidak diindahkan.

    Kapolsek Pajarakan Iptu Eko Purwadi . melalui Kanit Reskrim, Aiptu Andik Kurniawan mengungkapkan bahwa korban sudah memenuhi undangan klarifikasi yang ke – dua. Dan memberikan statment bahwa dirinya tidak akan mempermasalahkan terkait dugaan tersebut.

    ” Alhamdulillah dengan adanya undangan klarifikasi yang kedua ini tadi saudara , MK . yang diduga menjadi korban itu hadir memenuhi undangan. Dan berdasarkan keterangan dari pihak yang di duga korban, tidak akan mempermasalahkan insident tersebut. Dirinya juga menjelaskan bahwa menyatakan ikhlas terkait adanya kejadian itu ” . Ungkapnya.

     

    Aiptu Andik. juga menjelaskan bahwa undangan klarifikasi tersebut. Dilakukan karena insident tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat. Dan sempat viral di beberapa group whatsApp .

     

    ” Kami melakukan undangan klarifikasi kepada yang di duga korban.MK. Karena kajadian itu berdasarkan informasi dari masyarakat. Jadi pihak kepolisian khususnya polsek pajarakan. meminta keterangan dari pihak korban ” . Dalihanya.

     

    Maraknya kejadian hilangnya motor yang sempat tersebar di beberapa group whatsAp di beberapa tempat. Aiptu andik . juga menekankan kepada warga. Khususnya warga di wilayah pajarakan untuk tidak segan melaporkan kepada polsek terdekat. Agar kejadian tersebut . Segera tertangani.

     

    ” Dan kami menghimbau kepada kepada seluruh warga . Khususnya warga di wilayah pajarakan. Jika ada insident atau kejadian tindak pidana . Untuk segera melapor ” . Ungkapnya lagi.

    Sementara kepala desa karanggeger, Bawon Santoso. Memberikan apresiasi kepada warganya. Yang telah kooperatif menghadiri undangan polsek pajarakan untuk memberikan klarifikasi .

    ” saya mengucapkan terima kasih kepada korban dan juga pendampingnya yang sudah kooperatif datang ke Polsek untuk memberikan keterangan . Semoga apa yang disampaikan oleh korban dan pendampingnya .menjadi titik terang bagi kepolisian untuk mengungkap kasus-kasus pencurian. yang ada di wilayah hukum Kecamatan Pajarakan. mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran bagi semua masyarakat . ketika ada kejadian seperti ini agar tidak segan untuk melaporkan kepada aparat penegak hukum ataupun ke desa setempat agar segera ada tidak lanjut ” . Katanya. Hery .

     

  • RPJMD Dinilai Ceroboh, Umil, Anggota DPRD Probolinggo, Minta Dikoreksi Ulang

    RPJMD Dinilai Ceroboh, Umil, Anggota DPRD Probolinggo, Minta Dikoreksi Ulang

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Probolinggo dinilai belum sepenuhnya cermat. Anggota DPRD dari Fraksi PPP, Hj. Umil Sulistyaningsih, S.Ag, menegaskan bahwa pihaknya meminta dokumen tersebut dikoreksi ulang, bukan ditolak.

    “Bahasa ‘menolak’ itu terlalu keras. Kami hanya minta koreksi ulang agar dokumen ini lebih matang,” ujarnya saat diwawancarai di Kantor DPRD Kabupaten Probolinggo, Rabu (23/4/2025).

    Menurut Umil, koreksi diperlukan karena terdapat redaksi dan data dalam draf RPJMD yang dinilai tidak akurat dan berpotensi memicu multitafsir. Ia menegaskan, RPJMD adalah dokumen penting yang menjadi pedoman arah pembangunan lima tahun ke depan, sehingga penyusunannya harus dilakukan secara teliti.

    “Ini seperti kitab sucinya pembangunan daerah. Harus hati-hati dan sesuai dengan visi-misi Gus Bupati dan Wabup Lora,” ucapnya.

    Lebih lanjut, Umil menegaskan bahwa Fraksi PPP sebagai bagian dari koalisi pemerintah tetap mendukung penuh program kepala daerah. Ia menyayangkan narasi “penolakan” yang menurutnya dapat menimbulkan kesalahpahaman publik.

    Setelah koreksi dilakukan, RPJMD akan dibahas ulang oleh DPRD bersama PANSUS, sebelum nantinya diserahkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk proses telaah lanjutan.

    “Kami kawal agar isinya benar, bukan menolak. Supaya nanti tidak ada masalah ketika ditelaah di tingkat provinsi,” tegasnya.

  • “Ngombe Banyu Setan: MUI dan Aktivis Desak Aparat Tutup Sumber Miras usai Video Viral”

    “Ngombe Banyu Setan: MUI dan Aktivis Desak Aparat Tutup Sumber Miras usai Video Viral”

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan pesta minuman keras (miras) di kawasan Gelora Merdeka Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, viral di media sosial. Dalam rekaman berdurasi singkat tersebut, tampak sekelompok orang berkumpul di area publik pada malam hari, menuai kecaman dari berbagai pihak.

    Wakil Ketua MUI Kabupaten Probolinggo, KH Abdul Wasik Hannan, menyayangkan keras tindakan mabuk-mabukan di ruang publik yang dinilainya bertentangan dengan ajaran agama maupun peraturan perundang-undangan. “Setiap pelaku mabuk-mabukan biasanya dipicu oleh faktor internal seperti stres dan kejenuhan. Namun, hal ini justru bisa menyeret ke perbuatan yang lebih parah,” ujarnya pada Selasa (22/4).

    Ia mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas dan tidak ragu menutup sumber-sumber penyebab peredaran miras. “Tempat produksi dan distribusi miras harus diberantas. Jangan sampai dibiarkan merusak moral generasi,” tegasnya.

    Senada dengan itu, pegiat media sosial sekaligus pengamat kebijakan, Habib Mustofa, atau yang akrab disapa Yek Mus, menilai peristiwa tersebut merupakan pelanggaran tindak pidana ringan (tipiring) yang bisa langsung ditindak Satpol PP. “Pasal 13 dan 18 Perda Kabupaten Probolinggo Nomor 03 Tahun 2014 sudah sangat jelas. Ini tak boleh hanya jadi tontonan viral,” katanya.

    Mustofa juga mengaku telah melaporkan kejadian itu melalui kanal resmi Lapor Kand4 dan berharap aparat segera mengambil tindakan nyata.

  • PKL Kuasai Trotoar Pasar Semampir, Penertiban Satpol PP Dinilai Gagal Total

    PKL Kuasai Trotoar Pasar Semampir, Penertiban Satpol PP Dinilai Gagal Total

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di bahu jalan dan trotoar Jl. Teuku Umar, Pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, dinilai tidak berkelanjutan. Satpol PP Kabupaten Probolinggo belum memberikan tanggapan atas sorotan publik tersebut.

    Warga menilai penertiban yang sempat dilakukan Pemkab Probolinggo dan dihadiri Sekda Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto hanya bersifat insidental. Pasalnya, hingga Jumat (18/4), sejumlah PKL masih terlihat berjualan di atas trotoar dan bahu jalan, tanpa tindakan lanjutan dari pihak berwenang.

    “Saya lihat oknum pedagang masih saja berjualan di bahu jalan Teuku Umar Pasar Semampir. Bahkan beberapa terlihat santai berjualan di atas trotoar, tanpa penertiban,” ujar Ahmad, warga Kraksaan, yang kerap melintas di lokasi tersebut.

     

    Keberadaan PKL di trotoar turut mengganggu hak para pejalan kaki yang dilindungi oleh Pasal 131 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

    Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto, belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Minggu (20/4) pukul 06.37 WIB.

  • Selamat Harlah ke-65: Apakah Jhon Qudsi dari PMII Cabang Katolik?

    Selamat Harlah ke-65: Apakah Jhon Qudsi dari PMII Cabang Katolik?

    Saya merasa terpanggil, pada ulang tahun PMII kali ini, untuk sekadar mengucapkan: selamat hari lahir, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Yang ke-65, bila tak salah hitung. Di sanalah, dalam lorong-lorong diskusi dan perdebatan, saya banyak belajar. Dari para sahabat dan sahabati di PMII Komisariat UNZAH, terutama di Rayon Al-Irsyad.

    Mereka mengajak saya duduk. Bicara. Merenung. Dari filsafat hingga politik. Topik-topik yang, awalnya, terdengar asing. Tapi mereka tidak menggurui. Mereka mengajak berpikir.

    Dalam beberapa kesempatan, saya pernah diajak menyaksikan proses masa penerimaan anggota baru (Mapaba) PMII. Menyaksikan mereka, para calon kader pergerakan, dengan mata yang menyala. Entah kenapa, saya tak pernah terlalu paham hubungan antara saya dan PMII. Terlalu jauh, atau dekat tapi saya tak menyadari.

    Kalau ditelusuri ke belakang, saya pertama kali bertemu dengan sahabat Fais dari Rayon Al-Irsyad di Perpusda Kabupaten Probolinggo. Basa-basi saja, soal kampus dan kuliah. Tapi ternyata, ia telah membaca banyak buku Filsafat.

    Kemudian, ia mengajak saya ke forum diskusi malam di alun-alun Kraksaan. Di situlah saya pertama kali berinteraksi dengan pengurus Rayon Al-Irsyad. Saya memanggilnya Yon Jeki. Ia tidak banyak bicara, tapi ketika berbicara ia seperti tahu banyak hal yang saya belum tahu.

    Saya diajak ke rapat konsolidasi. Tentang demonstrasi menuntut transparansi anggaran daerah. Saat itu, kami menuntut Pj Bupati Probolinggo. Di sanalah saya mulai berpikir: gagasan, ide, itu tak bisa tinggal di kepala. Harus diucap. Harus diperjuangkan. Harus disuarakan.

    Hubungan saya dengan teman-teman PMII UNZAH pun kian erat. Merambat ke ruang-ruang kelas, ke acara internal mereka, saya punya sedikit bekal di dunia sastra, terutama puisi. Dan, entah bagaimana, kami menemukan kesamaan napas. Mungkin karena kami sama-sama mengagumi buku.

    Bahkan, ada yang mengira saya mahasiswa. Anggota PMII. Mungkin karena saya sudah terlanjur jatuh pada dunia aktivisme.

    Barangkali di antara mereka bertanya-tanya, “PMII cabang mana?”

    Dengan senyum kecil, ingin saya menjawab, “Saya dari PMII cabang Katolik.”

    Itu gurauan, tentu saja. Tapi juga bentuk rasa cinta. Karena sebelum saya mengenal PMII secara formal, saya sudah lebih dulu mencintai Mahbub Djunaidi sang pendiri dengan tulisan-tulisannya yang tajam dan jenaka. Ia mengkritik Orde Baru dengan cara yang halus tapi menusuk. Ia mengubah kritik.

    Ada satu kutipan darinya yang saya ingat. Dikutip oleh Sujiwo Tejo, bunyinya kira-kira begini:

    “Jangan kau kira menulis adalah pekerjaan sunyi. Cepat atau lambat, tulisan itu akan menyebar.”

    Praktisi hukum, Khofy Al Qurtuby. Ia menitipkan pesan melalui tulisan ini:

    “Saat ini, menurut saya, mahasiswa harus meminta salinan APBD Kabupaten Probolinggo tahun 2025.

    Supaya tahu sumber primer. Jangan hanya polemik di media.

    Temanya: aktivisme mahasiswa membangun demokrasi dan transparansi pasca dinasti.

    Banyak mahasiswa bicara infrastruktur, tapi tak punya data primer.”

    Meski sudah lewat berapa hari, 17 April 2025, ulang tahun ke-65 PMII. Selamat hari lahir ideologi pergerakan. Mohon maaf lahir dan batin, jangan menyerah terhadap segala bentuk penindasan dan ketidakadilan.

  • SDN Betek 3 Diterpa Isu Seragam, Pihak Sekolah Tegaskan Tak Terlibat dan Kecewa pada Fitnah di Medsos

    SDN Betek 3 Diterpa Isu Seragam, Pihak Sekolah Tegaskan Tak Terlibat dan Kecewa pada Fitnah di Medsos

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Betek 3 Probolinggo tengah menjadi sorotan publik usai beredarnya kabar viral di media sosial terkait dugaan pungutan liar dalam pembelian seragam siswa. Namun, pihak sekolah membantah keras tuduhan tersebut dan menyatakan tidak mengetahui adanya kegiatan transaksi yang dikaitkan dengan institusi sekolah.

    Kepala SDN Betek 3, Lisadah, menyampaikan rasa kecewanya terhadap pemberitaan yang dianggap tidak sesuai dengan fakta. Ia menegaskan bahwa sekolah tidak pernah menginstruksikan pembelian seragam melalui guru atau pihak sekolah.

    “Sekolah kami tidak tahu-menahu soal pembelian seragam itu. Yang menunjuk penyandang dana justru para wali murid sendiri, dan mereka yang berinisiatif membantu agar bisa dicicil sesuai kemampuan,” tegasnya, Jum’at (18/4).

    Lisadah juga mengungkap bahwa ada salah paham dalam informasi yang beredar. Salah satu wali murid bernama Fatimah diketahui memesan seragam ke penjahit yang merupakan keluarganya sendiri, di luar kendali pihak sekolah.

    “Berita yang beredar itu fitnah. Saya dan seluruh guru sudah melakukan yang terbaik untuk anak-anak. Bahkan untuk siswa yang tidak mampu, saya pribadi bantu belikan seragam olahraga seharga Rp75 ribu per siswa, dan jumlahnya ada 38 siswa,” imbuhnya.

    Guru kelas 1, Ismawati, yang merupakan guru P3K, juga menyatakan tidak mengetahui adanya isu tersebut sebelum kabar viral mencuat di media sosial.

    “Saya benar-benar tidak tahu soal itu. Kalau pun ada, mungkin itu urusan di luar sekolah,” ujarnya.

    Senada dengan pihak sekolah, salah satu wali murid bernama Pak Surekno juga membantah kabar yang menyebut adanya pembayaran seragam ke pihak guru.

    “Saya tidak pernah bayar ke guru. Saya pesan seragam ke penjahit luar, yang juga wali murid. Jadi tidak ada urusan dengan guru atau sekolah,” ungkapnya.

  • Perkutut Rp2,5 Miliar Raib di Bulu Land Kraksaan, Warga Soroti Keamanan Perumahan

    Perkutut Rp2,5 Miliar Raib di Bulu Land Kraksaan, Warga Soroti Keamanan Perumahan

    Probolinggo, KabarBromo66.com – Kawasan Perumahan Bulu Land, Blok G1, Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan, kembali diterpa isu keamanan. Seekor burung perkutut milik warga berinisial R raib dari sangkarnya pada Sabtu sore (17/4). Perkutut tersebut diperkirakan bernilai fantastis, mencapai Rp2,5 miliar setara dengan nilai proyek Gelora Merdeka Kraksaan.

    Burung kesayangan itu terakhir kali terlihat pada pukul 09.00 WIB. Namun saat R pulang usai salat magrib, sangkar telah kosong.

    “Tadi jam 9 pagi masih ada. Saya pulang habis magrib, sudah tidak ada. Diambil burungnya,” ujar R dengan nada kecewa.

    Aksi pencurian ini menambah daftar keresahan warga terhadap sistem keamanan lingkungan perumahan yang dinilai minim pengawasan. R menyoroti fakta bahwa penjagaan hanya dilakukan malam hari, sementara pagi hingga sore kawasan dibiarkan tanpa pengamanan.

    “Kalau malam saja tidak cukup. Ini kan kawasan perkotaan, rawan jadi sasaran maling,” tegasnya.

    Ia berharap pengurus lingkungan, dari RT hingga RW, segera mengambil langkah konkret. Usulan yang mencuat antara lain pemasangan CCTV di gerbang masuk perumahan dan penambahan petugas keamanan pada jam-jam rawan.

    “Jangan sampai ada warga lain yang jadi korban. Kita butuh perlindungan yang lebih maksimal,” pungkas R.